RSS

(Tidak Jadi) Belanja Baju Bekas di Pasar Senen

24 Jul

sumber gambar: travel.detik.com

Sekarang aku akan memposting tentang pengalamanku berbelanja di Pasar Senen, yang katanya merupakan pusat belanja pakaian second terbesar di Jakarta (perkataan ini harus diverifikasi lagi, hehehe). Pasar Senen terletak di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Banyak sekali alat transportasi publik ke sana. Kalau dari Kampung Melayu kita bisa naik Angkot Nomor 1A yang berhenti di Terminal Senen. Kalau mau naik Metromini atau Kopaja juga ada banyak yang mencantumkan nama “Senen” di depannya. Atau kalau g mau nyasar, mending naik Busway dan berhenti di Halte Central Senen.

Awalnya aku mau beli baju musim dingin kaya coat, sweater, dan semacamnya. Rencana si aku mau beli di Factory Outlet di Bogor. Kata temen, ada yang murah kalau mau beli di Pasar Senen, cuman barangnya second, sisa impor. Aku coba lihat dulu deh pikirku. Kalau bisa dapat barang yang masih bagus, dengan harga yang murah, meski second kenapa enggak, hehehe.

Aku putuskan naik busway dari kampung melayu.Karena ini hari weekday, siang-siang lagi (sekitar jam 11-an) so g begitu padet dan aku kira lalu-lintas lancar. Nunggu buswaynya si g lama, cuma dari arah selatan sudah terlanjur penuh duluan. Yasudahlah, aku masuk saja namun pilih yang deket pintu, soalnya di situ kena AC, hahaha. Ternyata lalu lintasnya padat banget. Gila, lama bener, mana banyak bus yang masuk jalur busway lagi (kali ini mengutuk bus yang masuk jalur busway, hehehe). Dan akhirnya aku sampe ke Halte Central Senen. Hah.

Langsung deh, aku turun dari Halte dan masuk ke Gedung yang ada tulisan SENEN. Aku masuk dari pintu sebelah timur. Di sana memang berjejer buanyak sekali baju-baju, jaket, sweater, coat, rok, celana, muacem-muacem lah, segala kain ada. Karena aku fokus di pakaian musim dingin, so mataku hanya tertuju ke sewater, jaket tebel, dan coat. Waduh ini koq “model”-nya kaya gini ya. Yang aku maksudkan adalah, mohon maaf, pakaiannya terkesan kumuh, kotor, kumel, dan kucel. Aku langsung tersadar, ini kan memang pakaian bekas, so maklum lah kalau kondisinya seperti ini. Warna yang awalnya putih sudah menjadi krem, banyak noda di sana-sini. Wuidih, mending kalau mau beli yang item aja sekalian, biar g keliyatan kotornya, hahaha.

Selesai jalan di lantai satu, aku memutuskan untuk ke lantai dua. Di lantai dua kondisinya juga sama saja. Tidak lebih baik. Karena ini weekday, jadi sepi. Terkesan horor tempatnya. Hampir susah membedakan kios yang satu dengan lainnya, karena tidak ada “batas” yang nyata di antaranya, hahaha. Jalan pun tersamarkan. Aku hampir tersesat, wakakaka, memalukan. Soalnya muter-muter, balik lagi ke tempat semula. Aku sampai malu sama yang jaga kios. Karena sepi, so kelihatan kan kalau aku dari tadi bolak-balik dan kembali ke tempat yang sama. Hahaha.

Terus terang karena sepi plus nuansanya yang horor, aku tidak berani untuk hanya sekadar nanya, apalagi menawar. Horor aku bilang bukan hanya karena sepi (weekday), tapi gimana ya, penjualnya pada diem, tidak ada yang ngomong atau menjajakan barang dagangannya. Biasanya kan bilang “boleh kakak”, kaya di ITC gitu, hahaha. Tapi di sini sepi, sepi omongan, gelap lagi. Selain itu, aku tidak tahan dengan baunya. Sumpah ya, ini bau banget di dalam ini. Kaya bau comberan, maaf, tapi memang itu yang aku rasakan. Mana panas pula, umpek, gerah. Beda dengan gerahnya di Pasar Taman Puring. Kalau di sana, panas dan gerah karena selain sempit juga banyak orang, tapi di sini, sudah lega, g banyak orang, kenapa masih panas.

Karena g tahan dengan semua itu, panas, bau, “horor”, plus tidak ada satu pun item yang aku lirik, so aku memutuskan untuk balik saja. Terus terang pengalamanku di Pasar Senen tidaklah baik, sekitar jam setengah 1 aku pulang. Hah, sudah g betah aku di sana. So, hari ini g dapat apa-apa. Ketika aku pulang, aku searching tentang pengalaman orang-orang yang pernah belanja di Pasar Senen. Pengalamannya berragam, ada yang seneng karena harganya murah banget (masa ada pakaian seribuan), sampe pengalaman ngeri yang di intimidasi penjual karena g pandai nawar. Hii…untung diriku g macem-macem di sana. Hahaha.

 
11 Comments

Posted by on 24 July 2012 in Belanja, Diary, Travelling

 

Tags: , , ,

11 responses to “(Tidak Jadi) Belanja Baju Bekas di Pasar Senen

  1. therainycats

    9 February 2013 at 21:02

    yg koment, malh jualan….
    skrg senen ud rame kog yg jualan..n byk jg yg blnja..w sy dtg.a hr2 krja…n brg2.a gk smua kotor n kumal…

     
    • Mujiya Ulkhaq

      12 February 2013 at 07:37

      Terima kasih infonya ^_^

       
  2. wirzonjambak

    5 July 2013 at 00:29

    kalau anda berpendapat begitu adalah hak anda tapi menurut saya mungkin karna anda kurtang berani atau gaul, karna selama pengalaman saya di senen kurang lebih 12 th hanya sampai tahun 2002 yang namanya senen itu banyak copet serem dll, tapi sekarang sudah tidak lagi karna pedagangnya juga menjaga keamanan demi betahnya pelanggan berada di komplek seken senen tsb, kl kata anda bau dan panas saya akui tempat ini memang sumpek karna kurangnya fentilasi udara jadi udara didalamnya juga nggak berganti dengan yang di luar, kl anda bilang barang tersebut kusam karna barang tersebut memang tidak di setrika atau di loundri sama pedagangnya, kecuali kemeja laki, celana bahan dan jas itu di loundri, kl kata anda barangnya banyak nodanya berarti anda hanya berpatokan dengan barang murah atau obral anda tidak memperhatikan barang yang digantung , karena makin tinggi gantungannya maka berarti makin bagus dan bermerek barang tersebut, karena tidak jarang barang bermerek dan baru juga ada masuk dalam bal-balan barang seken tsb, seperti, fubu, converse, fredpery, lacoste, crocodile, polo, zara, uniqlo, hermes, ck, dll,
    jadi saran saya kl anda datang lagi kesenen datanglah ke EX RAMAYANA BLOK 3 PASARJAYA SENEN, kl anda masih ragu bisa anda tanya sama satpam yang jaga, dan anda juga harus berani untuk bertanya dan menawar barang tapi biasanya kl mereka ada tokonya akan memberi harga yang bersahabat bukan yang memajang dipinggir atau diatas atas tanpa mempunyai counter karena mereka akan menawarkan harga setinggi tingginya, biasa mereka di sebut tukang kantau,
    saya juga jualan di senen tapi kusus baju perempuan berupa rajut dan kaos, jujur biasa yang gengsi belanja di seken senen biasanya adalah orang menengah kebawah, kl orang menengah ke atas biasa nya heppy heppy aja belanja di sini, karena mereka mencari bahan , merek, dan kualitas yang sya jamin bisa memuaskan anda berpakain boleh anda buktikan sendiri,
    kalau anda datang boleh anda mencari saya, nama saya JHON JUALAN KAOS, dari pintu masuk ex ramayan dua gang belok kanan , tempat saya dua counter setelah anda belok,
    terimakasih atas semua masukan yang anda berikan, dan mohon maaf kl ada kata saya yang salah

     
    • Mujiya Ulkhaq

      5 July 2013 at 14:31

      Wah terima kasih banyak atas infonya…. senang ada yang punya pandangan lain… ^_^

       
      • wirzonjambak

        9 July 2013 at 11:03

        ya sama sama salam kenal dari saya, kl ada wak main ketempat saya kesenen,

         
    • cici

      21 December 2013 at 02:06

      setuju mas, ak sm sampeyan. sy aja yg sempat tinggal di Jakarta, benar2 merindukan pasar senen, sy kalo di sana merasa, menyatu dg para pembeli lainnya dr yg menengah bawah smp atas. happy banget pokoknya di sana. bener2 wajah ibu kota. keinget, mereka2 yg bermobil (mewah) pun mainnya ke senen, mereka tnp malu2 bawa kresek2 besar isi belanjaan mereka. mrk2 yg gayanya keren pun, asik2 aja tuh nyobain baju2 yg diobral.

      bagi mereka yg bisanya beli baju bekas krn minim nya daya beli, pasar senen merupakan surga. drpd para koruptor/tukang tipu yg duitnya banyak,beli bajunya di mall…ini yg marah tidak barokah.

       
    • lila

      19 February 2015 at 13:07

      Mau coba survei ahh ke senen..trims nih mas john atas info menariknya

       
  3. rahmat

    1 November 2013 at 02:00

    haha.. lucu

     
  4. The Jack

    10 March 2014 at 16:27

    Ia namanya barang seken.. tapi walau barang seken bisa membatu ekonomi kelas bawah yg ingin tampil beda…

    dan penjual pakaian seccond mau tanya nih ? kalaian semua pada promo Bal Super / Bal Super butik / Bal greed A dll

    dikasih info dong Juragan.. apa yg membedakan Bal_Bal tersebut dari segi Packingnnya ?pasti ada code paking yg membedakan Bal_Balan tersebut…

    jadi yg beli itu merasa mantap karena tau ciri packing bal super yg mana bal butik yg mana…

    sebab orang mau beli pada takut.. karena kita gak tau isi bal itu apa super apa rombengan,,,?
    sebab bisa saja anda ngomong Bal Super Butik segel Impor harga 8jt ?? tp bisa saja anda kasih bal yg kwalitas dibawah yg biasanya harga 1jt..? karena kurangnya informasi tentang Bal2 tersebut..

     
  5. whysooserious

    3 April 2014 at 12:32

    wah, sebelumnya saya tertarik pengen lihat tapi sekarang jadi mengurungkan niat.πŸ™‚

     
  6. veraratnasari

    20 October 2014 at 13:30

    hahaha kok kok rada lebay ya post an nya mmm mohon maaf\
    pertama itu rada horo krn memeang pasar tertua tp sama aja sih kaya pasar2 tradisional biasa
    kedua ya engga bau ah dirimu aja yg indra penciumannya sensitif
    ketiga kata siapa pedagangnya pada diem? saya pernah kesana weekday dan itu rame, pedagangnya seru2 pada bilang ayo2 goceng aja goceng aja.. gt kok hahaha
    mmm trs ke 4 kata siapa kumel2? itu brarti kamu kurang sabar dalam memilih, coba kalo mau cape sedikit pasti dapet yg bagus deh

    ini info aja sih kalo mau yg bagus datengnya sabtu pagi krn itu baru pd dtng stock2nya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: