RSS

Proses “Lapor Diri”

05 Aug

Kali ini aku akan sharing mengenai proses yang dinamakan lapor diri. Lapor diri merupakan proses yang harus dilakukan oleh seorang penerima beasiswa dari DIKTI sebelum berangkat ke Luar Negeri. Lapor diri bisa dikatakan proses yang sangat penting karena ada ancaman kalau tidak lapor diri, maka dananya akan di-pending, wkakaka. Intinya DIKTI ingin men-trace alias melacak siapa-siapa yang sudah akan mau segera berangkat, nah lho beribet kan tensesnya.

Sebenernya kemaren aku ke DIKTI untuk lapor diri karena kemaren adalah “hari kerja” terakhir aku di Jakarta, karena Senin aku sudah meluncur balik ke Kota Kudus. Aku g mau tersiksa di Jakarta dan parahnya g bisa pulang karena masa-masa ini adalah masa-masa arus mudik. G lucu kan kalau aku terjebak di Jakarta g bisa pulang hanya gara-gara ini, hehehe. So aku memutuskan lapor diri kemaren Jumat, meski aku berangkat baru tanggal 26 Agustus, hehehe. Alasannya aku ogah ke Jakarta lagi, terus terang aku sudah keluar duit banyak untuk ini. Hahaha.

Proses lapor diri ini tidak sulit, dan sangat singkat tentunya karena kita tinggal menyerahkan berkas-berkas, mengisi form dan tanda tangan. Selesai. Tidak butuh nunggu surat pengantar atau apa pun itu. Berkas-berkas yang dibutuhkan dalam lapor diri antara lain:

  1. Foto copy SP Setneg. Untuk ini boleh menyusul si, karena tidak semua orang beruntung mendapatkan SP Setneg sebelum berangkat, termasuk aku, hiks. Proses yang lama dan berbelit inilah yang membuat DIKTI untuk memberikan “keringanan” tidak menyertakan SP Setneg dalam berkas lapor diri, asalkan ada yang mengurusi di Indonesia, entah teman kita, keluarga, atau kolega. Dan segera setelah SP Setneg jadi, kita harus mengirim scan nya ke DIKTI.
  2. Foto copy Passport dan VISA. Kalau ini tidak bisa ditawar. Pastikan kita sudah mendapatkan VISA ketika lapor diri. Pengurusan VISA bisa memakan waktu yang lama dan bahkan ada yang aplikasinya ditolak oleh kedutaan. Ngeri. So, kita harus pastikan sudah mempunyai VISA artinya sudah beres masalah pervisaan sebelum lapor diri. Untuk petunjuk pengurusan VISA ke Korea Selatan bisa dilihat di sini.
  3. SPPD PT (Perguruan Tinggi) yang sudah ditandatangani pihak yang berwenang, entah itu Rektor, Pembantu Rektor bidang Akademik, atau Kepala Bagian Administrasi Akademik. Kalau di UNDIP, orang terakhir yang bertanggung jawab atas masalah ini. Setelah itu, SPPD akan diganti oleh DIKTI dengan SPPD yang sudah ditandatangani dan dicap oleh pejabat DIKTI, yang kemudian akan kita bawa ke luar negeri dan dicap di KBRI/Konjen di sana. Untuk petunjuk mengenai per-SPPD-an, bisa dilihat di sini.

Setelah kita menyerahkan itu semua, maka kita akan diminta untuk mengisi biodata. Jangan lupa bawa pas foto 4×6 satu lembar yang akan ditempel di biodata tersebut. Isinya ya data diri standar, mengenai nama, alamat di sana, perguruan tinggi yang dituju, negara, jenjang (S2/S3), jurusan, dll. And then absen di kertas absen. Di sana akan berisi nama orang-orang yang sudah lapor diri ke DIKTI. Aku ada di urutan ke-3 orang yang lapor diri. Heum.. termasuk awal ya, karena kebanyakan pada berangkat pertengahan September si. Dan yang terakhir, adalah kita diminta tanda tangan pada lembar seperti SPJ yang katanya untuk mencairkan dana tiket kita. Dua kali. And then… selesailah proses lapor dirinya. ^_^

 
1 Comment

Posted by on 5 August 2012 in Beasiswa, Diary

 

Tags: , ,

One response to “Proses “Lapor Diri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: