RSS

Pengurusan SP Setneg (6)

03 Aug

Petualanganku dalam “memburu” SP Setneg belumlah berakhir. Setelah terakhir tanggal 17 Juli ke DIKTI untuk menyerahkan semua berkas dalam pengajuan Surat Pengantar ke BP&KLN, so kali ini aku akan ke DIKTI lagi untuk melihat apakah surat pengantarku sudah jadi apa belum. Berarti sudah sekitar 13 hari kerja dari aku terakhir ke DIKTI. Tidak hanya itu saja si, kehadiranku di DIKTI juga untuk lapor diri, karena hari ini adalah hari (kerja) terakhirku di Jakarta. Karena Senin, 6 Agustus aku sudah balik ke kampung halaman, Kota Kudus tecinta. Hehehe. Aku g mau lama-lama terjebak di ibu kota. Takut g dapat tiket pulang, hahaha.

Karena hari ini adalah Hari Jumat, hari yang pendek, so aku harus bergegas dan bersegera ke DIKTI-nya. Pagi-pagi benar aku semangat 45 sudah mandi, dan berpakaian rapi. Hal yang sangat amat jarang terjadi. Hahaha. Sekitar jam 8 aku sudah siap dan berangkat dari Kampung Melayu naik busway. Yah, seperti biasa, lama nunggu merupakan hal yang sudah sering aku alami. Busway yang masuk kebanyakan menuju ke Ancol dan Senen, padahal kalau aku akan ke DIKTI (turun di Gelora Bung Karno), maka aku harus turun Harmoni (transit) dan naik busway arah Blok-M terus turun di Gelora Bung Karno. Lamo nian ni Busway ke Harmoni. Akhirnya dapat Busway dan….naiklah saya.

Sampai di DIKTI, orang yang aku cari tidak ada. Mbak Citra pergi ke Bandung dan Mas Agung katanya g masuk. Yang ada hanyalah bapak-bapak yang aku g tahu siapa, yang baru pertama ketemu, dan duduk di kursi resepsionis. Aduh, giman nih, Udah mulai panik. Ya mau gmana lagi, akhirnya aku ke bapak itu. Aku ditanya, lha emang mau ngapain mas. Aku bilang mau “nukar SPPD” dan mau nyerahin surat kontrak yang baru karena kemaren salah (pada bagian atas nama). Dia bilang, itu mah bisa di sini, serahkan sama saya saja. Waduh awalnya sanksi (maaf pak) surat tersebut sampai pada yang berhak untuk memproses apa tidak, but anyway, sekali lagi, mau gmana lagi. But tetapi ternyata aku kurang memfotocopy rangkap empat. Pada bagian surat kontrak antara DIKTI dengan UNDIP ada yang kurang. Hah, akhirnya aku ke bawah untuk fotocopy. Tak lupa aku menanyakan bapaknya apa lagi yang kurang, dan dia bilang itu saja mas. Hah, daripada bolak-balik mending sekalian saja kan.

Tapi g apa-apa, kejadian aku ke bawah itu membawa berkah. Setelah aku fotocopy, ternyata Mas Agung sudah ada. Hore… hahaha, kalau berkasku lengkap dan g fotocopy, mungkin aku langsung ngacir pulang, hahaha. Setelah itu aku langsung tanya apakah surat pengantar BP&KLN sudah jadi, punyaku dan Nela. Langsung deh, Mas Agung ke dalam dan mencari tahu. Hihi, siip dah.

Ternyata punyaku sudah jadi dan sudah diantar ke BP&KLN per tanggal 1 Agustus bersama dengan..aduh siapa ya, aku lupa, hehehe, tapi bukan BU koq, mungkin BLN kali ya. Kemudian aku dikasih fotocopyannya. Sebagai bukti kalau suratnya sudah jadi. Ternyata DIKTI mau nyerahin surat pengantar ke BP&KLN, soalnya informasi terakhir yang didapat adalah kita sendiri yang harus menyerahkan surat pengantar BP&KLN ke BP&KLN. Heum,, lumayanlah, g perlu ke BP&KLN. Hahaha.

Kemudian tak lupa aku tanya punya si Nela, sudah jadi apa belum. Mas Agung balik ke dalam dan dia bilang g nemu punya Nela, tapi dia bilang kayaknya sudah jadi deh. Soalnya aku dan Nela waktu nyerahin berkas kelengkapannya sama, so mungkin sudah jadi. Itu asumsi Mas Agung, but g tahu ya, soalnya g ada di dalam. Heum.. Semoga tidak ilang tuh surat.

Setelah itu aku bilang kalau aku g ke DIKTI lagi. Berangkat tanggal 26 Agustus, tapi senin aku sudah pulang dan g ke Jakarta lagi. Nah, untung ada Mas Agung, dia langsung ngurusin proses lapor diri sebelum berangkat. Jadi aku g perlu ke DIKTI lagi ketika mau berangkat. Hahaha. Untuk proses lapor diri akan aku ceritakan besok di sini.

Setelah semua proses lapor diri selesai, aku menanyakan perihal SP Setneg. Ketika surat pengantar ke BP&KLN sudah jadi, so rentetan proses selanjutnya adalah menunggu surat pengantar SP Setneg dari BP&KLN. Itu bisa makan duit (bukan waktu kali ini), soalnya yah begitulah, kabar-kabarnya kalau mau cepet dan diurusin harus bayar dalam nominal yang tidak sedikit. Huu. Oleh Mas Agung aku disuruh ke Mas Yusuf BP&KLN untuk nanya yang jelas seperti apa. Pas aku bilang apakah siang tidak masalah ke sananya, soalnya setelah ini kan Jumatan. Dia bilang It’s OK. Okelah kalau begitu aku pulang, hahaha.

 
Leave a comment

Posted by on 3 August 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: