RSS

Pengurusan SP Setneg (3)

11 Jul

Kisah perjuanganku dalam mendapatkan SP Setneg masih berlanjut, hehehe. Setelah kemaren ngendon di Dekanat tanpa ada hasil, semoga hari ini ada hasilnya. Aku berangkat dari Kudus setelah kemaren sore dari Dekanat langsung pulang. Capek memang, tapi itulah perjuangan, hehehe. Aku berangkat agak siangan karena ada perasaan pesimis, ketika berangkat pagi ternyata surat belum jadi, hehehe. Jadi sekitar pukul 9 aku berangkat (kalau kemaren sekitar pukul 6.30) dan perkiraan sampe pukul 10.30 (aku estimasikan perjalanan Kudus-Semarang 1,5 jam).

Ternyata di luar dugaan, aku di-sms Nela kalau suratnya sudah jadi. Wuih, aku udah pesimis duluan (su’udzon deng lebih tepatnya, hehehe). Aku yang saat itu masih di perjalanan merasa g enak dengan si Nela. Segera setelah aku tiba di Semarang, aku telpon Nela tanya gmana keadaan di Dekanat. Dia bilang surat sudah jadi dan dia sekarang lagi ngecap (stempel) tu surat. Dia bilang mending ketemuan saja di Rektorat. Oke deh,, jadi aku langsung ngacir ke Rektorat ni ceritanya.

Surat pengantar dari Dekanat isinya hampir sama dengan Surat Izin Tugas Belajar yang dikeluarkan oleh Jurusan. Surat tersebut berisi keterangan yang menerangkan (tentu saja berdasarkan surat dari Jurusan) bahwa kami (ternyata dalam surat tersebut tercantum dua nama, Aku dan Nela, biar g repot bikin dua kali ya) yang merupakan calon pengajar pada Jurusan/Program Studi tersebut, telah diterima pada Universitas di mana kita akan melanjutkan studi plus keterangan kapan memulai kegiatan perkuliahannya, beserta si penanggung biaya, dalam hal ini beasiswa dari Beasiswa Unggulan Luar Negeri DIKTI Tahun Anggaran 2012. Surat tersebut ditujukan ke Pembantu Rektor Bidang Akademik (di UNDIP PR I).

Sesampai di Rektorat kami langsung menuju Bagian Kerja Sama yang masih di bawah Bagian Administrasi Akademik. Di Bagian Kerja Sama kami ketemu Pak Tono, ketua Bagian Kerja Sama, dan disambut dengan sangat hangat (Pak Tono emang baik banget). Kami langsung menyerahkan surat tersebut dan bertanya mengenai bagaimana mekanisme dalam mengurus SP Setneg. Kemudian kami dihantarkan kepada seorang yang sudah tidak asing lagi, Mbak Yolanda, seseorang yang dulu membantu kami ketika mengurus pendaftaran Beasiswa Unggulan DIKTI.

Mbak Yolanda kemudian memberi kami suatu list daftar berkas yang harus kami sertakan. Berkasnya hampir sama seperti yang sudah aku posting sebelumnya dalam berkas-berkas Pengurusan SP Setneg (1), yaitu: Letter of Acceptance, Daftar Riwayat Hidup, Fotocopy KTP, Pernyataan tidak menerima beasiswa dari lembaga mana pun, Surat Jaminan Pembiayaan (Guarantee Letter), Surat Perjanjian Bermaterai, dan Pas Foto 4×6 dengan background putih. Pihak universitas meminta  satu lembar berkas tiap item, semua boleh fotocopy kecuali Surat Perjanjian bermaterai (asli), dan tentu saja yang tidak boleh fotocopy adalah pas foto.

Karena Pak PR I sedang tidak ada di tempat, maka surat izin pun tidak bisa dibuat hari ini. Kami (aku dan Nela) sepakat untuk kembali ke Rektorat pada Hari Jumat. Semoga pada hari Jumat surat izinnya sudah jadi.

 
Leave a comment

Posted by on 11 July 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: