RSS

Keutamaan Bulan Sya’ban dan Malam Nishfu Sya’ban

04 Jul

Malam ini adalah malam yang istimewa,  bukan karena ini adalah 4th of July alias Hari Besar di Amerika Serikat sono, namun karena malam ini adalah malam Nishfu Sya’ban. Heum… Seorang teman bertanya, emang apa sih malam Nishfu Sya’ban itu dan apa si keutamaannya. Di sini aku akan berbagi mengenai apa itu malam Nishfu Sya’ban, keutamannya, dan apa si yang seharusnya kita lakukan atau amalan apa yang musti kita perbuat pada malam Nishfu Sya’ban ini.

Sejak semula, Rasulullah Muhammad SAW telah mensinyalir bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan yang biasa dilupakan orang. Maksud Rasulullah, hikmah dan berbagai kemuliaan dan kebajikan yang ada dalam bulan Sya’ban sering dilupakan orang. Mengapa dilupakan? Menurut pengakuan Rasulullah, karena bulan Sya’ban berada di antara dua bulan yang sangat terkenal keistimewaannya. Kedua bulan yang dimaksud adalah bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Bulan Rajab selalu diingat karena di dalamnya ada peristiwa Isra` Mi’raj yang diperingati, sedang bulan Ramadan ditunggui kedatangannya karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia dan istimewa di antara bulan yang ada.

Pada bulan Sya’ban terdapat dua peristiwa besar, yaitu:

  1. Pindahnya kiblat (arah sholat) dari Baitul Maqdis di Palestina ke Ka’bah di Makkah. Peristiwa ini terjadi setelah turun ayat ke-144 pada surat Al Baqaroh yang artinya, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah: 144);
  2. Diturunkannya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW, yaitu ayat ke-56 pada surat Al Ahzab yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab: 56).

Beberapa keutamaan bulan Sya’ban di antaranya:

  1. Diangkatnya Amal Manusia. Dari Usamah bin Zaid RA, Dia berkata, “Saya berkata, ‘Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.’ Maka beliau bersabda, ‘Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.'” (HR. Nasa’i).
  2. Disebut Sebagai Bulan Alquran. Bulan Sya’ban dinamakan juga bulan Alquran, sebagaimana disebutkan dalam beberapa atsar. Memang membaca Alquran selalu dianjurkan di setiap saat dan di mana pun tempatnya, namun ada saat-saat tertentu pembacaan Alquran itu lebih dianjurkan seperti di bulan Ramadhan dan Sya’ban, atau di tempat-tempat khusus seperti Mekah, Roudloh, dan lain sebagainya.Syekh Ibn Rajab Al Hambali meriwayatkan dari Anas, “Kaum muslimin ketika memasuki bulan Sya’ban, mereka menekuni pembacaan ayat-ayat Alquran dan mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang yang lemah dan miskin agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Malam Nishfu Sya’ban

Keistimewaan dan kemuliaan bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan Nishfu Sya’ban. Nishfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nishfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata “syi’ab” yang artinya jalan di atas gunung.

Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah SAW sbb. Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu Sya’ban, seraya berkata, ‘Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit.’ Rasulullah SAW bertanya, “Malam apa ini Jibril?” Jibril menjawab. “Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu.” Rasulullah pun keluar rumah, lantas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu. Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu. sebagaimana Engkau memuji diri-Mu. Maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu. Hingga Engkau rela.” (HR Abu Hurairah).

Sebenarnya ada banyak hadist tentang malam Nishfu Sya’ban dan di sini bukan tempat yang tepat untuk membicarakannya. Dari sekian banyak hadist tersebut, ada yang menilai dloif (lemah). Al Hafidh Ibn Rojab al Hambali dalam kitab Al Lathoif mengatakan, “Kebanyakan ulama hadits menilai bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang malam Nishfu Sya’ban masuk kategori hadits dlo’if (lemah), namun Ibn Hibban menilai sebagaian hadits itu shohih, dan beliau memasukkannya dalam kitab shohihnya.” Ibnu Hajar al Haitami dalam kitab Addurrul Mandlud mengatakan, “Para ulama Hadits, ulama Fiqh dan ulama-ulama lainnya, sebagaimana juga dikatakan oleh Imam Nawawi, bersepakat terhadap diperbolehkannya menggunakan Hadits dlo’if untuk keutamaan amal (fadlo’ilul amal), bukan untuk menentukan hukum, selama hadits-hadits itu tidak terlalu dlo’if (sangat lemah).” Jadi, meski hadits-hadits yang menerangkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebut dlo’if (lemah), tapi tetap boleh kita jadikan dasar untuk menghidupkan amalan di malam Nishfu Sya’ban.

Amalan Di Malam Nishfu Sya’ban

Sesungguhnya menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan serangkaian ibadah itu hukumnya sunnah (mustahab) dengan berpedoman pada hadits-hadits di atas. Adapun ragam ibadah pada malam itu dapat berupa sholat yang tidak ditentukan jumlah rakaatnya secara terperinci, membaca Alquran, dzikir, berdo’a, membaca tasbih, membaca Sholawat Nabi (secara sendirian atau berjamaah), membaca atau mendengarkan hadits, dan lain-lain.

Sayyidina Ali RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika tiba malam Nishfu Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, “‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni. Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki. Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan. Adakah begini atau begitu? Sampai terbitlah fajar.””” (HR. Ibnu Majah)

Sebenarnya tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah SAW tentang doa yang khusus dibaca pada malam Nishfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Alquran, berdzikir, berdoa, sholat malam, bersedekah dan beribadah sunnah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

Hal yang sering dilakukan di Indonesia, sebagaimana aku lakukan tadi bersama-sama dengan Jamaah Musholla Al Muttaqien, Mampang Prapatan, Kuningan, adalah sebagai berikut. Setelah selesai sholat maghrib, kita bersama-sama membaca surat Yasin sebanyak tiga kali, di mana setiap selesai membaca satu surat Yasin dilanjutkan dengan membaca doa Nishfu Sya’ban. Untuk bacaaan yang pertama diniatkan untuk mendapatkan kesehatan dan umur panjang agar senantiasa beribadah kepada Allah. Yang kedua diniatkan agar diberi rizki yang halal dan barokah, sedang yang ketiga diniatkan agar diberikan kekuatan iman dan islam dan diberi khusnul khotimah.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang mengingatkan sesama tentang kedatangan bulan ini. Maka api neraka haram baginya.”

Semoga tulisan singkat ini dapat berguna bagi kawan-kawan sesama muslim.🙂

 
Leave a comment

Posted by on 4 July 2012 in Diary, Islam

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: