RSS

Visa ke Korea Selatan (1 – Pengajuan Visa)

19 Jul

Kali ini aku akan posting tentang pengalamanku dalam pengajuan visa ke Korea Selatan. Heum.. mungkin akan berguna bagi siapa saja yang akan mengajukan visa ke Korea Selatan, khususnya bagi yang pertama kali, hehehe. Pengajuannya tidak lah rumit, bahkan sangat mudah, dan tidak ribet, g seribet kalau kita mengajukan visa ke negara-negara Eropa, atau bahkan Amerika Serikat, hahaha.

FYI, Kedutaan Korea Selatan terletak di The Plaza di Lantai 30, alamat lengkapnya adalah di Jl. H.M. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat, The Plaza Office Tower 30th Floor, 10350. Kalau aku ke sana naik Busway dan berhenti di Halte Bundaran HI, kemudian jalan kaki sebentar udah deh, ada di depan The Plaza. Masuk ke The Plaza, kita harus “menghadap” ke bagian resepsionis dulu, menyerahkan kartu identitas (KTP atau SIM) dan mengatakan maksud kedatangan kita (mengurus visa ke Kedutaan Korea Selatan). Setelah itu kita akan diberi kartu visitor. Setelah itu, ya sudah kita langsung aja naik ke lift. Hati-hati, di sini lorong untuk naik dibagi tiga: untuk lantai lower (lantai di bawah 23), middle (antara 23 sampai 39), dan higher (di atas 39), kalo tidak salah lho, hehehe, seingatku saja. Wakakaka. Setelah kita memilih lorong yang akan kita tuju (middle), ada enam lift di sana. Hati-hati juga soalnya lift itu menuju ke lantai yang berbeda-beda. Untuk tahu kita mau ke lift mana, kita hanya meng-scan kartu visitor kita ke suatu alat scan di pojok lorong. Untuk ke lantai 30, dulu aku ke lift A. So, jangan sampai salah naik lift, entar bisa nyasar, hahaha.

Setelah naik lift, tibalah kita ke Kantor Kedutaan Korea Selatan. Jeng jeng jeng. Jam buka untuk konsular dan visa (penerimaan aplikasi) visa adalah pukul 09.00 sampai pukul 12.00 pagi ya bukan malam, dari Hari Senin sampai Jumat. Mending ke sini pagi-pagi saja, takut ngantre lama-lama, hehehe. Aku dulu datang sekitar pukul sepuluh, langsung ambil nomor antrean dan dapat nomor antrean 34 apa ya, lupa, hehehe, dan di papan tertulis nomor 29, ah, g gitu nunggu lama. Tapi hati-hati itu bisa menipu, soalnya kadang kala ada agen travel yang mengajukan visa untuk banyak orang, dia bisa membawa sampai sepuluh lebih aplikasi. Heum..

Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pengajuan visa ke Korea Selatan?

  1. Formulir aplikasi. Formulir ini berisi data diri kita, alamat, nomor telepon, informasi paspor, tujuan kita ke Korea Selatan, serta lama/durasi kita ke Korea Selatan. Selain itu kita juga diminta alamat kita di Korea Selatan nantinya. Untuk masalah ini, rada gampang-gampang susah. Ada yang bilang kita harus sudah mendapatkan kepastian tempat tinggal, ada yang bilang tidak perlu. Kalau aku untuk jaga-jaga aku sudah booking tempat tinggal di Goshiwon, jadi biar aman gitu pas ditanya aku sudah mencantumkan alamat tempat tinggalku di sana nanti. Tapi sesampai di sana, ada seseorang yang tanya, gmana kalau belum dapat tempat tinggal, dan petugasnya bilang ga apa2 bisa menyusul. Heum.. kalau aku simpulkan, untuk pelajar, bisanya dipermudah, hehehe, tapi kalau kita mau berlibur, mungkin ada baiknya siap2 booking hotel dulu di sana, hahaha.
    Formulir aplikasi ini bisa didapatkan di alamat Kedutaan Korea Selatan di sini, atau bisa juga didapatkan di Kantor Kedutaan di sana (nulis di sana). Saranku si mending download dan tulis dulu sebelum ke sana, biar ga ribet.
  2. Foto background putih ukuran 4,5 x 3,5. Foto ini tentu saja foto resmi, bukan foto narsis lah ya. Foto ini ditempel di pojok kiri atas pada formulir aplikasi tadi.
  3. Fotocopy Ijazah dan Transkrip yang sudah dilegalisir. Untuk ini, ada kasus yang mengatakan ijazah terakhir (kalau aku S1), ada pula yang mengatakan semua ijazah dari SD sampai kuliah. Kalau aku si buat jaga-jaga aja aku bawa semua ijazah dari SD sampai kuliah. Biar ga bolak balik.
  4. Fotocopy KTP, ini sudah jelas kan ya.
  5. Fotocopy LoA (Letter of Acceptance) atau CoA (Certificate of Admission). LoA merupakan surat pernyataan kalau kita telah diterima secara official di Universitas dan CoA apa ya, CoA itu sertifikat yang dikirim langsung dari Korea, ada stempel asli yang menunjukkan kita telah diterima, tanggal masuk, dan rincian biaya yang harus dibayar. Lebih bagus CoA si kalau menurutku, soalnya itu didapat langsung dari Korea. Dan kalau LoA kita bisa download setelah kita dinyatakan keterima. Plus di Universitasku kelak, Kyung Hee University, LoA masih tertulis dalam Huruf Hangeul, hedeh…
    Untuk ini, aku sampai menunggu CoA ini sampai ke rumah (sekitar 2 minggu setelah notification of admission). Katanya ketika kita mengajukan visa, harus melampirkan CoA yang asli, yang ada stempelnya. Waktu aku di loket, sebenarnya aku bawa fotocopyannya, tapi entah kenapa di map hanya ada yang asli. Dan petugasnya langsung meng-copy and mengembalikan yang asli kepadaku, hahaha.
  6. Fotocopy GL (Guarantee Letter). GL merupakan “surat sakti” yang menunjukkan kalau dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah, dalam hal ini DIKTI. Di GL memuat biaya yang ditanggung, mulai dari tuition fee, living cost, health insuranse, dll (ini sudah aku posting di Standar Beasiswa Luar Negeri DIKTI). Kalau kita tidak mendapatkan itu, alias biaya sendiri kuliahnya, maka kita diharuskan menyertakan surat keterangan dari Bank yang menunjukkan kalau kita atau guarantoor kita, semisal orang tua kita, mempunyai uang sebesar US$ 10,000 atau sekitar Rp 90 juta, atau bisa ditunjukkan dari fotocopy buku tabungan.
  7. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) plus terjemahannya. Kartu Keluarga yang tertulis dalam bahasa Indonesia harus diterjemahkan dulu ke Bahasa Inggris. Untuk proses penerjemahan, bisa minta bantuan ke penerjemah tersumpah/sworn translator (info bisa googling). Setahuku untuk satu lembar penerjemahan dokumen resmi biayanya Rp 50.000. Untuk KK jadinya dua lembar, jadi total Rp 100.000.
  8. Fotocopy Paspor dan Paspor Asli. Paspor ini harus dipastikan masa berlakunya tidak akan habis dalam 6 bulan ke depan. Nanti kalau sudah habis dan kita sudah berada di negeri orang, bisa diperpanjang di Kedutaan di  sono. Paspor asli ditinggal soalnya visa kita nanti akan ditempel di sana. Dan paspor asli tidak boleh dipinjam selama masa pengajuan visa.
  9. Reservasi Tiket. Seperti sudah aku singgung pada posting yang dulu (di Standar Beasiswa Luar Negeri DIKTI), kadang Kedutaan meminta reservasi tiket yang menunjukkan perkiraan kita akan berangkat. Aku sudah melampirkan reservasi tiket ini, tapi dikembalikan lagi oleh petugasnya. Heum.. tidak butuh berarti, hahahaha.
  10. Dokumen pendukung lain. Ada yang bilang harus menyertakan sertifikat TOPIK, istilahnya TOEFL-nya Korea, atau bukti kemampuan bahasa korea. Waduh, terus terang aku g bisa bahasa korea. Les aja belum pernah. Heum..  Aku lampirkan saja TOEFL. wakakaka. Beda jauh kali, yang satu Inggris, yang satu Korea. But, ternyata hal ini tidak ditanyain oleh petugasnya. Dia lempeng-lempeng aja, g bilang apa-apa. Hahaha. Berarti kemampuan bahasa korea tidak mutlak menjadi syarat pengajuan visa.
  11. Tidak ketinggalan adalah Uang. Biaya yang dibutuhkan untuk visa student D2C sekitar US$ 50, aku diminta bayar Rp 475.000.

Secara garis besar, proses pengajuan visa ke Korea Selatan, seperti sudah aku katakan di atas, sangat mudah, tidak ribet, apalagi berbelit-belit. Petugasnya baik, kooperatif, dan tidak banyak nanya. Hehehe. Aku aja heran proses pengajuan visa tidak sampai 15 menit! Waktu tiba giliranku ke loket. Aku serahkan semua berkasku di map. Petugas hanya tinggal menyortir dokumen apa saja yang dibutuhkan dan tidak. Seperti reservasi tiket dikembalikan ke aku lagi. CoA dan LoA yang asli juga dikembalikan. Kemudian diminta bayar, dapat tanda terima. Aku kaget, kok cepet banget. Waktu aku tanya, Mas sudah gini saja, g ada yang kurang kan. Dia bilang sudah. Ya sudah. Kemudian aku diberi tahu kalau waktu visa jadi adalah 8 hari kerja! Biasanya 3 hari, tapi khusus waktu itu karena konsular lagi tidak ada di tempat, maka yang biasanya 3 hari kerja menjadi 8 hari kerja. Namun tenang, per tanggal 6 Agustus 2012 akan kembali normal menjadi 3 hari kerja. So, perkiraan jadi visaku adalah 30 Juli 2012. Diminta untuk telepon dulu ke nomor yang tertera sebelum mengambil visa, untuk memastikan saja apakah visa sudah jadi. Ya sudahlah, aku juga g buru-buru amat koq, Wakakaka. Semoga g ada masalah di visa ku ini. ^_^

Bagaimana proses pengajuan visa ku selanjutnya. Ikuti kelanjutannya di sini.

 
2 Comments

Posted by on 19 July 2012 in Beasiswa, Diary, Travelling

 

Tags: , , ,

2 responses to “Visa ke Korea Selatan (1 – Pengajuan Visa)

  1. Riema lee

    13 August 2012 at 09:40

    Semoga lancar ya urusan Visanya..dan Welcome to Korea…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: