RSS

Standar Beasiswa Luar Negeri DIKTI (S2/S3)

18 Jul

Ketika kemarin aku mendapatkan GL (Guarentee Letter), aku langsung mengecek isi GL tersebut. Soalnya, GL ku yang kemaren salah. Salahnya adalah tidak ada item Settling-in Allowance dan Registration Fee. Padahal kan itu item yang penting, hehehe. Di GL tertulis kalau DIKTI akan menanggung segala biaya kuliah dan biaya hidup kita selama belajar di luar negeri. GL ini sangat penting terutama ketika kita akan apply visa. Ketika tidak ada “surat sakti” ini, kita harus melampirkan bukti bahwa gurantor kita, misal ayah kita, mempunyai rekening di Bank dalam jumlah tertentu yang besarannya berbeda-beda untuk tiap negara serta rentang waktu kita ke luar negeri (kalau ke Korea untuk rentang waktu di atas satu tahun jumlah di rekening minimal US$ 10,000). Tujuannya si agar hidup kita “terjamin” di sana, atau g nggembel-lah selama hidup di negeri orang, hahaha.

Besaran dari biaya yang ditanggung oleh DIKTI (yang tercantum dalam GL) berbeda-beda tergantung dari negara yang dituju. Item-item biaya yang ditanggung oleh DIKTI terdiri dari:

  1. Tiket pesawat pulang dan pergi. Untuk tahun anggaran 2012, Alhamdulillah tiket PP masih ditanggung DIKTI. Ada wacana kalau mulai tahun depan, tiket PP ditanggung Universitas. Wuidih… Hati-hati ya bila kamu mau apply Beasiswa DIKTI tahun depan. Hehehe.
    Karena dana yang dipakai adalah APBN, maka kalau bisa pesawat menggunakan Maskapai GIA (Garuda Indonesia Airlines), selama jalurnya ada. Namun tenang saja, untuk masalah ini semua diurusin oleh travel agent yang telah ditunjuk DIKTI. Untuk ke Asia, ada WITC Tour, sedangkan untuk ke Australia, Eropa, dan Amerika, ada Fun Holiday Tour (kalau tidak salah, karena aku ke Asia jadi aku g gitu mikir yang ke selain itu, hehehe). Kita tinggal telepon atau email saja mengenai rencana keberangkatan kita, kemudian mereka yang akan atur. Kita akan dikirimi bukti reservasi tiket (bukan tiket, hanya reservasi). Mengenai reservasi tiket, kadang ada kedutaan yang menanyakan mengenai hal ini. Jadi, untuk jaga-jaga saja kita melampirkan bukti reservasi tiket ketika apply visa. Setelah visa kita dapatkan, baru kita menghubungi lagi travel agent untuk meng-issue tiketnya. Tidak masalah ketika tanggal reservasi tiket dengan jadwal keberangkatan aktual kita berbeda. Selama tiket belum di-issue itu tidak jadi soal. Untuk kasus diriku, karena homebaseku adalah Universitas Diponegoro, maka tiket yang ditanggung adalah tiket dari Semarang ke Jakarta, dan dari Jakarta ke Incheon, Seoul, Korea Selatan. Reservasi tiket punyaku adalah sebagai berikut:Rencana aku berangkat adalah tanggal 28 Agustus dari Semarang ke Jakarta via Garuda Indonesia (berangkat pukul 16.20 dari Semarang sampai pukul 17.25 di Jakarta). Kemudian dari Jakarta ke Incheon, Korea, via Korean Air (asyik tanpa transit), dari pukul 22.05 sampe di Korea tanggal 29 Agustus pukul 07.05.

  1. Settling-in Allowance, atau biaya kedatangan, merupakan uang yang diberikan DIKTI selama satu kali dan diberikan dengan maksud untuk “menyokong” biaya awal kita datang. Ketika kita datang untuk pertama kali di luar negeri dan menetap dalam waktu yang agak lama pasti membutuhkan banyak biaya, semisal ongkos taksi dari bandara, deposit penginapan, sampai biaya untuk keperluan adaptasi pakaian dan makanan. Besarnya biaya ini sama dengan besarnya biaya bulanan kita.
  2. Living Allowance. Ini yang penting. Biaya hidup ini merupakan hal yang harus dan harus diperhatikan ketika meng-apply suatu beasiswa. Karena kita kan maunya sekolah dengan tenang, tidak perlu mikir masalah finansial lagi, hehehe, apalagi hidup di negeri orang, dan kuliahnya bukan S1 lagi, jadi kalau bisa jangan membebani orang tua lagi. OK. Besarnya living allowance ini berbeda-beda sesuai dengan negara tujuan. Untuk ke Korea, living allowance-nya adalah US$ 900, gedhe juga ya, sekitar Rp 8.000.000 per bulan! Ini hampir dua kali lipat bila kita mendapatkan beasiswa dari Professor di sana. Wow wow wow.
  3. Book Allowance. Diberikan satu tahun dua kali (per semester) yang ditujukan kepada kita untuk biaya membeli buku. Selama kita studi bisa saja kita membutuhkan uang untuk penelitian, membeli buku misalkan. Nah, DIKTI akan meng-cover hal ini. Besarnya berbeda-beda sesuai negara tujuan.
  4. Tuition Fee. Ini wajib lah harus kita dapatkan sebagai penerima beasiswa. Besaran tuition fee ini at cost, artinya sesuai dengan besar tuition fee untuk masing-masing perguruan tinggi. Besarnya tuition fee ini sangat gedhe dibanding dengan di Indonesia. Untuk Kyung Hee University (kampusku kelak), per semester tuition fee-nya KRW 6.075.000 atau sekitar Rp 50.000.000! Untuk di negara-negara di Eropa dan Amerika bahkan mencapai ratusan juta per bulan!
  5. Registration Fee. Untuk registration fee ini tergantung dari Universitasnya. Kadang DIKTI menanggung ini kadang juga tidak. Ada juga universitas yang membedakan antara Registration Fee dengan Entrance Fee (seperti di Kyung Hee), dan besarnya Entrance Fee lebih besar dari Registration Fee, istilahnya uang gedung lah kalau di sini. Dan Entrance Fee tidak ditanggung DIKTI! Alasannya ketika kita membayar itu berarti kita belum “menjadi” mahasiswa atau masih dalam tahap pendaftaran, dan DIKTI hanya menanggung biaya setelah kita “dinyatakan’ sebagai mahasiswa. Aneh kan, padahal Registration Fee kan kita juga belum dinyatakan sebagai mahasiswa. Kalau menurutku si karena besarnya Entrance Fee lebih besar dari Registration Fee. Hahaha. Kalau di Kyung Hee besarnya Registration Fee adalah sebesar KRW 70.000 (untuk program Master) atau setara dengan Rp 560.000, sedangkan Entrance Fee KRW 954.000 atau setara dengan Rp 7.632.000. Berita baiknya Registration Fee-ku ditanggung DIKTI sedangkan Entrance Fee tidak! Hwa.. tapi gpp lah.. Masih syukur, hehehe.
  6. Health Insurance. Kadang ada beberapa universitas yang tidak memberikan pelayanan asuransi kesehatan, sehingga kita perlu membayar sendiri biaya asuransi kesehatan ini. DIKTI akan menanggung hal ini, namun bila biaya asuransi kesehatan sudah masuk tuition fee atau registration fee, maka DIKTI tidak menanggungnya lagi.

Untuk mendapatkan Guarantee Letter itu kita harus memberikan rincian yang benar dan lengkap kepada DIKTI agar cepat memprosesnya, mengenai Tuition Fee, Registratin Fee, hingga Health Insurance. Kalau tidak lengkap, atau tidak jelas, kadang lama prosesnya. Sedangkan untuk living cost, settling-in allowance, dan book allowance besarnya sudah ditentukan oleh masing-masing Kedutaan Besar dari masing-masing negara tujuan. Besaran biaya (untuk S2 dan S3) tercantum dalam Keputusan Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Untuk tahun Anggaran 2010 (tahun anggaran 2012 tidak berbeda jauh dengan tahun anggaran 2010, bahkan cenderung sama). Keputusan mengenai besaran beasiswa yang diberikan DIKTI dapat diunduh di sini.

Semoga Membantu๐Ÿ™‚.

 
11 Comments

Posted by on 18 July 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , , , , , , , , ,

11 responses to “Standar Beasiswa Luar Negeri DIKTI (S2/S3)

  1. Nao

    16 October 2013 at 10:55

    Kalo yg S1 sama aja apa beda?

     
    • Mujiya Ulkhaq

      16 October 2013 at 11:52

      setahuku dikti tidak memberikan beasiswa S1 ke luar negeri… CMIIW

       
  2. Indri

    12 December 2013 at 09:27

    kl std dikti utk settlement allowance n living cost S2 di australi brp ya? standar ini bisa dilihat dimana ya? thx

     
    • Mujiya Ulkhaq

      13 December 2013 at 14:22

      Sila lihat di sini

       
  3. Andika Ayu

    4 April 2014 at 23:18

    kak… Aku juga sedang mencari beasiswa ke Kyunghee University. Tahun ini sudah mengikuti KGSP akan tetapi belum beruntung. Sekarang sedang ada wacana mengikuti beasiswa unggulan dikti. Saya ingin tahu, bagaimana mendapat guarantee letter dari Kyunghee? thanks

     
    • Mujiya Ulkhaq

      5 April 2014 at 07:27

      bidang sosial atau eksak?
      kalo eksak masuk lab? harus hubungi profesor dl.. trs minta deh ama dia surat keterangan
      klo sosial harus daftar dulu scra resmi biar bisa dapat CoA (Certificate of Acceptance)

       
  4. Leo

    24 April 2014 at 00:53

    Dear Kak Mujiya,

    thanks for sharing ya. saya berminat untuk mendaftar ke Graduate School of Pan-Pasific nya Kyung Hee untuk fall semester. kalau boleh, saya ada beberapa pertanyaan kak.

    1. Dulu ketika pertama mendaftar beasiswa unggulan, Kak Mujiya sudah mendapat letter of acceptance dr kyunghee atau belum ya?
    2. Pendaftaran BU nya disekitar bulan apa ya? Saya lihat website BU, informasinya kurang jelas dan membingungkan๐Ÿ˜ฅ
    3. Apakah lulusan s1 dari perguruan tinggi swasta juga memiliki kesempatan mendaftar BU LN?

    Thank you Kak. please do reply me at your most convenient time๐Ÿ™‚

     
    • Mujiya Ulkhaq

      8 May 2014 at 16:34

      1. Seharusnya harus sudah mendapat LoA dari univ (ada di peraturan BU saat itu);
      2. Pendaftaran biasanya buka akhir Februari atau awal Maret (biasanya ada gelombang I, II, dst);
      3. Bisa, g harus negeri koq๐Ÿ™‚

       
      • dhila

        14 May 2015 at 15:50

        kak mujiya ulkhaq maaf sebelumnya, bisa sy add facebooknya.. bermaksud ingin tau info lebih lanjut seputar beasiswa dari universitas di korea.. trims

         
      • Mujiya Ulkhaq

        1 August 2015 at 20:16

        ya silakan saja leave your message

         
  5. HPK78

    5 February 2015 at 16:36

    Thanks For The Information. (y). Maybe sometimes, I can more learning with you about how to get a scholarship. ^^

    Regards,
    Muh. Galang Pratama
    mgalangpratama95@gmail.com
    State Islamic University of Alauddin Makassar

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: