RSS

Tips Beli Harddisk Eksternal

03 Jul

Hari ini merupakan hari yang melelahkan… Untuk kedua kalinya aku ke DIKTI, kali ini tidak hanya berdua dengan Mbak Vita, namun juga dengan Nela, yang kemaren g jadi ikut ke DIKTI dengan alasan “kesorean”. Aku dengan Mbak Vita ketemuan di Halte Bank Indonesia kemudian kami bareng-bareng naik Taksi (dengan orang tuanya Mbak Vita juga) ke Gedung DIKTI. Dan rencananya kami ketemuan dengan Nela di sana. Kami sempet lama nunggu si Nela karena dia belum tahu letak DIKTI di mana. Alhasil, dia (Nela), yang dianter pacarnya, muter-muter di Kawasan Gelora Bung Karno untuk mencari Gedung DIKTI.

Setelah semua ketemu di lantai 5, besar harapan kami akan progress hari itu. Maklum, kemaren kami cukup banyak dapat info, dan hari ini pun ekspektasi kami cukup tinggi. Pertama adalah kami ingin tahu bagaimana memperoleh SP Setneg yang kalau kita tidak dapat itu, maka dana beasiswa dari DIKTI tidak akan cair. Kedua adalah kami ingin mendapatkan Guarantee Letter (LG) yang akan berguna kalau nanti mengurus visa keberangkatan. Ketiga kami ingin tahu kapan jadwal pembekalan Gelombang II. Dan keempat, pertanyaan titipan Nela tentang surat kontrak dia dengan Rektor UNDIP yang hilang. Dengan semua pertanyaan itu, kami berharap akan mendapatkan “jawaban” yang memuaskan. Namun ternyata tidak sesuai dengan harapan kami. Pertama, Mbak Citra (staf DIKTI) tidak tahu cara ngurus SP Setneg, karena itu udah masuk dalam ranah BPKLN (Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri), yang rencananya akan diberi tahu pas pembekalan. Kedua LG sedang dalam proses, dan untuk punyaku, belum di”apa-apa”in karena attachment ku g kebaca, jadi harus kirim lagi. Ketiga belum ada jadwal, dan yang keempat si Nela diminta buat lagi, karena surat hilang di sana adalah hal yang biasa, gitu katanya.

Okelah meskipun seperti itu, progress yang aku dapatkan kali ini adalah aku tahu kontrak yang nantinya aku akan tandatangani, meskipun aku belum pembekalan (rencananya kontrak itu diberikan pas pembekalan). Inti-intip dulu, hehehe. Selain itu, kami yang Gelombang II (aku dan Nela) bisa ikut Pembelakan Gelombang I pada 5 Juli meski kami statusnya Gelombang I, tapi dengan konsekuensi tidak ada kamar karena kan jadwal kami pembekalan ada lagi. Ah gpp, kalau cuma tempat nginep mah gampang karena domisili ku udah di Jakarta. Plus progress hari itu yang kami sepakati adalah kami tahu kalau di DIKTI ada fotocopy-an =_=’.

Namun mengapa judulnya g ada kaitannya dengan DIKTI? Nah, yang akan aku share kali ini memang tidak ada kaitannya dengan DIKTI, yaitu tentang Tips membeli Harddisk Eksternal. Karena sepulang dari DIKTI, sekitar jam 12an lah, aku langsung hunting cari Harddisk, yang memang udah aku rencanakan sejak weekend kemaren namun g kesampaian. Karena udah di luar dan g ada kegiatan, y udah aku hunting aja.. Pertama aku ke Mangga Dua. Aku pernah ke Mangga Dua sekali, dulu, pas awal-awal ke Jakarta, cuman aku tidak tahu di mana Harco, yang katanya surga komputer. Gara-gara itu aku salah masuk ke Mangga Dua Square, dan di lantai yang tulisannya “Komputer”, ternyata sepi.. krik krik.. Karena kecewa aku akhirnya pulang dan memutuskan untuk hunting ke Ambassador (later on aku dikasih tahu Mas Sigit, temen kerjaku kalau aku salah masuk, bukan di Mangga Dua Square… oke). Dan akhirnya aku dapat deh, Harddisk Eksternal ukuran 1 Tera merk WD.

Mengapa aku beli yang itu? Alasanya akan aku bagi dalam Tips Membeli Harddisk Eksternal.

Backup-Plus-Family-HeroPertama yang mesti di-consider adalah kamu mau beli yang kapasitas berapa. Karena itu yang biasanya ditanyain oleh yang jual. Ketika tanya mbak/mas/bang/om/koh ada Harddisk Eksternal? Jawabannya satu, kapasitas berapa? Aku belum pernah jumpa yang jawab merk apa, atau warna apa, atau alamatnya di mana. Hal ini akan mempengaruhi ukuran fisik dari Harddisk. Ukuran fisik Harddisk ada dua, yang 2,5′ (kecil dan portable), dan 3,5′ (besar). Yang ukurannya sampai 1 Tera (250 Giga, 500 Giga, 750 Giga) ukuran fisiknya kecil, portabel, dan enak di bawa ke mana-mana (2,5′). Kalau kamu mau tu Harddisk sering dibawa kemana-mana, aku sarankan beli yang ukuran ini. Soalnya kalau yang kapasitasnya di atas itu, misal 2T, ukurannya sangat besar, 3,5′. Karena sebenarnya ini adalah Harddisk komputer. Dan g enaknya adalah dia tidak portable. Harus dicolok ke listrik juga. Karena dia “g kuat” kalau hanya nyolok ke Komputer/Laptop. Wah repot ya, kalau g ada listrik tu Harddisk g akan ada fungsinya. Makanya kalau mau yang sering dibawa-bawa, aku sarankan beli yang kapasitasnya maksimal 1T. Kata masnya yang jual, teknologi di Indonesia belum ada yang kapasitas di atas 1T tapi kecil dan portable. Mungkin di luar negeri ada. Wah, kalau misal nanti ke Korea mau lihat ah, ada apa enggak ya, hehehe.

Kedua adalah interface. Sebenarnya ini g gitu “penting-penting” amat tapi g mau kan kalau beli Harddisk tiba-tiba g bisa nyolok ke Laptop? Maksudnya interface adalah sesuatu yang menghubungkan antara Harddisk eksternal dengan Laptop/Komputer. Ada beberapa jenis interface: USB 2.0, USB 3.0, Firewire 400, Firewire 800, eSATA, dan Gigabit Ethernet. Jenis interface ini akan ngaruh ke kecepatan transfer data (dan tentunya harga). Saat ini yang banyak dicari adalah USB 2.0 karena menimbang harganya yg termurah & tersedia di komputer manapun. Pengguna Mac banyak yang beli dengan interface Firewire 400 & 800 yg diklaim mampu mentransfer data lebih cepat & stabil ketimbang USB 2.0. Pengguna korporat & professional banyak yang beli dengan interface eSATA & Gigabit Ethernet menimbang kecepatan transfernya yg superior. USB 3.0 masih sangat jarang meningat masih jarang Laptop/Komputer yang punya port USB 3.0.

Ketiga yang g kalah penting adalah garansi. Macam-macam garansi yang diberikan oleh Toko, ada yang 1 tahun, 2 tahun, sampai 3 tahun. Hal ini berpengaruh ke harga. Dan biasanya merk-merk tertentu memang memberi garansi yang berbeda-beda, misalnya Toshiba hanya memberikan garansi 1 tahun dan WD 3 tahun. Garansi yang diberikan biasanya tidak untuk fisik dan data. Jadi misal Harddisk terjatuh, cowel, atau yang berhubungan dengan fisik yang lain, Toko tidak akan bertanggung jawab. Plus dengan data-data yang ada di dalamnya. Bertalian Jadi hanya rusak akibat software dan penggunaan. Dan biasanya Toko akan memberi yang baru bila persediaan masih ada. Hal yang bertalian dengan ini, pastikan struk dari Toko tidak hilang!

Keempat adalah feature lain. Meskipun ini adalah aspek sampingan, namun ini juga mempengaruhi bagaimana orang membeli Harddisk. Ada Harddisk yang ada software backup dan password protection, jadi bisa memback-up data di Laptop/Komputer plus perlindungan password kalau misalnya data yang ada di Harddisk merupakan data “rahasia”. Feature lainnya adalah anti shock. Harddisk eksternal biasa akan rusak jika terbentur/jatuh & anti shock ini akan melindunginya. Contoh Harddisk eksternal yg punya feature anti shock ialah Adata SH93. Ada lagi adalah bahannya. Harddisk eksternal biasa terbuat dari bahan plastik murah. Ada yang berbahan aluminium dan membuatnya tampil lebih elegan, contohnya adalah LaCie.

Dan yang terakhir adalah merk dan harga. Tapi biasanya ini yang jadi kriteria pertama, terutama bagi mahasiswa, hehehe. Memang merk berhubungan dengan perceived quality/reputasi, dan tentu saja dengan harga. Jangan tergiur dengan harga yang murah namun merk yang tidak dikenal. Mahal dikit gpp asal awet. Merk yang berhamburan di toko biasanya WD, Buffalo, Seagate, Toshiba, dan Hitachi. Di antara itu, yang memang spesialisasi di storage adalah WD dan Buffalo. Jangan terpukau dengan nama besar Toshiba, karena spesialisasinya tidak disitu, jadi lebih bagus WD dan Buffalo, karena memang mereka spesialisasinya di storage. Dan dengan ini pun harga keduanya biasanya lebih mahal dari yang lain. Kalau 1 T biasanya WD dijual dengan harga 1,1 Juta, sama seperti Buffalo, sedangkan Toshiba dan Hitachi dikisaran Rp 1.050.000.

Seperti dikatakan diawal, aku memilih WD-My Passport (jenis terbaru) kapasitas 1T. Aku memilih 1 TB karena yang pertama aku g mau ketika harus nyolok ke listrik misal mau pake Harddisk. Meskipun “range” harganya antara 1T dengan 2T cukup dekat, namun jangan terbuai dengan itu. Aku awalnya mau beli yang 2T, karena “kasarannya” 1T harganya 1,1 dan 2T 1,4, ya beda 300an doang, mending yang 2T sekalian. Namun melihat kondisi 2T yang tidak “memungkinkan” akhirnya aku beranjak ke 1T. Plus buat sharing risiko. Kedua karena WD garansinya 3 tahun, sedangkan Toshiba hanya 1 tahun. Mengingat aku akan ke Korea selama 2 tahun, jadi kalau ada apa-apa sepulang aku dari sana, aku masih bisa klaim. Hehehe. Ketiga WD punya software backup dan password protection. Kalau Toshiba, hanya yang premium, yang warnanya putih yang punya software itu, dan harganya pun berbeda dg Toshiba canvio, yang biasanya dijual. Bisa sampe 1,2 juta. Keempat karena memang WD punya spesialisasi dan track record yang bagus dalam hal storage alias penyimpanan. Awalnya aku silau dengan nama besar Toshiba, plus karena Laptopku Toshiba aku pengen “memadukan” keduanya. Namun setelah mengetahui hal ini, aku banting stir ke WD. Selain itu, WD dapat bonus softcase sedang Toshiba g dapet. Hehehe

Selamat berbelanja dan semoga bermanfaat.πŸ™‚

 
3 Comments

Posted by on 3 July 2012 in Diary, IT, Tips

 

Tags: , , , ,

3 responses to “Tips Beli Harddisk Eksternal

  1. dedeariyanto

    18 July 2012 at 11:33

    Artikel yang menarik….
    Jika berkenan mampirlah ke blog aku juga yah…. klik disini jangan lupa komentarnya di bawah postingπŸ™‚ Trims.

     
    • Mujiya Ulkhaq

      18 July 2012 at 17:10

      Terima kasih Mas Dede Ariyanto berkenan mampir di sini…πŸ™‚

       
  2. Muhammad Anshori

    5 February 2016 at 13:16

    ini mah elu ngiklanin WD, bukan ngasih tips, LOL

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: