RSS

First Time in DIKTI

02 Jul

Hari ini aku mau nulis pengalamanku ketika berkunjung untuk yang pertama kali ke DIKTI, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Aku ke sana sebenarnya “hanya” mau mengantar seniorku yang dapat Beasiswa Unggulan Luar Negeri (BU LN) DIKTI Gelombang I tahun ini. Aku sebenarnya juga mendapatkan BU LN DIKTI, hanya bedanya dengan seniorku aku yang Gelombang II. Kapan-kapan aku akan cerita pengalamanku bagaimana aku mendapatkan BU LN DIKTI. Hehehe.

Seniorku yang satu ini, namanya Mbak Vita, dalam mendapatkan BU LN DIKTI mempunyai kondisi yang unik dan lain dari yang lain. Kalau biasanya kita mendaftar beasiswa ketika kita akan kuliah, namun dia mendaftar BU ketika dia sudah kuliah (on going). Kok bisa. Gimana caranya? Itulah uniknya. Jadi dia sudah masuk kuliah dulu waktu spring semester, kira-kira Februari, dan praktis waktu itu BU belum dibuka. Dan ketika BU dibuka kira-kira Maret, dia ikutan, dan Alhamdulillah dapet. Ternyata bisa ya seperti itu. Jadi buat kalian yang sudah “kuliah” namun masih pengen untuk daftar BU, masih ada kesempatan, hehehe.

Namun perjuangan Mbak Vita ini aku akui tidak mudah. Salut aku dan patut aku acungi jempol. Dia sebelumnya sudah mendapatkan beasiswa S2 dari Universitas Kyung Hee di Korea Selatan (yang insya Allah akan jadi kampusku nanti, hehehe) karena menjadi asisten di salah satu lab di sana, QUADLAB namanya. Lab yang berhubungan dengan Pengendalian Kualitas, Statistika, dan Data Mining, namun departemennya masuk Industrial & Management System Engineering. Perjalanan mendapatkan itu juga g mudah, penuh lika-liku dan cobaan, hehehe lebay. Ntar kapan-kapan kalau ada waktu aku mau cerita juga bagaimana mendapatkan beasiswa dari Universitas, karena aku juga pernah dapat beasiswa macam itu, tapi karena aku udah dapat BU LN DIKTI, so beasiswa itu aku lepas ceritanya.

Nah, kali ini Mbak Vita balik ke Indonesia karena nanti tanggal 5 ada Pembekalan untuk yang menerima BU Gelombang I. Nah, karena waktu dia terbatas di Indonesia, maka waktu yang terbatas dan sempit itu harus dimaksimalkan. Jadilah kami berdua ke DIKTI siang tadi. Rencananya mau bertiga, dengan Nela, temenku yang juga mendapatkan BU LN DIKTI Gelombang II, cuman gara-gara dia terjabak macet (dia berangkat dari Bandung pukul 10.00 via travel) dan takut kesorean sampenya, maka hany kami berdua yang berangkat ke DIKTI. Bersama mobil charteran Mbak Vita berangkatlah kami dari Hotel Millenium, tempat di mana nantinya diadakan Pembekalan BU Gelombang I.

DIKTI, beralamat di Jalan Pintu I Senayan Gedung D. Kalau mau naik Busway, turun di Halte Gelora Bung Karno, lalu turun nyebrang dan jalan ke utara berbelok ke kiri ke Jalan Pintu I Senayan. Gedung D ada di depan Lapangan Softball. Masuk ke sana kita akan diberi suatu form yang menyatakan kita akan bertemu dengan siapa, waktu datang, dan tanda tangan kami plus tanda tangan petugas di lantai di mana kita nanti akan ketemu. Jadi “hanya” untuk ketemu seseorang harus ada buktinya. Bagus berarti, semua ada pertanggungjawabannya. Waktu itu aku agak gmana, soalnya kita belum ada janji ketemuan dengan Mbak Citra, yang ngurusin BU. Sebenarnya dengan banyaknya pelamar dan banyaknya rangkaian kegiatan dalam BU LN, namun hanya ada dua staf DIKTI yang mengurusinya, Mbak Citra dan Mas Bagus. Wah kasihan ya.

Udah lah, bodo amat, kita langsung ke lantai lima, tebak-tebak buah manggis, kalau ada syukur, kalau tidak ada ya g papa, hehehe. Langsunglah kami ke lantai 5. Ternyata di sana ramai banget, riweuh gitu, dengan lalu lalang orang-orang, ada yang ngurusin BU juga, Dosen yang mau berangkat, sampai yang hanya tanya-tanya aja. Mbak Citra juga tampaknya sibuk. Ketika kami sampai, dia sudah melayani ibu-ibu yang “kemrungsung” kayaknya mau berangkat luar negeri deh aku g tahu pastinya. Tahu sendiri kan gmana kalau orang lagi buru-buru. Terus ada bapak-bapak yang hanya tanya-tanya tentang BU LN DIKTI, karena anaknya mau daftar itu. Kemudian ada ibu-ibu dosen UNILA yang menanyakan status kepagawaiannya ketika mendaftar BLN DIKTI, beasiswa lain yang diberikan DIKTI untuk dosen yang mau kuliah ke luar negeri. Kesemuanya itu dia (Mbak Citra) jawab dengan santai dan rileks. Tidak tampak ada nada kecewa, marah, atau gmana. Wah sabar ya.

Akhirnya tiba giliran kami. Langsung tu Mbak Vita nerocos nanya macem2, karena dia emang yang berkepentingan. Aku hanya menemani dan menilik, ingin tahu kira-kira nanti gmana ya, hehehe. Soalnya aku belum dapat jadwal pembekalan. Dijelasin tuh gimana-gimananya. Yang katanya bakal aku dapat ketika pembekalan nanti. Ya sudah. Kalau aku udah pembekalan aku akan cerita gmana-gmananya, hehehe. Yang jelas nanti bakalan belibet dah, pake ngurus SP Setneg lah buat nyairin dana. Belum lagi visa yang ngurus sendiri. Waduh, kalau g punya tempat tinggal di Jakarta bakalan repot, plus mahal karena harus bolak-balik. Beruntung aku kerja dan tinggal di Jakarta, jadi kalau ada apa-apa tinggal ngesot. Hehehe.

 
Leave a comment

Posted by on 2 July 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: