RSS

Belajar Bahasa Korea (12 – Hangeul-Liaison)

25 Sep

examplehangulWaduh, apa itu liaison?  Menurut arti katanya, liaison adalah hubungan; penghubung. Kalau diterapkan dalam linguistik, maka liaison adalah adanya bunyi yang timbul ketika ada dua kata atau suku kata dihubungkan. Waduh apa lagi itu? Kalau sudah pernah belajar bahasa Perancis mungkin akan familiar dengan liaison. Kata “nous habitons” yang artinya kami tinggal (we live), akan dilafalkan /nu-z-abitong/, huruf “s” akan berfungsi sebagai “penghubung” dari kata “nous” dan “habitons”. Dalam bahasa Perancis, kata “nous” yang artinya kami/kita akan dilafalkan /nu/ (s di belakang tidak dibaca), dan “habitons” akan dilafalkan /abitong/, namun ketika dua kata tersebut dihubungkan, “s” dalam “nous” yang sebelumnya tidak dilafalkan, secara tiba-tiba akan dilafalkan alias diucapkan (sebagai “z”) yang berfungsi sebagai “penghubung” untuk kata berikutnya. Membingungkan? Hmm…. (mungkin contoh ini kurang relevan namun sangat baik sebagai analogi) contoh lain dalam bahasa Inggris adalah “get up”. Kata “get up” ketika dilafalkan secara “cepat”, tidak akan dilafalkan /get ap/ namun lebih seperti /gerap/, huruf “t” akan berubah cara pelafalannya seperti huruf “r”.

Kata “liaison” agaknya jarang ditemui dalam pengajaran bahasa Korea, namun aku “menggunakan” kata ini untuk menunjukkan adanya bunyi yang “terhubung” ketika dua suku kata/kata bertemu. So, mungkin kamu tidak akan menemui kata “liaison” dalam buku pembelajaran bahasa Korea, karena sekali lagi ini adalah kata-kata ku sendiri, hehehe. Ya sudah daripada kelamaan ngomongin pengertian liaison dan sebagainya, dan mungkin tambah bingung dengan yang namanya liaison, mari langsung saja kita lihat penggunaan praktisnya dalam bahasa Korea.

Kata 음악 yang artinya musik, terdiri dari dua suku kata, 음 /eum/ 악 dan /ak/. Namun, ketika dilafakan bareng, kata tersebut tidak dilafalkan /eum-ak/, namun akan dilafalkan /eumak/, persis seperti kata emak dalam bahasa Indonesia, yang artinya ibu. See, jadi huruf ㅁ /mieum/ yang ada di akhir suku kata 음 berfungsi sebagai “penghubung” dalam suku kata selanjutnya, sehingga kata 음악 akan dilafalkan seperti 으막 /eumak/.

Liaison ini biasanya ada ketika suatu suku kata/kata yang mempunyai huruf konsonan akhir bertemu dengan suku kata/kata berawalan dengan ㅇ /ngieung/ atau ㅎ /hieut/. Seperti contoh di atas, konsonan ㅁ /mieum/ sebagai konsonan akhir bertemu dengan ㅇ /ngieung/. Konsep liaison ini cukup mudah dipahami dan akan sangat berguna untuk pelajaran selanjutnya, yakni batchim, yang akan lebih “susah” tentunya, hehehe.

Contoh selanjutnya. Bagaimana cara melafalkan 군인? Seperti sudah dapat ditebak, kata tersebut akan dilafalkan 구닌 /gunin/ BUKAN /gun-in/. Mudah bukan? Let’s practice again.

  • 먹어 akan dilafalkan 머거 /meogeo/;
  • 알아 akan dilafalkan 아라 /ara/;
  • 많이 akan dilafalkan 마니 /mani/;
  • 영원히 akan dilafalkan 영워니 /yeongwoni/;
  • 가득히 akan dilafalkan 가드기 /gadegi/;
  • 앉어 akan dilafalkan 안저 /anjeo/;
  • 축하하다 akan dilafalkan 추가하다 /chukahada/;
About these ads
 
2 Comments

Posted by on 25 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , ,

2 responses to “Belajar Bahasa Korea (12 – Hangeul-Liaison)

  1. misssmile23

    24 October 2013 at 21:02

    gomawo~

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: