RSS

Tag Archives: Tulisan Hangeul

Belajar Bahasa Korea (11 – Hangeul-Aturan WA)

examplehangulYuk lanjut lagi belajar bahasa Koreanya. Setelah kemaren kita belajar merangkai Hangeul dengan aturan Segitiga dan Traffic Light, sekarang kita akan belajar aturan merangkai Hangeul yang terakhir, yaitu aturan WA. Aku memisahkan aturan WA dengan yang lain karena menurutku aturan WA ini agak “berbeda”. Cara merangkainya tidak seperti aturan segitiga yang menempatkan vokal “di samping” konsonan, atau seperti aturan traffic light yang menempatkan vokal “di bawah” konsonan. Dalam aturan WA, huruf vokal seperti menjadi “pangkon” (dalam aksara Jawa). Mengapa aku namakan aturan WA? Karena bingung aja mau namain apa, hehehe. Mungkin karena huruf vokal yang memenuhi aturan ini adalah huruf vokal yang bunyinya diawali dengan “w”.

waSeperti pada gambar di samping, kira-kira seperti itulah cara merangkai huruf Hangeul dalam aturan WA. Seperti sudah aku tuliskan di atas bahwa huruf vokal berfungsi sebagai “pangkon” dalam aksara Jawa. Waduh apa pula itu, yang bukan orang Jawa sudah pasti g tahu, bahkan yang orang Jawa pun belum tentu tahu, hehehe. Jadi huruf konsonan pertama diletakkan di sebelah kiri, kemudian huruf vokal ada “di bawah sampai ke kanan” dan konsonan selanjutnya ada di bawah. Aku masih akan mengingatkan aturan KV, KVK, dan KVKK (jangan pernah menempatkan huruf vokal sebagai huruf pertama). Contoh yang aku berikan di samping kiri adalah untuk yang KVK, konsonan ㅇ /ngieung/ sebagai konsonan pertama diletakkan di sebelah kiri, kemudian vokal ㅝ /wo/ diletakkan di sebelah bawah sampai ke kanan dan yang terakhir konsonan ᄂ diletakkan di bawah. So, terbentuklah rangkaian ketiga huruf tersebut (dibaca /won/).

Baca Selengkapnya…

 
Leave a comment

Posted by on 24 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , ,

Belajar Bahasa Korea (10 – Hangeul-Aturan Traffic Light)

examplehangulKemaren kita sudah belajar merangkai huruf Hangeul dengan aturan yang pertama, yaitu aturan Segitiga. Sekarang kita akan belajar aturan merangkai huruf Hangeul yang kedua, yaitu aturan Traffic Light atau Lampu Lalu Lintas. Mengapa disebut aturan traffic light? Karena cara merangkai huruf Hangeul yang satu ini sama seperti lampu lalu lintas, bukan seperti warnanya yang merah-kuning-hijau, namun seperti tata letaknya, yaitu atas-tengah-bawah (merah di atas, kuning di tengah, dan hijau di bawah). Sebenarnya ada banyak benda yang mengikuti aturan ini, namun aku memilih traffic light agar gampang diingat saja, tidak ada maksud apa-apa. Hehehe.

hh

Seperti pada gambar di samping, kira-kira seperti itulah cara merangkai huruf Hangeul dalam aturan traffic light. Jadi huruf konsonan pertama diletakkan di sebelah atas, kemudian huruf vokal ada di bawahnya (tengah), dan konsonan selanjutnya ada di bagian paling bawah. Ingat sekali lagi jangan pernah menempatkan huruf vokal sebagai huruf pertama (ingat aturan KV, KVK, dan KVKK!). Contoh yang aku berikan di samping kiri adalah untuk yang KVK, konsonan ᄅ /rieul/ sebagai konsonan pertama diletakkan di bagian paling atas, kemudian vokal ᅮ /u/ diletakkan di bawahnya (bagian tengah) dan yang terakhir konsonan ᄆ diletakkan di bagian paling bawah. So, terbentuklah rangkaian ketiga huruf tersebut (dibaca /rum/).

Baca Selengkapnya…

 
1 Comment

Posted by on 21 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , ,

Belajar Bahasa Korea (9 – Hangeul-Aturan Segitiga)

Oke, lanjut lagi kita belajar bahasa Korea, setelah kemarin mengenal huruf vokal, konsonan, dan cara menulis huruf Hangeul one by one alias satu huruf per huruf, sekarang kita akan belajar “merangkai” huruf Hangul menjadi sebuah kata. Seperti dilihat dari gambar di samping kiri, ketika hendak menuliskan kata “Hangeul”, caranya adalah seperti itu. Huruf Hangeul itu unik, dia tidak seperti tulisan Latin di mana kita tinggal menyambung semua huruf jadi satu dari kiri ke kanan menjadi satu kata, kemudian membubuhkan spasi di antara dua kata tersebut. Atau seperti huruf Arab yang mempunyai variasi ketika ia ditulis di depan, tengah, atau belakang. Huruf Hangeul tidak punya yang seperti itu. Ia juga tidak punya huruf kapital dan huruf kecil, semua sama kedudukannya, hehehe.

Ada tiga jenis “rangkaian” dalam Hangeul, aku akan membagi ke dalam tiga jenis: Segitiga, Traffic Light, dan WA. Kali ini aku akan membahas aturan segitiga terlebih dahulu. Namun sebelumnya, ingat kembali pada pembahasan sebelumnya bahwa dalam merangkai Hangeul, aturan lain yang harus dipenuhi adalah seperti berikut: KV, KVK, dan KVKK (K:Konsonan dan V:Vokal). Artinya adalah kita tidak akan bisa merangkai Hangeul hanya dengan huruf vokal saja, atau konsonan saja, atau rangkaian lain yang menyalahi aturan tersebut.

ff

Seperti pada gambar di samping, kira-kira seperti itulah cara merangkai huruf Hangeul dalam aturan segitiga. Jadi huruf konsonan pertama diletakkan di sebelah kiri, kemudian huruf vokal ada di sebelah kanan dan konsonan selanjutnya ada di bawah. Jangan pernah menempatkan huruf vokal sebagai huruf pertama (ingat aturan KV, KVK, dan KVKK!). Contoh yang aku berikan di samping kiri adalah untuk yang KVK, konsonan ᄃ /digeut/ sebagai konsonan pertama diletakkan di sebelah kiri, kemudian vokal ᅡ /a/ diletakkan di sebelah kanannya dan yang terakhir konsonan ᄂ diletakkan di bawah. So, terbentuklah rangkaian ketiga huruf tersebut (dibaca /dan/).

Baca Selengkapnya…

 
3 Comments

Posted by on 20 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , ,

Belajar Bahasa Korea (8 – Hangeul-Menulis)

Setelah kita belajar macam-macam huruf vokal dan huruf konsonan dalam Hangeul, maka sekarang kita akan belajar bagaimana menulis Hangeul yang benar. Mengapa ini penting? Kalau buatku si kalau mau nulis Hangeul di touchscreen akan lebih mudah karena ia bekerja berdasarkan “urutan” stroke, kalau urutan penulisan kita salah, maka ia akan salah mengenali Hangeul tersebut. Contohnya adalah huruf ㅂ dan ㅍ, kalau kita mau menuliskan ㅍ dengan stroke order yang keliru, si komputer akan mengenali sebagai ㅂ begitu juga sebaliknya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi si, soalnya aku sering salah gitu, hehehe.

Kalau dalam latihan menulis dulu, kita akan diajari misalkan kalau mau menulis huruf ‘l” itu dari atas dulu, kemudian tarik garis ke bawah, “b” tarik garis dari atas ke bawah kemudian buat bulatan di bawah, dan sebagainya. Meskipun memang nantinya akan “sama” bentuknya no matter bagaimana urutan kita menulis (contoh: meski kita menulis huruf “l” dari bawah ke atas bentuknya akan sama, “l” juga), namun alangkah baiknya kita tahu bagaimana cara menulis yang benar.

Simple Vowels

Berikut adalah cara menulis (stroke order) huruf vokal tunggal (simple vowels) dalam Hangeul.

Hangul-Stroke-Order-Simple-Vowels

sumber gambar: kli.topikguide.com

Baca Selengkapnya…

 
2 Comments

Posted by on 19 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , ,

Belajar Bahasa Korea (7 – Hangeul-Konsonan)

Setelah kemarin kita belajar huruf vokal, maka sekarang kita akan belajar huruf konsonan. Huruf konsonan dalam Hangeul ada banyak, namun tidak sebanyak vokal, hanya 19 (beda dua saja). Setelah ini kita akan membahasnya satu per satu. Huruf konsonan dalam Hangeul kadang diucapkan berbeda-beda, ketika di awal, akhir, dan ketika ia bertemu dengan konsonan lainnya (jadi ingat hukum tajwid, hehehe). Jadi harus hati-hati, but kali ini aku hanya akan membahas cara pengucapan bila berada di awal kata, untuk dua yang lain akan dibahas pada posting selanjutnya, karena agak ribet (bukan agak, tapi memang ribet, hehehe).

Basic Consonants

Konsonan dasar dalam Hangeul ada sepuluh macam. Berikut akan aku sajikan Huruf Hangeul dari masing-masing konsonan dasar dan cara membacanya ketika berada di awal kata. Untuk cara melafalkan, kadang kita tidak bisa memberikan cara pelafalan yang sama persis seperti yang ada dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk mendengar sendiri native/orang Korea ngomong, misal dalam lagu, film, dan lain sebagainya.

Hangeul

Nama

Romanisasi (di awal kata)

기역

/giyeok/

g

Cara Membaca: dilafalkan antara k dan g.
Meskipun ada literatur yang menyebutkan cara membaca ㄱ adalah seperti g dalam kata garpu, namun aku lebih suka menyebutkan cara membaca seperti di atas (antara k dan g).

니은

/nieun/

n

Cara Membaca: dilafalkan antara n dan th (th seperti the dalam bahasa Inggris).
Meskipun ada literatur yang menyebutkan cara membaca ㄴ adalah seperti n dalam kata nona, namun aku lebih suka menyebutkan cara membaca seperti di atas (antara n dan th).

디귿

/digeut/

d

Cara Membaca: dilafalkan antara d dan t.
Meskipun ada literatur yang menyebutkan cara membaca ㄷ adalah seperti d dalam kata durian, namun aku lebih suka menyebutkan cara membaca seperti di atas (antara d dan t).

리을

/rieul/

r

Cara Membaca: dilafalkan antara r dan l (agak cadel); bukan r seperti dalam kata radio, dan bukan pula l seperti dalam kata lagu, tapi di antara keduanya (antara r dan l).

미음

/mieum/

m

Cara Membaca: dilafalkan m seperti dalam kata model (tanpa berdengung).

비읍

/bieup/

b

Cara Membaca: dilafalkan antara b dan p.
Meskipun ada literatur yang menyebutkan cara membaca ㅂ adalah seperti b dalam kata bapak, namun aku lebih suka menyebutkan cara membaca seperti di atas (antara b dan p).

시옷

/siot/

s

Cara Membaca: dilafalkan s seperti dalam kata sapu.

이응

/ieung/

-

Di awal kata, tidak diucapkan

지읒

/jieut/

j

Cara Membaca: dilafalkan antara j dan c.
Meskipun ada literatur yang menyebutkan cara membaca ㅈ adalah seperti j dalam kata jaring, namun aku lebih suka menyebutkan cara membaca seperti di atas.

히읗

/hieut/

h

Cara Membaca: dilafalkan h seperti dalam kata hari.

*Note:

  • Konsonan ㅇ bila berada di depan kata tidak diucapkan (berfungsi sebagai penghubung), lihat posting sebelumnya pada huruf vokal. Jadi 아  dibaca /a/, 이 dibaca /i/, dan seterusnya
  • Konsonan ㅅ bila dirangkai dengan vokal ᅵ,ㅑ, ㅒ, ㅕ, ㅖ, ㅠ, ㅟ akan dilafalkan /sh/ (seperti huruf syin ﺵ dalam tulisan Arab), maka 시 /shi/, 샤 /sha/, 섀 /shae/, 셔 /sheo/, 셰 /she/, 슈 /shu/, dan 쉬 /shwi/
  • Konsonan ㅎ bila dirangkai dengan vokal ㅢ (희) akan dilafalkan /hi/, bukan lagi /hui/, lihat posting sebelumnya pada huruf vokal.

Baca Selengkapnya…

 
6 Comments

Posted by on 18 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , , , , ,

Belajar Bahasa Korea (6 – Hangeul-Vokal)

Sekarang kita akan belajar Hangeul, the Korean writing system. Seperti sudah aku ceritakan sebelumnya di Sejarah Hangeul bahwa Hangeul diciptakan oleh Raja Agung Sejong. Hangeul merupakan sistem penulisan yang silabik dan fonetik. Silabik maksudnya setiap satu kesatuan adalah satu suku kata (silabel) sedangkan fonetik adalah setiap satu huruf melambangkan satu bunyi (fon). Aksara Latin adalah fonetik (satu huruf melambangkan satu bunyi/fon), sedangkan aksara Jepang adalah silabik (satu huruf melambangkan satu suku kata/silabel), sedangkan aksara China adalah ideografik (satu huruf melambangkan satu kata/morfem).

Apabila ingin belajar bahasa Korea, langkah pertama yan harus dilakukan adalah belajar Hangeul: membaca dan menulis. Persis seperti waktu kita kecil, diajarkan menulis dan membaca. Ya, kita adalah anak kecil dalam pembelajaran bahasa Korea.

Hangeul Philosophy

Huruf vokal didasari dari filosofi dasar manusia-bumi-surga. Titik menggambarkan matahari yang ada surga (yang), garis horizontal menggambarkan bumi/tanah (yin), dan garis vertikal menggambarkan manusia (elemen di antara keduanya/neutral). Kalau digabungkan seperti ini: manusia dengan kepala yang menengadah ke surga (mengharap adanya surga) dengan kaki masih menapak di bumi/tanah (tanda kerendahan hati). Wuih, so filosofis.

Dalam beberapa literatur, artikel, dan blog pengajaran bahasa Korea, dituliskan bahwa ada 21 huruf vokal dalam Hangeul: 10 huruf vokal tunggal (dasar) dan 11 huruf vokal gabungan. Namun di sini aku akan mencoba lebih filosofis dengan membagi huruf vokal menjadi tiga: bright vowels, dark vowels, dan neutral vowels.

Bright vowels (vocal cerah/ringan) ada dua: ᅩ dan ᅡ, dinamakan seperti itu karena menurut orang Korea ketika mengucapkan dua vokal itu suaranya terdengar merdu. Sedangkan dark vowels (vokal gelap/berat) ada dua: ᅥ dan ᅮ, dengan alasan yang sebaliknya. Dan neutral vowels, namanya juga neutral, atau tengah-tengah, jadi ya kalau mengucapkan itu kesannya biasa saja, hehehe, juga ada dua: ᅳ dan ᅵ. Ide dasar dari ini adalah kita hanya bisa menggabungkan vokal-vokal yang “sejenis”: bright-bright, dark-dark, neutral-neutral. Jadi kita tidak bisa menggabungkan dua vokal dark dan bright, namun neutral bisa digabungkan dengan siapa saja. Baru tahu? G percaya? Let’s see.

Baca Selengkapnya …

 
3 Comments

Posted by on 17 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , , , ,

Belajar Bahasa Korea (5 – Stylisasi)

Setelah kemaren berkenalan dengan internasionalisasi, sekarang aku perkenalkan lagi “bahasaku” sendiri, istilah Stylisasi. Sama seperti internasionalisasi, kalau kamu googling tentang stylisasi bahasa Korea udah pasti g ada. Hehehe.

Kalau kemaren aku mengartikan internasionalisasi sebagai “menerjemahkan” tulisan Hangeul ke dalam bahasa internasional (Inggris), maka stylisasi adalah kebalikannya: “menerjemahkan” tulisan dalam bahasa internasional (Inggris) ke dalam tulisan Hangeul. Ada-ada aja, hehehe, namun memang seperti itulah adanya. Dengan adanya trend alias budaya luar negeri terutama Amerika Serikat yang terus masuk ke negeri ginseng ini, maka mau tak mau akulturasi budaya terutama bahasa harus terjadi. For your information, di Korea Selatan, yang namanya Amerika Serikat itu diagung-agungkan, ya iyalah secara ia sekutu temen deket mitra allay, atau apalah itu sebutan lainnya. Pokoknya yang berbau Amerika Serikat disanjung-sanjung. Karena Amerika Serikat berbahasa Inggris, maka masuklah bahasa Inggris ke Korea sehingga terjadilah yang namanya stylisasi. Mengapa aku namakan stylisasi? Berasal dari kata stylish (penuh gaya), maka orang Korea yang menggunakan bahasa Inggris (bahasa Amerika Serikat) bisa dikatakan keren (sok bergaya). So, penerjemahan dari bahasa Inggris ke tulisan Hangeul aku namakan stylisasi, hehehe.

Mengapa harus diubah ke Hangeul? Mengapa tidak langsung saja ditulis dalam bahasa aslinya? Seperti penjelasan sebelumnya, orang Korea jarang ada yang bisa tulisan Latin, maka untuk menggeneralisasikan, dipakailah Hangeul untuk mentransliterasikan. Dan tentu saja karena sistem penulisan Hangeul berbeda dengan sistem penulisan latin, akan ada beberapa penyesuaian (adjustment) terhadap “lidah” korea, sehingga akan terdengar “aneh” bagi orang non-Korea.

Baca Selengkapnya …

 
1 Comment

Posted by on 15 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.