RSS

Belajar Bahasa Korea (6 – Hangeul-Vokal)

17 Sep

Sekarang kita akan belajar Hangeul, the Korean writing system. Seperti sudah aku ceritakan sebelumnya di Sejarah Hangeul bahwa Hangeul diciptakan oleh Raja Agung Sejong. Hangeul merupakan sistem penulisan yang silabik dan fonetik. Silabik maksudnya setiap satu kesatuan adalah satu suku kata (silabel) sedangkan fonetik adalah setiap satu huruf melambangkan satu bunyi (fon). Aksara Latin adalah fonetik (satu huruf melambangkan satu bunyi/fon), sedangkan aksara Jepang adalah silabik (satu huruf melambangkan satu suku kata/silabel), sedangkan aksara China adalah ideografik (satu huruf melambangkan satu kata/morfem).

Apabila ingin belajar bahasa Korea, langkah pertama yan harus dilakukan adalah belajar Hangeul: membaca dan menulis. Persis seperti waktu kita kecil, diajarkan menulis dan membaca. Ya, kita adalah anak kecil dalam pembelajaran bahasa Korea.

Hangeul Philosophy

Huruf vokal didasari dari filosofi dasar manusia-bumi-surga. Titik menggambarkan matahari yang ada surga (yang), garis horizontal menggambarkan bumi/tanah (yin), dan garis vertikal menggambarkan manusia (elemen di antara keduanya/neutral). Kalau digabungkan seperti ini: manusia dengan kepala yang menengadah ke surga (mengharap adanya surga) dengan kaki masih menapak di bumi/tanah (tanda kerendahan hati). Wuih, so filosofis.

Dalam beberapa literatur, artikel, dan blog pengajaran bahasa Korea, dituliskan bahwa ada 21 huruf vokal dalam Hangeul: 10 huruf vokal tunggal (dasar) dan 11 huruf vokal gabungan. Namun di sini aku akan mencoba lebih filosofis dengan membagi huruf vokal menjadi tiga: bright vowels, dark vowels, dan neutral vowels.

Bright vowels (vocal cerah/ringan) ada dua: ᅩ dan ᅡ, dinamakan seperti itu karena menurut orang Korea ketika mengucapkan dua vokal itu suaranya terdengar merdu. Sedangkan dark vowels (vokal gelap/berat) ada dua: ᅥ dan ᅮ, dengan alasan yang sebaliknya. Dan neutral vowels, namanya juga neutral, atau tengah-tengah, jadi ya kalau mengucapkan itu kesannya biasa saja, hehehe, juga ada dua: ᅳ dan ᅵ. Ide dasar dari ini adalah kita hanya bisa menggabungkan vokal-vokal yang “sejenis”: bright-bright, dark-dark, neutral-neutral. Jadi kita tidak bisa menggabungkan dua vokal dark dan bright, namun neutral bisa digabungkan dengan siapa saja. Baru tahu? G percaya? Let’s see.

hangeull

Bright Vowels
Vokal dasar: ᅩ dan ᅡ
Vokal turunan asli: ᅪ
Vokal turunan dengan neutral: ᅣ, ᅭ, ᅢ, ᅤ, ᅫ, dan ᅬ

Dark Vowels
Vokal dasar: ᅥ dan ᅮ
Vokal turunan asli: ᅯ
Vokal turunan dengan neutral vowels: ᅧ, ᅲ, ᅦ, ᅱ, ᅰ, dan ᅨ

Neutral Vowels
Vokal dasar: ᅳ dan ᅵ
Vokal turunan: ᅴ

Dengan begitu pas sudah ke-21 huruf vokal dalam Hangeul.

*Lihat tidak ada gabungan dark-bright semacam ᅩdengan ᅥ atau ᅮ dengan ᅡ

Cara Melafalkan/Mengucapkan

Aturan dalam merangkai huruf Hangeul adalah: KV, KVK, dan KVKK (K=Konsonan; V=Vokal, ingat kembali pelajaran bahasa Indonesia :-p). Nah, kita tidak bisa hanya menulis ᅮ dalam bahasa Korea, karena itu adalah vokal. Ingat dalam aturan merangkai Hangeul tidak ada V sendiri, maka untuk itu kita perlu menambahkan Konsonan di depan (menjadi KV) agar bisa dibaca, konsonan itu adalah ᄋ (kita akan belajar konsonan nanti). Yang penting telan dulu saja bahwa kita harus menambahkan konsonan ᄋ di depan atau di atas huruf vokal agar dapat dibaca.

Berikut aku sajikan Huruf Hangeul dari masing-masing vokal, romanisasi, serta cara membacanya.

Hangeul

Romanisasi

Cara Membaca

a

Seperti a dalam kata mama

ya

Seperti ya dalam kata ayah

eo

Seperti o dalam kata tong

yeo

Seperti yo dalam kata gotong royong

o

Seperti o dalam kata obat

yo

Seperti yo dalam kata yoyo

u

Seperti u dalam kata susu

yu

Seperti yu dalam kata yuyu

eu

Seperti e dalam kata lebat

i

Seperti i dalam kata ikan

ae

Seperti e dalam kata nenek

yae

Seperti ye dalam kata yes (bahasa Inggris)

e

Seperti e dalam kata lele

ye

Seperti ye dalam kata aye (aku dalam bahasa Betawi)

oe

Seperti we dalam kata wedang

wi

Seperti wi dalam kata dewi

ui

Seperti eui dalam kata euis (nama gadis Sunda)

wa

Seperti wa dalam kata waktu

wae

Seperti we dalam kata wedang (lebih “tebal” dari 외)

wo

Seperti wo dalam kata cowok (laki-laki)

we

Seperti we dalam kata website

*Note:

  • 의 mempunyai beberapa macam pelafalan:
    • Bila berada di depan tetap dilafalkan seperti di atas, contoh: 의사 (dokter) dilafalkan /uisa/
    • Bila berada di akhir kata akan dilafalkan seperti 이, contoh: 문의 (penyelidikan) akan dilafalkan /muni/
    • Bila berfungsi sebagai kepemilikan akan dilafalkan seperti 에, seperti: 나의 집 (rumahku) akan dilafalkan /na-e jip/
    • Bila dirangkai dengan ㅎ (h)  akan dilafalkan seperti 이, seperti: 경희 (Kyung Hee) akan dilafalkan /gyeong hi/
 
3 Comments

Posted by on 17 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , , , ,

3 responses to “Belajar Bahasa Korea (6 – Hangeul-Vokal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: