RSS

Korean Journey (3 – At Bandara Internasional Incheon)

27 Aug

Part 3: 인천국제공항 에서 (At Bandara Internasional Incheon)

sumber gambar: exploringkorea.com

sumber gambar: exploringkorea.com

Cie… udah pake Hangeul nih. Hehehe. Yoa, sekalian belajar juga. Dan setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 6 jam, akhirnya tibalah di Bandara Internasional Incheon. Berangkat sekitar pukul 22.20 WIB dan sampai sekitar pukul 07.00 Waktu Korea. Untuk sekedar informasi, perbedaan waktu antara Korea dan WIB adalah 2 jam (lebih dahulu Korea), atau aku sering bilang kalau waktu korea sama dengan WIT.

Sebelum cerita lebih jauh, aku mau cerita keadaaan di dalam pesawat. Wuidih, sungguh luar biasa enak, salah satu alasannya adalah dari tiga bangku yang ada di kanan dan kiriku, semuanya kosong. Wuah.. seakan raja. Entah kenapa perjalanan ke Korea waktu itu (via Korean Air) sungguh sepi, padahal ini kan musim kuliah masuk. Apa mungkin karena Korean Air terlalu mahal ya. Aku dikasih tahu kalau Korean Air itu bukan untuk pelajar, karena paling mahal kalau mau ke Eropa, wah.. Kalau aku g dipilihin travel plus dibayarin, aku juga ogah naik ini, hahaha.

Ada beberapa kejadian menarik di dalam pesawat. Aku “ngerusakin” video pesawat. Wkaka. Tahu kan layar pemutar video yang “ditempel” di belakang bangku. Layar itu kan buat mutar film, lagu, dsb. Nah, awalnya aku asik mainin itu, but beberapa saat, si video g mau nyala, terus hitam dan ada tulisannya reboot failed apa gitu. Buset dah, pikir gw. Heum, ya udah, dari yang bangku deket jendela pindah deh ke tengah, kan semuanya kosong, wakaka, plus satu lagi, pasang wajah innocent. Hahaha. Terus selanjutnya adalah makan malam. Wah, momen yang ditunggu-tunggu ini, laper pasti. Si pramugari menawari 3 makanan: fish, chicken, 비빔밥 (bibimbap). Tapi dia bilang chicken habis, so tinggal fish and bibimbap. Aku ragu keduanya, but aku pilih bibimbap, karena aku takut ikannya ikan mentah, kaya masakan jepang gitu. Dan tahu-tahunya.. ini mah sego pecel rek, pikirku. Nasi dengan sayur-sayuran plus ada dagingnya. Aku buka juga supnya, katanya namanya 된장 (doenjang), soup fermentasi soybean tulisannya, ah sup tempe pikirku. Dan pas aku buka… eng ing eng.. sumpah rasanya enggak banget, mau muntah. Si sup ini yang menghilangkan selera makanku. Gara2 itu aku g makan si bibimbap. Nyium baunya aja udah hiyack, yah, tampaknya aku g berjodoh dengan makanan korea. Untung di dalam satu baki itu ada roti yang masih bisa dimakan…awak hanya makan roti.

Tepat waktu Alhamdulillah sampai di Incheon. Aku takut pesawat akan delay gara2 badai taifun, soalnya saat itu lagi ganas2nya taifun menyerang. Bandara Incheon merupakan salah satu bandara terindah. Bener-bener nyaman, bea cukai-nya g neko-neko, cuman diminta nulis pernyataan (waktu di pesawat) kalau g bawa benda2 “terlarang” ada listnya, kita tinggal centang aja semuanya untuk TIDAK. Cepet banget, urusan ambil bagasi juga enak, g gerah dan lama kaya di Soetta. Waktu aku di atas (tempat ambil bagasi di bawah) aku langsung bisa ngeliyat koporku jalan di konveyor. Huahahaha. Langsung ambil. Di pintu keluar, langsung disambit Mbak Vita, ahahay. Dia seniorku dulu pas kuliah, plus nanti jadi teman satu lab karena kita satu jurusan di Kyung Hee. Senang rasanya g sendirian dan g kaya orang ilang. Kita masih harus menunggu satu orang lagi, si Yessi. Dia kenalan (aku belum pernah ketemu), anak Indonesia yang kuliah di Belanda dan exchange ke Kyung Hee, ambil jurusan Visual Design, masih S1 si. Dia naik Garuda dan dijadwalkan sampe pukul 8.30. Dia si g mau bareng naik Korean Air, hehehe. But.. gara2 si taifun, si Garuda delay sampai lama banget, jam 10.40 baru sampe! Gila, tiga jam cuy!

Sambil menunggu sambil makan. Aku makan di McD, karena “takut” plus trauma dengan masakan korea, jadi ambil yang “netral” saja. Dan untung ada mbak Vita, yang lumayan bahasa koreanya. Di sini pada bangga dengan bahasanya, alias pada g bisa bahasa lain selain Korea. Tak lupa aku ngabarin orang rumah kalo udah sampe via International Call (punya mbak Vita si, hahaha). Setelah nunggu lama banget, akhirnya si Yessi nongol juga. Si induk sudah punya dua anak sekarang, hahaha. Saatnya meninggalkan Incheon. Kita pilih naik Limousine Bus ke Suwon-Youngtong. Mahal si sebenernya, 12.000 Won atau kalau di-kurs-kan Rp 96.000. But kita pilih ini daripada Subway atau bus umum karena barang bawaan kita buanyak. Kalau naik bus paling cuma 2.000 Won, bahkan naik subway hanya sekitar 900 Won. Lumayan jauh juga selisihnya.

Selamat datang di Korea. Semoga selama kurang lebih dua tahun ini aku bisa dapat banyak pengalaman berharga, ilmu yang bermanfaat, serta teman-teman yang baik. Amiin. 화이팅

 
1 Comment

Posted by on 27 August 2012 in Beasiswa, Diary, Travelling

 

Tags: , , ,

One response to “Korean Journey (3 – At Bandara Internasional Incheon)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: