RSS

Agar Baterai Laptop Awet

15 Jul

sumber gambar: rumpitekno.com

Kemaren pas “service” laptop di Lab. Komputer, temanku memuji about keawetan baterai laptopku,πŸ˜€. Iya, dari sejak pertama aku beli sampai sekarang (hampir tiga tahun) baterai laptopku masih lumayan awet, tidak berkurang jauh masa nyalanya dari ketika pertama kali beli. Biasanya kan yang namanya baterai laptop sering “bocor”, atau “ngedrop” lah istilahnya. Dipakai bentar aja udah langsung habis. Malah ada yang lebih ekstrim, kalau g nyolok listrik, laptop g bisa nyala.

Di sini aku akan sharing kan tips-tips merawat baterai laptop agar si baterai menjadi awet dan gak cepat bocor alias ngedrop. Tips-tips ini selain berasal dari diriku pribadi juga aku sarikan dari berbagai sumber, plus nasihat-nasihat bagus dari beberapa kolega.

Pada pemakaian laptop yang pertama kali, hendaknya baterai diisi (charger) sampai keadaan penuh. Biasanya ada indikator kalau baterai telah penuh, kalau Laptop Toshiba indikatornya adalah lampu, bila lampu telah berubah warna (orange menjadi kuning) maka segera cabut chargernya atau cabut colokan kabel yang terhubung ke charger. Disarankan pada pemakaian pertama kali laptop dalam keadaan mati (tidak dipakai). Setelah penuh, tunggu beberapa saat, jangan langsung dipakai.

Yang kedua tentu saja jangan pernah meninggalkan laptop saat sedang diisi. Ketika indikator telah menunjukkan bahwa baterai penuh, segera lepas chargernya. Ini sering terjadi pada teman-temanku di mana mereka sering meninggalkan laptop ketika sedang di-charger. Alasannya menunggu penuh, laptop ditinggalkan di mana mereka pergi makan, ke luar, dan lain sebagainya. Gak masalah si ketika mereka kembali baterai laptop belum penuh, sehingga ketika penuh, charger bisa segera dicabut. Namun yang terjadi biasanya adalah mereka kembali ketika baterai sudah penuh. Ini berbahaya. Ibarat kata begini, kita mengisi air ke dalam ember dan kita tinggal. Tahu-tahu ketika kita kembali air di ember sudah penuh dan meluber lagi. Selain tidak efisien, daya yang dialirkan terus-terus ke baterai di mana baterai sudah penuh akan merusak daya tahan baterai.

Memang sekarang ada teknologi ketika baterai sudah penuh, energi listrik yang masuk tidak akan mengisi baterai. Teknologi ini sudah mampu menghentikan pengisian jika sudah penuh. Jadi tidak perlu takut baterai akan rusak akibat over-charged yang menyebabkan over heat pada baterai. Tentu saja kita harus memeriksa apakah laptop kita dilengkapi teknologi semacam ini. Namun sekali lagi aku tidak menyarankan pengisian terus-menerus, kalau sudah penuh cabut.

Jangan pernah menggunakan baterai bila kapasitasnya tinggal 10%. Saranku tentang hal ini adalah, kalau di atas jangan pernah meninggalkan laptop saat sedang diisi, kalau sekarang jangan pernah meninggalkan laptop saat sedang tidak diisi. Biasanya kita kelupaan ketika meninggalkan laptop sebentar untuk keluar (keadaan tidak di-charger), dan tahu-tahu setelah kita kembali laptop sudah mati. Biasanya ada indikator ketika baterai laptop sudah mau habis, dan ketika indikator tersebut muncul, segera charger baterainya. Jangan paksa baterai laptop untuk “menopang” daya ketika kapasitasnya sudah mencapai tahap minimal.

Kombinasikan penggunaan baterai dan listrik. Aku tidak menyarankan melepas baterai ketika sedang menggunakan laptop. Ada yang mengatakan kalau mending baterai dilepas aja biar awet, sehingga ketika menggunakan laptop hanya mengandalkan aliran listrik (dari PLN tentu saja). Ini bisa berbahaya terutama jika aliran atau voltase listrik tidak stabil. Bayangkan bila laptopmu hanya berdaya listrik tanpa baterai dan kemudian listrik mati. Pertama, kamu akan merasa shock terutama ketika pekerjaan belum disave tiba-tiba mati. Kedua hal ini akan mempengaruhi performa laptop karena laptop akan kehilangan daya. Aku pernah diberi tahu temanku kalau temannya dia melakukan hal itu (baterai dicopot dan hanya menggunakan listrik sebagai penopang daya). Dan ketika listrik mati, otomatis laptop mati kan, dan setelah dinyalakan, tahu-tahu motherboard-nya kena. Tahu kan gimana kalau motherboard sudah rusak. Konsekuensinya tinggi plus mahal juga ongkos repairnya.

Kelemahan dari baterai yang dilepas adalah kalau kita meharuh baterai tersebut secara sembarangan, maka elemen baterai dapat menjadi terkorosi yang disebabkan oleh debu, atau yang ekstrim terkena air kencing binatang, seperti tikus atau kecoa, hii. Selain itu, aku percaya kalau barang yang tidak pernah dipakai maka akan cepat rusak, hehehe. Kalau kita memang bersikeras mau melepas baterai dan hanya menggunakan daya listrik, dengan alasan agar baterai awet, maka saranku adalah jangan letakkan baterai di sembarang tempat, pastikan tempatnya kering dan terjaga dari “gangguan”, plus jangan lupa listrik yang menjadi “bahan sandaran” daya laptop harus stabil dan jangan pernah mota-mati, hehehe, sebaiknya pakai UPS saja, hahaha.

Itu “cara” mengisi baterai, nah, sekarang tips bila dilihat dari sisi “eksternal”. Pertama adalah jangan menempatkan laptop pada alas yang empuk/soft. Letakkan laptop pada alas yang keras. Jika kita meletakkan laptop pada alas yang empuk, semisal bantal, maka panas yang keluar dari laptop akan terserap oleh si bantal. Kita tahu kalau panas adalah musuh utama dari baterai. Bila panas terserap oleh bantal, maka panas tersebut akan mengalir kembali ke laptop dan.. tahu kan kelanjutannya.

Kedua jangan terlalu sering menggunakan external device. Hal ini akan menggerus kapasitas baterai, artinya baterai akan bekerja lebih keras ketika kita menggunakan external device. Misalnya janganlah kita membuka program dari eksternal harddisk, mending di-copy dulu ke laptop, baru kita buka program di laptop. Kemudian jangan sering menggunakan CR Room. Baterai laptop akan bekerja ekstra bila kita menggunakan CD Room (CD Room memakan daya lebih besar dari harddisk). Matikan Wifi dan bluetooth apabila sudah tidak dipergunakan lagi.

Pada menu power option, pilih yang sesuai dengan keadaan. Biasanya disediakan pilihan: Balanced, Power saver, dan High performance (tidak aku rekomendasikan). Balanced biasanya yang sering dipilih, karena menawarkan full performance ketika kita sedang memerlukannya dan menyimpan daya selama tidak aktif. Power saver sering dipilih oleh si “pengguna baterai” karena ketika kita memilih ini, performance dan brightness akan dikurangi yang akan menghemat penggunaan baterai. Sedang yang terakhir, high performance, laptop akan menjadi terang karena brightness dalam posisi maksimal, dan performance laptop akan meningkat. Konsekuensinya, akan memakan banyak daya, dan baterai akan cepat habis (sangat tidak direkomendasikan).

Apabila mau membeli laptop, jangan asal beli yang murah, namun lihat juga performance-nya. Jangan sungkan bertanya kepada yang sudah punya mengenai pengalamannya dan juga perihal “baterainya”, hehehe. Pilih lah yang baterainya awet kaya laptopku, wakakaka. Si Toshiba ini memang kipasnya joss. Memang laptop Toshiba kalau disentuh seringnya adalah “panas”, namun karena kipasnya luar biasa, maka hal ini tidak begitu menjadi soal. Ada baiknya bila laptopmu sering panas gitu namun kipasnya biasa-biasa saja, disarankan menggunakan kipas eksternal yang biasa dijual dipasaran, biar laptopnya “adem”.

Yang terakhir ada software yang membuat baterai laptop menjadi lebih awet. Namanya adalah “BatteryCare”. BatteryCare menggunakan algoritma yang kompleks untuk memonitor siklus discharge baterai laptop sehingga kita akan tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan charging atau melepas kabel charger. BatteryCare juga selalu memonitor temperatur dari CPU dan HDD laptop. Selain itu, BatteryCare sangat ringan dan tidak membebani resource laptop karena hanya membutuhkan sekitar 0,1% dari resource processor dan memory. Coba deh, software ini sangat recommended, hahaha. Software BatteryCare dapat didownload di sini. Semoga bermanfaatπŸ™‚.

 
2 Comments

Posted by on 15 July 2012 in Diary, IT, Tips

 

Tags: , , , , , ,

2 responses to “Agar Baterai Laptop Awet

  1. Nanda Putra Perkasa

    10 April 2013 at 16:15

    Saya mau nanya , cara check laptop kita sudah mempunyai teknologi apabila di charge sampe full lalu saluran listrik langsung auto switch ke laptop tidak ke baterai itu gimana cara nya ya ??

     
    • Mujiya Ulkhaq

      6 May 2013 at 18:05

      wah saya kurang paham

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: