RSS

Belajar Bahasa Korea (5 – Stylisasi)

15 Sep

Setelah kemaren berkenalan dengan internasionalisasi, sekarang aku perkenalkan lagi “bahasaku” sendiri, istilah Stylisasi. Sama seperti internasionalisasi, kalau kamu googling tentang stylisasi bahasa Korea udah pasti g ada. Hehehe.

Kalau kemaren aku mengartikan internasionalisasi sebagai “menerjemahkan” tulisan Hangeul ke dalam bahasa internasional (Inggris), maka stylisasi adalah kebalikannya: “menerjemahkan” tulisan dalam bahasa internasional (Inggris) ke dalam tulisan Hangeul. Ada-ada aja, hehehe, namun memang seperti itulah adanya. Dengan adanya trend alias budaya luar negeri terutama Amerika Serikat yang terus masuk ke negeri ginseng ini, maka mau tak mau akulturasi budaya terutama bahasa harus terjadi. For your information, di Korea Selatan, yang namanya Amerika Serikat itu diagung-agungkan, ya iyalah secara ia sekutu temen deket mitra allay, atau apalah itu sebutan lainnya. Pokoknya yang berbau Amerika Serikat disanjung-sanjung. Karena Amerika Serikat berbahasa Inggris, maka masuklah bahasa Inggris ke Korea sehingga terjadilah yang namanya stylisasi. Mengapa aku namakan stylisasi? Berasal dari kata stylish (penuh gaya), maka orang Korea yang menggunakan bahasa Inggris (bahasa Amerika Serikat) bisa dikatakan keren (sok bergaya). So, penerjemahan dari bahasa Inggris ke tulisan Hangeul aku namakan stylisasi, hehehe.

Mengapa harus diubah ke Hangeul? Mengapa tidak langsung saja ditulis dalam bahasa aslinya? Seperti penjelasan sebelumnya, orang Korea jarang ada yang bisa tulisan Latin, maka untuk menggeneralisasikan, dipakailah Hangeul untuk mentransliterasikan. Dan tentu saja karena sistem penulisan Hangeul berbeda dengan sistem penulisan latin, akan ada beberapa penyesuaian (adjustment) terhadap “lidah” korea, sehingga akan terdengar “aneh” bagi orang non-Korea.

Aku akan beri contoh sebagai berikut. Tahu kan boy band Super Junior? Nah, kata Super Junior itu kan berasal dari bahasa Inggris, agar orang Korea tahu bagaimana melafalkan “Super Junior”, maka diterjemahkanlah “Super Junior” ke dalam Hangeul menjadi 슈퍼주니어 (romanisasi: Syupeo Junieo). Itu lah yang aku katakan “aneh”. Dan karena ini, orang Korea tidak bisa mengucapkan Super Junior dengan benar, instead mereka mengucapkan Syupeo Junieo (eo diucapkan seperti o dalam kata monyong).

Keanehan lainnya adalah “penyeretan” bunyi. Orang korea sangat susah untuk “mematikan” konsonan di akhir. Mereka lebih suka menambahkan bunyi “e” di belakang kata. Sebagai contoh, lagi-lagi aku ambil boyband T-Max, bagaimana tulisan Hangeul dari T-Max? 티맥스 (romanisasi: Ti Maekseu), ada bunyi “e” yang tertinggal di belakang. Mungkin kalau pernah belajar bahasa Jepang akan mengalami déjà vu, karena bahasa Jepang juga mengalami hal yang sama, namun bukan bunyi “e” yang tertinggal, melainkan “u”.

Tidak hanya nama boyband yang mengalami stylisasi, kata-kata dalam bahasa Inggris yang mencoba diserap ke dalam bahasa Korea namun mempunyai kata asli dalam bahasa Korea juga mengalami stylisasi. Misalnya kata “chicken” yang artinya ayam di-stylisasi menjadi 치킨 (romanisasi: chikin). Untuk nama menu makanan, mereka lebih suka menggunakan kata 치킨 daripada 닭 (romanisasi: dalk), yang juga mempunyai arti ayam. Katanya lebih keren, lebih kebarat-baratan. Dikarenakan stylisasi ini (yang menimbulkan dalam pengucapan seperti aku telah jelaskan di atas), maka orang Korea sangat susah dalam berbahasa Inggris, pengucapannya sangat buruk, karena sudah terkontaminasi dengan “stylisasi”. Mending orang Indonesia banget lah Inggrisnya, meski ada yang bilang kadang Inggrisnya orang Indonesia itu “medok”, namun lebih mending daripada Inggrisnya orang Korea, hehehe.

Aku akan beri contoh beberapa stylisasi beserta romanisasinya.

Stylisasi

Hangeul

Romanisasi

Romance

로맨스

Romaenseu

Hamburger

햄버거

Haembeogeo

Starbucks

스타벅스

Seutabeokseu

Sandwich

샌드위치

Saendeuwichi

Internet

인터넷

Inteonet

Philips

필립스

Pillipseu

CN Blue

씨엔블루

Ssiein beullu

Infinite

인피니트

Inpiniteu

Wonder Girls

원더걸스

Wondeo Geolseu

f(x)

에프엑스

Epeu ekseu

 
1 Comment

Posted by on 15 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , ,

One response to “Belajar Bahasa Korea (5 – Stylisasi)

  1. Ame~chan

    3 April 2014 at 01:27

    tapi paling parah tuh orang jepang kalau soal beginian masak Sword Art Online jadi sodo ato onrain beda jauh banget

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: