RSS

Pembekalan BU DIKTI 2012 (1 – Hari Pertama)

05 Jul

Sebagai penerima BU (Beasiswa Unggulan) Luar Negeri DIKTI, tentu saja kita harus melalui suatu tahapan yang namanya Pembekalan, atau dalam bahasa DIKTI disebut Pra Orientasi Keberangkatan. Aku merupakan salah satu orang yang beruntung mendapatkan beasiswa ini. Insya Allah aku akan melanjutkan study (S2) di Kyung Hee University, saya ambil Industrial & Management Engineering. Lika-liku mengenai bagaimana aku mendapatkan beasiswa ini, seperti yang sudah aku bahas sebelumnya, akan aku ceritakan nanti (kalau semua urusan sudah clear, hehehe). Dan untuk kali ini aku akan menceritakan pengalamanku mengikuti Pembekalan DIKTI. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Sebenarnya aku termasuk Gelombang II BU DIKTI, cuman gara-gara pembekalan yang Gelombang II g kunjung ada kabarnya, maka aku ikut aja Pembelakan Gelombang I, hehehe, yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 Juli 2012 di Hotel Millenium, Jakarta. Hari pertama pembekalan dimulai sekitar pukul 14.00. Di jadwalnya pukul 13.00-14.00 adalah registrasi. Dimulai siang mungkin untuk mengantisipasi datangnya peserta yang datang dari luar kota. Di resepsionis, tampak “kacau”, soalnya ada banyak peserta pembekalan yang tidak ada namanya di daftar yang ada di resepsionis. Praktis mereka tidakΒ  bisa check-in alias g dapat kamar. Untungnya DIKTI mengusahakan hal ini.

Materi pertama tentang adaptasi kehidupan luar negeri diawali oleh Prof. Tarkus, dari Unpad (S2 dan S3 di USA). Beliau memaparkan tentang bagaimana kehidupan studi di luar negeri yang katanya berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia. Beliau juga menceritakan tentang pengalaman beliau hidup di sana. Mulai dari adaptasi kehidupan, bergaul dengan sesama dan pembimbing (advisor), sampai bagaimana memecahkan masalah finansial. Orangnya enak, bicaranya ngacau, artinya tidak formal-formal amat tapi serius. Jadi kena materinya.

Masih sama tentang adaptasi kehidupan luar negeri, namun materi yang kedua dibawakan oleh Pak Dedi (aku lupa-lupa ingat namanya, hehehe. maaf y pak), beliau pernah mengambil studi di Filipina. Berbeda dengan Prof. Tarkus yang bercerita ngalor-ngidul, Pak Dedi lebih berbicara secara teknis, mengenai dokumen-dokumen apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat. Alur pemberangkatan, lapor ke mana, dan seterusnya. Dua materi ini sungguh memberikan gambaran yang jelas bagi kita terutama yang belum pernah berangkat ke luar negeri, belum pernah studi ke luar negeri, atau yang belum pernah mendapatkan Beasiswa dari DIKTI. Banyak dokumen yang harus disiapkan, lapor sana-sini, ribet dah, hahaha. Tapi tetap harus semangat!

Setelah itu, pada sore hari ada penjelasan dari travel agent, yang ditunjuk oleh DIKTI untuk membantu kita dalam mengurusi tiket keberangkatan. Ada dua travel agent yang ditunjuk DIKTI, untuk yang ke Eropa-US-Australia dan Asia. Karena aku akan berangakat ke Asia, maka aku kebagian Travel Agent WITC Tour & Travel, dengan Mbak Rani yang menjadi pemandunya. Pada materi ini diberikan bagaimana peraturan-peraturan yang ada di bandara yang harus dipatuhi. Bagasi menjadi poin yang utama karena kalau kita berangkat dalam jangka waktu yang lama pasti bawaannya banyak. Maksimal yang harus dibawa untuk bagasi adalah 20 kg. Namun kita diperbolehkan untuk membawa hand carry dan tas laptop ke kabin (dua item). Untuk hand carry maksimal 7 kg tanpa LAQ (Liquid, Aerosol, dan Gel). Kalaupun ada, harus di bawah 100ml. Dan untuk tas laptop yang diizinkan adalah tas laptop yang biasa, bukan yang modelnya bag-pakcer. Selain itu, juga diberikan aturan mengenai reservasi tiket, karena nantinya untuk tiket pulang-pergi akan ditanggung DIKTI.

Materi terakhir pada hari ini adalah tentang Wawasan Kebangsaan yang diberikan oleh Tim Dikkar (Pendidikan Karakter) DIKTI. Materi ini diisi oleh Prof. Udin dan Pak Marwoto (aku lupa-lupa ingat, hahaha). Pada materi yang diberikan pada malam hari ini, kita didoktrin bahwa kita adalah Duta Bangsa, yang akan membawa nama baik Indonesia di Luar Negeri. Apa yang harus dilakukan sebagai Duta Bangsa di sana. Dan yang paling mengena menurutku adalah bagaimana kita menghayati tiap kata, frase yang ada dalam syair lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya. Kita sering hanya mendengar saja, menyanyi saja, namun tidak pernah diajarkan tentang value, nilai-nilai luhur yang ada pada setiap frase Indonesia Raya. Ternyata setelah dibedah, sungguh kaya makna lagu kebangsaan kita. Diskusi yang bisa dikatakan hidup mewarnai materi ini. Namun mungkin karena dibawakan pada sesi terakhir, rasa kantuk sudah mendera para peserta. hehehe. Maklum, ada yang baru datang pagi, langsung ikut pembekalan, jadi masih “jetlag”. Hahaha.

Kesan untuk hari pertama sungguh luar biasa, bisa ketemu orang-orang hebat di sana. Karena yang ikut pembekalan merupakan campuran antara penerima BU dan BLN (sudah berstatus dosen), maka “status”-nya pun dibedakan. Maksudnya, dokumen yang disertakan tiap dua golongan penerima beasiswa itu berbeda. Misalnya kalau BLN harus membuat paspor biru (paspor dinas), sedangkan BU tidak perlu. Dari kebanyakan peserta, banyak yang mau pergi ke Eropa, Inggris merupakan negeri favorit tujuan. Yang ke Asia hanya beberapa, Korea cuma dua, ada yang ke Jepang, mungkin dua, Thailand satu, Taiwan juga satu. Yang lainnya, Inggris, Jerman, Perancis, Estonia, Amerika Serikat, Australia juga favorit.

Heum.. Tidak sabar menunggu hari keduaaπŸ™‚

 
Leave a comment

Posted by on 5 July 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: