RSS

Berpetualang di Pantai Pelabuhan Ratu

pelabuhan ratuLiburan panjang kali ini gw akan bercerita tentang pengalaman gw traveling ke salah satu pantai eksotis nan mistis di pesisir Jawa Barat, yap, Pantai Pelabuhan Ratu. Pantai ini terletak di kecamatan Palabuhan Ratu, yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Letaknya di Barat Daya Jawa Barat, 60 km dari Kota Sukabumi. Liburan ini gw berencana mengunjungi tempat tinggal adik gw yg bekerja di Indonesia Power di PLTP Kamojang, Sukabumi. Ya, sekalian aja lah ya traveling di salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi ketika kita tiba di Sukabumi.

Untuk sampai di Pantai Pelabuhan Ratu kita bisa naik kendaraan umum, g susah kok untuk sampai ke sana. Kalau dari Bogor (dari terminal Baranang siang), kita bisa naik bus jurusan Pelabuhan Ratu-Bogor. Ada berbagai bus, namun gw lebih suka Bus MGI yang punya dua alternatif: AC dengan tarif Rp 40.000 dan ekonomi (non-AC) dengan tarif Rp 35.000. Durasi perjalanan lumayan lama, yakni 4 jam hehehe.
Kalau dari Terminal Sukabumi, bisa langsung naik Bus MGI arah Pelabuhan Ratu. Dari Jakarta juga ada, semisal dari Kampung Rambutan atau Kalideres, cari aja yang arah Pelabuhan Ratu, kemudian berhenti di pemberhentian terakhir, yakni di Terminal Pelabuhan Ratu. Dari sini, kita bisa naik ojek sampai ke salah satu pantai di sana, semisal Pantai Citepus, yang merupakan pantai paling deket. Ya kasih lah Rp 5.000 atau kalau kasihan ya tambahin dikit. Karena memang g jauh kok dari terminal ke pantainya, tapi ya kalau jalan kaki lumayan pegel hehehe.

Ombak di Pantai Pelabuhan Ratu tergolong keren alias kenceng banget, jadi tidak disarankan untuk berenang di sini. Dan katanya, di sini merupakan basisnya Nyai Roro Kidul, makanya tadi di atas gw bilang pantai beraroma mistis, hehehe. Pantai ini memiliki keindahan panorama yang khas, yakni perpaduan antara pantai yang curam, pantai yang landai, karang yang terjal yang dilatar belakangi cagar alam hutan dan gunung serta sungai yang aliran derasnya dapat digunakan untuk arung jeram. Kecantikan Pantai Pelabuhan Ratu ini sudah dikenal sejak jaman dulu, sampai-sampai Sang Proklamator kemerdekaan RI, Bung Karno menjadi inisiator untuk bangunan hotel mewah yang menjadi ikon Pantai Pelabuhan Ratu yakni hotel Samudera Beach Hotel.
Meskipun objek wisata ini cukup terkenal sampai ke mancanegara berkat keindahan panorama alamnya, namun jalanan ke sini belum cukup baik, jalanannya masih sempit dan ada perbaikan di sana-sini, bahkan ada salah satu ruas jalan yang dilakukan buka-tutup. Tapi tenang saja, katanya tahun 2017 akan ada proyek pembangunan Bandara Sukabumi, wuih, bisa tambah maju aja nih. Iya si, ini memang usaha yang harus dilakukan mengingat banyaknya objek wisata yang ada di wilayah Sukabumi.

Selain Pantai Citepus (Pantai Pelabuhan Ratu), di Sukabumi masih banyak objek wisata berbasis pantai yang wajib dikunjungi (kapan2 lah kalau gw ke Sukabumi lagi hehehe). Ada Pantai Ujung Genteng, yang juga tidak kalah terkenal dari Pantai Pelabuhan Ratu (dengan durasi perjalanan 3 jam dari Pantai Pelabuhan Ratu). Kemudian ada Pantai Karang Hawu yang mempunyai keunikan berupa batu karang yang menyerupai tungku (dalam bahasa Sunda hawu = tungku), dan juga Pantai Cimaja yang jadi primadona buat para surfer. Selain pantai, di kawasan Pelabuhan Ratu juga ada objek wisata lain yang kudu dikunjungi antara lain: Goa Lalay dan Pemandian Air Panas Cisolok.

Foto-foto gw publish di sini ya.

 
Leave a comment

Posted by on 26 December 2015 in Diary, Travelling

 

Tags: , ,

Jumlah Ayat dalam Alquran

Postingan kali ini gw ambil dari status Facebook (tanpa proses edit) tertanggal 5 Agustus 2015.
Berikut tautan link-nya: https://goo.gl/MRq84C.

ayat
Suatu ketika pas gw numpang tidur di salah satu kos mahasiswa #dosenkere, si doi membanggakan kecepatan internet di situ–gw g usah bilang berapa yes karena bukan kecepatannya yg mau gw bahas, tapi pasword wifi-nya. Passwordnya: 1301146666. Mungkin angka itu terkesan random dan susah diingat. Namun ternyata makna dbalik itu adalah: 1 Alquran 30 juz 114 surat 6666 ayat. Subhanallah. Tapi bukan itu kata pertama gw, melainkan kok 6666? Kan jumlah ayat Alquran bukan 6666. Dia terkejut, dan seperti sudah gw kira banyak orang mengira bahwa jumlah ayat Alquran adalah 6666. But wait, it’s not true. Coba aja buka Alquran, jumlahin semua ayatnya. See, hasilnya bukan 6666 (bisa dilihat di foto).

Then, angka itu dapatnya dari mana? Ada yg bilang jumlahin 1+2+3…+114. Well, kita g bodoh, jumlahnya 6555, tambahin lagi semua bismillah yg ada di permulaan setiap surat kecuali di Surat Attaubah (gw pernah bahas hal ini) dan Alfatihah. Tidak 6666 juga. Ada juga blog yg menuliskan “selisih” (6666-6236 = 430) yg ada adalah penjumlahan dari nama Nabi Muhammad (mim huruf ke-24: surat ke-24 jumlah ayatnya 64, ha: 6 dan 165, mim: 24 dan 64; dan dal: 8 dan 75). Kalau dijumlah 430. Wow, kebetulan yang kereeen. =_=#maumandipakeoli

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Tentang jumlah ayat al-Quran ada 6000 ayat. Kemudian ulama berbeda pendapat yang lebih dari angka itu. Diantara mereka berpendapat, tidak lebih dari 6 ribu ayat. Ada yang mengatakan, 6204 ayat. Ada yang mengatakan, 6014 ayat. Ada juga yang mengatakan, 6219 ayat. Ada yang mengatakan, 6225 atau 6226 ayat. Dan ada yang mengatakan, 6236 ayat. Pendapat terakhir ini disampaikan oleh Abu Amr ad-Dani dalam kitab al-Bayan.”

Loh loh loh kok bisa beda2 gmana ini, apa Alquran beda2 versinya? kok bisa g sama si. Santai bro, santai.
Ingat bahwa Alquran tidak diturunkan dalam bentuk gelondongan. Tapi berangsur-angsur dan TIDAK TERTULIS. Rasulullah seseorang yg buta huruf. Beliau mambacakan ulang apa yg “diajarkan kepadanya” kepada shahabatnya. Terkadang diriwayatkan Beliau berhenti membaca dan menarik nafas. Pada saat itu timbul asumsi di situlah ayat itu berhenti dan habis. Sementara yang lain berpandangan bahwa Beliau hanya sekedar berhenti menarik nafas dan tidak ada kaitannya dengan berhentinya suatu ayat. Rasulullah tidak jarang tidak menjelaskan kenapa menarik nafas dan berhenti, apakah menunjukkan penggalan ayat, atau hanya semata-mata menarik nafas karena ayatnya panjang.

Contohlah gini, dalam QS 6:73

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِالْحَقِّ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ قَوْلُهُ الْحَقُّ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Kata كُنْ فَيَكُونُ muncul 8 kali dalam Alquran dan semuanya (kecuali ayat ini) merupakan akhir ayat. Tafsir-e-Fazli kemudian menyatakan kalau ayat ini dipecah di kata ini sehingga ada dua ayat. Hal yg sama juga berlaku pada QS 4:173 di mana ayat dipecah pada kata عَذَابًا أَلِيمًا.
Beberapa “variasi” lain juga banyak dan tak elok kalau semua gw kasih di sini.

Tapi itu semua tidak menjawab pertanyaan dari mana muncul angka 6666? Ibnu Huzaim dalam buku “An Nasih wa’l Mansuh” menyatakan bahwa Alquran terdiri dari 1000 ayat tentang wa’ad; 1000 ayat tentang wa’id; 1000 ayat tentang amr; 1000 ayat tentang nahy; 1000 ayat tentang informasi dan kisah-kisah; 1000 ayat tentang larangan dan contoh; 500 ayat tentang kekuasaan; 100 ayat tentang doa dan memuliakan; dan 66 ayat nasih and mansuh. Namun jujur, gw agak sangsi dengan “indahnya” angka ini. Harus diverifikasi lagi kah? G tahu ah gw bukan ahli tafsir. Sementara anggap 6666 berasal dari sini (atau kalau ada yg tahu dari mana sumber angka 6666 itu sila gw dikasih tahu).

Intinya gw mau ngasih tahu bahwa … apa ya, gw juga bingung ama status kali ini. Gw g bilang gini loh ya, angka 6666 itu rekayasa kaum zionis (apa pula yg dimaksud dengan ini) yg ingin memecah belah umat Islam karena itu adalah bilangan setan. Oh please,,, mau main cocok2an lagi? Sini, gw bisa kok main itung2an, mau pake sempoa atau kalkulator?

*MU

 
1 Comment

Posted by on 5 August 2015 in Diary, Islam

 

Tags: , ,

Silaturahmi vs. Silaturahim

Postingan kali ini gw ambil dari status Facebook (tanpa proses edit) tertanggal 21 Juli 2015.
Berikut tautan link-nya: https://goo.gl/8Tlaj9.

10671243_10206256172834607_3709077301395446084_n

Ketika halal-bi-halal keluarga yg lalu, saudara MC berkata seperti ini, “…menyambung sila…turahim, hampir salah ucap dengan silaturahmi. Jangan sampe salah ya…” spontan gw dicolek sebelah gw, “Mas emang yg bener mana, silaturahim apa silaturahmi?” Gw jawab, “Bener semua, tapi kalau menurut kaidah bahasa Indonesia yg benar, yang tepat adalah SILATURAHMI.” Yang nanya juga g bego, “Lha mas aku pernah baca katanya rahmi artinya rasa sakit yg dirasakan ibu-ibu sebelum melahirkan.”

Iya, ia tidak salah. Kalau kita googling mengenai apa yg benar, silaturahim atau silaturahmi, maka banyak blog2 yg menuliskan yg benar adalah silaturaHIM karena ditinjau dari bahasa Arab yg artinya menyambungkan kekerabatan (silah artinya menyambung dan rahim artinya kekerabatan), sedangkan silaturaHMI salah karena rahmi artinya seperti sudah dikatakan yg nyolek gw di atas. Bahkan lebay-nya ada tambahan seperti ini, “Makanya, tidak heran ya sob, kalau bnyak orang saling menyakiti karena selama ini pun salah menggunakan istilah silaturahmi.” WHAAAAT logika macam apa itu. Banyak yg saling menyakiti gara2 salah pakai istilah rahmi yg artinya rasa sakit/nyeri.#hanyageleng2kepala.

Begini sob, gw mau bahas hal sepele ini tapi gw g meninjau pake hadist dari Abu Hurairah atau pun dari kitab2 macam shahih/sunan Bukhori, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi (ada bab ttg ini). However, gw mau meninjau dari istilah etimologi dan serapannya dalam bahasa Indonesia. Jadi maaf kalau bahasan kali ini agak panjang.
Dalam KBBI, bisa dilihat kalau kata yg baku adalah SILATURAHMI, yang artinya tali persahabatan (persaudaraan). Apakah KBBI salah? si ahli bahasa Indonesia g tahu bahasa Arab? kurang paham ilmu agama? Weleh2 jangan buru2 dulu sob.

Dilihat dari sumber bahasanya, jelas kedua kata itu dari bahasa Arab: صلة الرحم. Dalam kamus Alkalali (hal. 469) (as)shilatu berarti sambungan dan (ar)rohmu (hal. 432) berarti rahim (peranakan) dan jamaknya (al)arhaam. Sumber berikutnya: Dalam kamus Almunawir (hal. 518-519), Mahmud Yunus (hal. 139), dan An-Nur (hal. 69) terdapat kata (1) rohima-(y)arhamu-rohmat(an) yang berarti mengasihi, menaruh kasihan; (2) rohim(un) dan jamaknya arhaam yang berarti peranakan, rahim ibu, tali perkauman, persaudaraan.
Dari ketiga kamus tersebut tampak terdapat titik temu dengan kata (ar)rohmu yang terdapat dalam kamus Alkalali. Simpulannya bahwa kata rohim(un) yang diserap menjadi rahim dan rohmi (kemudian diserap menjadi rahmi), keduanya bisa berarti rahim. So, kata silaturahmi ataupun silaturahim mempunyai arti sama, yaitu sambungan rahim, tali perkauman, dan tali persaudaraan.
Sekali lagi (kalau masih kurang manteb), dalam kamus Al-Mu’jam al-Wasith—kamus ekabasaha modern yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Arab Pemerintah Republik Mesir—disebutkan bahwa entri: rahim, rahmi, dan rihmi, ketiganya mempunyai makna: (1) tempat pembentukan janin atau kantung di dalam perut, (2) kerabat beserta penyebabnya. Ketiganya merupakan kata yang bersinonim yang kedudukannya ditempati oleh yang lainnya.

Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata silaturahmi sudah tepat menurut tata bahasa dan etimologi. Sementara silaturahim (dan–bisa jadi–silaturihmi) juga bisa dipakai–tentunya untuk konteks nonformal yang tidak mengharuskan penggunaan kata sesuai dengan EYD.

Tapi jangan pergunakan kata Silaturahmi kepada orang Arab, mereka g bakal paham, karena kata ini tidak pernah digunakan oleh orang Arab sendiri. Namun “Silaturahim” mungkin dapat dimengerti oleh sebagian orang Arab (yang tahu hadist dari Abu Hurairah). Mereka lebih sering menggunakan kata “ziarah” yang artinya berkunjung. Tuh kan beda lagi, di Indonesia kata itu dikhususkan untuk ke kuburan.

Bisa gw ambil kesimpulan bahwa Bahasa Indonesia mengadopsi kalimat “Shilaturrahim” menjadi “Silaturahmi” (mengubah ortografi baku “shad” yg seharusnya “sh” menjadi “s” saja serta huruf “r” ditulis satu saja, bukan dua). Silaturahmi dalam konteks Bahasa Indonesia tetap bermakna shilaturrahim karena sudah dibakukan oleh leksikografi Bahasa Indonesia.

==Silaturahmi merupakan korban dari fenomena fonetis (qadhiah sima’iyah) orang Indonesia belaka==

*MU

 

 
Leave a comment

Posted by on 21 July 2015 in Diary, Islam

 

Tags: ,

Image

Another Healing at 포천 허브아일랜드 (Pocheon Herb Island) – Gallery

20140816_170239

20140816_170243

20140816_170449

20140816_185439

Lihat Gallery Selengkapnya…

 
1 Comment

Posted by on 19 August 2014 in Diary, Korea, Travelling

 

Tags: , ,

Another Healing at 포천 허브아일랜드 (Pocheon Herb Island)

20140816_170259

Setelah merasakan capeknya berjalan dari Pocheon Art Valley ke pertigaan entah apa namanya, kami berdua (aku dan Mas Favian) kembali melanjutkan petualangan masih di Kota Pocheon dengan mengunjungi Pocheon Herb Island (PHI). Perjalanan ke sana bisa ditempuh dari Halte 신북온천 (Sinbuk Oncheon) dekat dengan Terminal Pocheon menggunakan Bus Hijau No. 57 lalu turun di 삼정리 (Samjeong-ri), lalu jalan lurus ke arah Jalan Samcheongol-gil then sampai deh di Herb Island. Itu yang tertulis di situs travel Korea. Namun kami tidak percaya lagi. Setelah nunggu luama banget di halte tsb, akhirnya kami memutuskan naik taksi ke sananya. Mahal gila cuy, 16,000 Won sekali jalan dan lama perjalanannya sekitar 20-30 menit itupun kalau cepet. Untuk berjaga-jaga pun kami nanya telp. sopir taksinya dan minta jemput nanti kalau sudah selesai main-mainnya, hehehe. Kalau di resume di awal, sungguh perjalanan yang melelahkan di Kota Pocheon, seriously. Dan ternyata bukan aku saja, hampir semua foreigner yg ke sini tanpa kendaraan pribadi juga merasakan hal yang sama T_T.

PHI didirikan pada tahun 1998 dan awalnya didirikan untuk mengembang biakkan Mediterranean herbs.Terdapat sekitar 180 lebih jenis herba yang berbeda di Indoor Botanical Garden-nya dan Outdoor-nya. Di sini ada Herb Museum, Living & Herb Exhibition Hall, Herb Restaurant, Herb Barbecue Restaurant, café, bakery, toko cindera mata, Aroma Therapy Center, Venezia Village, Herb Studio, Mini Zoo, dan outdoor performance hall. Biaya masuk tergolong murah hanya 3,000 Won. Jam bukanya tidak bergantung pada musim, baik musim panas (Mei – Oktober) maupun dingin (November – April), tiap weekday dan hari Minggu buka dari pukul 10.00 sampai pukul 10 malam, sedangkan untuk hari sabtu dan hari libur nasional, buka dari pukul 10 sampai pukul 11 malam.

Sebenarnya, kalau menurut pendapat gw yang jujur, tidak begitu menarik. Hampir semacam Venesia kecil. Ada kanal atau sungai kecil yang bisa dipakai untuk mainan bola plastik yg diisi manusia (gw g tahu itu nama permainannya apa), bisa juga dipakai untuk main perahu2an bareng keluarga (tapi ya cuman muter aja di sono, g gedhe2 amat). Menurut gw lebih bagus dan lebih gedhe PAV deh, hehehe, apa gara2 kita udah capek ya ke sininya jadi tidak begitu menikmati liburan di sini.

Dan bisa dibayangkan pulangnya, wedew, g ada kendaraan umum dong cuy. Untung tadi gw nyimpen no.telp nya sopir taksi tadi. Dengan pengetahuan bahasa Korea yang terbatas, bisalah manggil tuh sopir ke sini buat jemput, dan Alhamdulillah argonya tidak muter dari di mana dia mulai jemput kami, ya keleus, mahal banget pasti. Tapi kasihan juga soalnya jauh dari perkotaan, tapi g papalah pak sopir yang baik hatinya. Terima kasih atas jemputannya dan argonya hehehe.

Seperti biasa, foto-foto dari Pochen Herb Island bisa disaksikan di sini.

 
Leave a comment

Posted by on 18 August 2014 in Diary, Korea, Travelling

 

Tags: , ,

Image

Healing at 포천아트밸리 (Pocheon Art Valley) – Gallery

20140816_121054

20140816_123707

20140816_121556

10612819_10203035990153909_3307159869114199108_n

20140816_121504

Lihat Gallery Selengkapnya…

 
1 Comment

Posted by on 17 August 2014 in Diary, Korea, Travelling

 

Tags: , ,

Healing at 포천아트밸리 (Pocheon Art Valley)

20140816_110245

Pocheon merupakan suatu kota, masih di Provinsi Gyeonggi. Aku tertarik mengunjungi daerah rural ini karena ingin merasakan lagi nikmatnya berada jauh dari hingar-bingar Korea, terutama Seoul yang semakin padat penghuninya. Plus menghirup udara bersih nan nyaman di daerah pedesaan. Bagi yang tertarik dengan ini, Pocheon merupakan salah satu alternatif (so aku beri judul posting ini… healing, hehehe). Aku berangkat dengan Mas Favian, yang juga memang pengen menghirup udara segar pedesaan, Sabtu pagi, kita berangkat jam delapan dari Suwon Bus Terminal. Salah satu alternatif kalau mau ke PAV via Suwon adalah dengan menggunakan 시외버스 (Intercity Bus). Berangkat dari 수원버스터미널 (Terminal Suwon) ke 포천터미널 (Terminal Pocheon). Harga tiket satu orangnya saat itu 8,000 Won. Agenda saat itu adalah ke Pocheon Art Valley (PAV), yang memang sangat terkenal dan menjadi ikon kota Pocheon. Dari Terminal Pocheon kita bisa naik Bus 67 atau 67-1 ke 포천아트밸리 (Pocheon Art Valley).

20140816_112010Ternyata, lama parah nunggu busnya. Kadang busnya cuma datang 1 jam sekali, ada juga yang datang 4 jam sekali! Pas kita tanya sopir taksi di sana, karena Pocheon kota kecil dan sedikit penduduknya, sehingga frekuensi bus datang tidak secepat yang ada di Seoul atau Suwon. Dan satu informasi lagi yang kita dapatkan, bus 67 atau 67-1 yang seharusnya mengantarkan kita sampai ke depan gerbang PAV tenyata kalau weekend hanya berhenti di satu halte sebelum PAV! Okelah semua yg ingin ke PAV harus turun di sono (gw lupa nama haltenya, tapi untungnya dg pengetahuan bahasa Korea kita bisa tahu klo sopirnya bilang yg mau ke PAV turun depan, bus g belok!) Ah sial, turunlah kita bareng2 dg pengunjung lain di belokan apa gt g tahu namanya. Tapi di belokan itu ada Semacam info kalau ini sudah masuk area PAV (lihat foto heading posting). Kita pikir kalo 1 halte doang paling barang jalan 10 menit atau kurang. Terus kita lihat kok orang2 Korea barengan kita yang mau ke PAV pada naik taksi. Hmm ada yg tidak beres ini, padahal orang Korea terkenal g males kalao jalan (beda dg orang Indonesia :-p). Dan ternyata jarak dari belokan tadi ke PAV adalah 2.5 km lebih! Untung kita pake taksi … fyuh.

PAV awalnya merupakan tambang granit yang beroperasi pada tahun 1960an sampai 1990an. Kemudian menjadi teronggok tidak terurus karena produksi dihentikan. Mungkin sayang kali ya, pemerintah kota pun membangun kembali pada tahun 2009 dan jadilah PAV ini. Di dalamnya dibangun exhibition rooms, cafe, outdoor performance stage, walking paths, dan.. monorail! Ada juga danau buatan, namanya Danau Cheonjuho, digali dari batuan granit yang airnya diisi dari air hujan dari mata air. Kedalaman paling dalam adalah 20 meter dan tidak terbuka untuk umum (karena alasan menjaga kualitas air dan juga keselamatan pengunjung).

Baca Selengkapnya…

 
5 Comments

Posted by on 16 August 2014 in Diary, Korea, Travelling

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers