RSS

Pengurusan SP Setneg (2)

10 Jul

Setelah kemaren aku posting tentang hal-hal yang berhubungan dengan SP Setneg, tentang fungsi, berkas-berkas yang harus dikumpulkan, plus alur pengurusannya, selanjutnya, mulai dari sekarang aku akan memposting tentang perjalananku dalam memperoleh SP Setneg (semoga dapat), karena sampai sekarang aku belum dapat SP Setneg. Semoga bisa jadi bahan sharing bagi kalian semua penerima Beasiswa Unggulan, dan sumber informasi bagi yang berkeinginan memperoleh Beasiswa Unggulan tahun depan, hehehe.

Langkah pertama tentu saja mengumpulkan berkas-berkas kelengkapan yang diminta DIKTI sebagai syarat DIKTI untuk mengeluarkan Surat Pengantar ke BP&KLN. Salah satu berkas yang kurang dan mau aku urus adalah Surat Izin Belajar dari Rektor. Nah, inilah mengapa aku sampai jauh-jauh pulang ke Semarang. Bagaimana cara mengurus Surat Izin Tugas Belajar ini? Tidak mungkin kan surat tersebut datang tiba-tiba kepada kita, atau kita minta langsung ke rektorat dan seketika surat langsung jadi. Butuh yang namanya proses dan prosedur. Ya, untuk urusan ini kita harus familiar dengan yang namanya prosedur terutama yang berkaitan dengan birokrasi.

Pagi hari aku udah ke Kampus karena Pak Bambang, sang kajur katanya jam 10 mau pergi ke luar kota, ada acara workshop standardisasi di UMM Magelang. Sekitar jam sembilan aku sudah sampai dan ternyata beliau tidak ada di tempat. Kata sekretarisnya beliau lagi nguji seminar. Okelah aku tunggu, sambil tanya-tanya bagaimana cara ngurus SP Setneg ke sekretarisnya, dan dia tidak tahu. Nah lho. Pas beliau keluar sebentar dari ruang sidang, langsung aku hampiri, dia langsung tanya, suratnya seperti apa bentuknya. Nah lho lagi. Kalo loe g tahu apalagi gue, pikirku. Aku bilang wah saya tidak tahu pak, dan Mbak Yuyun, si sekretaris, juga bilang tidak tahu. Terus dia bilang, kamu tanya siapa gitu, kalau ada contohnya kan enak, dia bilang gitu. Oke pak, saya akan tanya temen saya, si Nela, yang katanya sudah ngurus itu di D3 Teknik Sipil. Ya sudah, tapi cepet ya, dia bilang. Siap pak. Langsung saja aku meluncur ke Dekanat, tempat Nela berada yang sedang mengurus hal yang sama, namun dia satu langkah di depan karena dia sudah dapat surat itu kemaren.

Akhirnya aku dapat contoh suratnya. Surat itu merupakan surat permohonan surat izin tugas belajar atas nama kita sendiri yang ditandatangani oleh Ketua Jurusan dan ditujukan ke Dekan atau Pembantu Dekan bagian Akademik (di UNDIP PD I). Surat tersebut berisi keterangan bahwa kita, yang merupakan calon pengajar pada Jurusan/Program Studi tersebut, telah diterima pada Universitas di mana kita akan melanjutkan studi plus keterangan kapan memulai kegiatan perkuliahannya, beserta si penanggung biaya, dalam hal ini beasiswa dari Beasiswa Unggulan Luar Negeri DIKTI Tahun Anggaran 2012.

Setelah dapat surat tersebut, langsung dah aku hantarkan ke pihak Dekanat, ke Kasubbag Akademik. Dari sana akan dibuatkan surat pengantar ke Rektorat yang ditandatangani oleh PD I. Ternyata surat dari Nela belum diurus, jadi kami bareng deh diprosesnya, hahaha. Kalau bisa hari ini jadi, pikirku, kemudian akan langsung diantar ke Rektorat. Namun tidak selamanya semua sesuai dengan keinginan kita. Karena PD I sedang ada rapat senat, maka kita harus menunggu beliau selesai rapat. Aku tunggu sampai sore, jam 3 an rapat belum kelar juga, maka ya sudah, berarti hari ini tidak jodoh, berarti besok harus berjuang lagi. Semangat …πŸ™‚

 
Leave a comment

Posted by on 10 July 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: