RSS

Belajar Bahasa Korea (14 – Hangeul-Batchim [2])

27 Sep

examplehangulPada postingan sebelumnya kita telah mengenal yang namanya 받침 /batchim/, yang artinya final consonant (Silakan lihat postingan sebelumnya di sini). Namun hal tentang batchim belumlah berakhir sampai di situ dan kali ini aku akan meneruskan lagi lanjutannya (part 2) sehingga kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang batchim. Sekali lagi aku ingatkan bahwa ini penting dalam pembelajaran bahasa korea dan ini tidaklah mudah.

Konsonan ㅇ, “the carry-over”

Untuk mengawali kali ini aku akan meninjau lebih jauh tentang liaison (lihat posting sebelumnya). Seperti sudah aku posting sebelumnya bahwa liaison secara singkat dapat diartikan sebagai suatu “penyambungan” bunyi. Huruf konsonan ㅇ /ngieung/ ketika berada di awal kata tidaklah dibaca, seperti contoh 오빠 /oppa/ yang berarti kakak laki-laki (apabila yang memanggil perempuan). Dalam kata 오빠 konsonan ㅇ tidaklah dilafalkan /ng/ sehingga dilafalkan /oppa/ bukan /ngoppa/. Kemudian apabila konsonan ㅇ tersebut berada di tengah-tengah kata, maka konsonan yang berada “sebelum” ㅇakan “masuk” menggantikan ㅇ dan “bergabung” dengan vokal yang dilekati ㅇ. Sounds confusing right? Hahaha. Contohnya adalah 갑을. Kata ini tidak dilafalkan /gap-eul/ secara terpisah tiap suku kata, namun akan dilafalkan 가블 /gabeul/. Gampang bukan?  Ini hanya mengulang saja pada pembahsan liaison posting sebelumnya. Contoh lain adalah 앞으로 akan dilafalkan 아프로 /apeuro/.

Pada pembahasan batchim yang terdahulu, kita tahu kalau beberapa konsonan akan dilafalkan berbeda bila berada di akhir kata, misal konsonan ㅅ,ㅎ,ㅈ,ㄷ, dan ㅊ akan dilafalkan /t/. Namun bila konsonan tersebut bertemu ㅇ, maka konsonan tersebut akan “kembali” ke lafal asalnya.

  • 낮 dilafalkan /nat/, namun 낮에 dilafalkan 나제 /naje/
  • 맛 dilafalkan /mat/, namun 맛이 dilafalkan 마시 /masi/

Pengecualian untuk konsonan ㄷdan ㅌ apabila bertemu 이 (hanya 이 bukan 으, 어, atau yang lainnya), maka ㄷ akan dilafalkan 지 dan ㅌ akan dilafalkan 치.

  • 굳이 dilafalkan 구지 /guji/
  • 밭이 dilafalkan 바치 /bachi/

Masih tentang huruf ㅇ, apabila ia berada di akhir kata dan bertemu dengan glottallized consonants/ combined consonants (ㄲ, ㄸ, ㅆ, ㅉ, ㅃ),  maka sama seperti sebelumnya, si konsonan glotal ini akan “menggantikan” posisi ㅇ.

  • 갔어요 dilafalkan 가써요 /gasseoyo/
  • 볶음 dilafalkan 보끔 /bokkeum/

Then, untuk konsonan kombinasi (ㄳ, ㄺ, dan konco-konconya), maka satu konsonan akan “tetap” berada pada posisinya, sedang yang satunya akan “pindah” menggantikan posisi ㅇ.

  • 핥아 dilafalkan 할타 /halta/
  • 앉아 dilafalkan 안자 /anja/

Double Consonants Liaison

Kasus selanjutnya adalah apabila ada dua konsonan yang sama “beradu”, maksudnya adalah konsonan berada di akhir kata dan bertemu konsonan yang sama di awal kata. Aturan pertama berlaku untuk konsonan ㄱ,ㄷ,ㅅ,ㅂ,ㅈ (konsonan ini mempunyai “bentuk” aspiratif ㄲ,ㄸ,ㅆ,ㅃ,ㅉ). Apabila konsonan tersebut terletak di akhir kata dan bertemu dengan konsonan yang sama di awal kata, so dilafalkan seperti konsonan aspiratif yang bersesuaian.

  • 악기 dilafalkan 아끼 /akki/
  • 낫살 dilafalkan 나쌀 /nassal/

Aturan kedua berlaku untuk konsonan yang tidak punya “bentuk” aspiratif seperti ㅁ,ㄴ,ㅊ, maka pelafalannya sama, tinggal menggandakan sehingga akan dilafalkan dengan “lebih tebal”.

  • 엄마 dilafalkan /oemma/
  • 안내 dilafalkan /annae/

Untuk ㄹ, akan dilafalkan sebagai dobel l. Contoh: 올라 dilafalkan /olla/ bukan /olra/. Untuk konsonan ㅇ, maka yang terletak di akhir kata akan dilafalkan /ng/ sedang yang ada di awal kata tidak dilafalkan. Contoh: 방이 dilafakan /bangi/. Dan konsonan ㅎ tidak akan pernah bertemu dengan ㅎ, maka tidak ada aturan khusus mengenai hal ini.

Irregular Exception: The middle ㅅ

Yang selanjutnya mungkin sedikit sukar (bukan sedikit, tapi memang sukar). Kata-kata dalam bahasa Korea (terutama kata benda) sering kali mengambil (menyerap) dari aksara China (Hanja), sekitar 60-80% (tidak ada hitungan pastinya). Nah, apabila ada kata serapan bertemu dengan kata serapan yang lain, atau kata original (bukan serapan) bertemu dengan kata original lain dan membentuk sebuah kata benda majemuk, maka seringkali ditambahkan konsonan ㅅ di tengahnya.

  • 나무 (yang artinya pohon merupakan kata asli) dan 잎 (yang artinya daun juga merupakan kata asli). Kemudian apabila dua kata ini digabung membentuk kata yang berarti daun pohon (daun yang ada di pohon), maka bukan 나무잎, melainkan 나뭇잎
  • 깨 (yang artinya wijen merupakan kata asli) dan 잎 (yang artinya daun juga merupakan kata asli). Kemudian apabila dua kata ini digabung membentuk kata yang berarti daun wijen, maka bukan 깨잎, namun 깻잎

Namun tidak berhenti sampai disitu, konsonan ㅅ tersebut tidak dilafalkan sebagaimana konsonan ㅅ, namun dilafalkan sebagai ㄴ /n/. Aneh? G tahu, aku juga g tahu, haha. So 나뭇잎 dilafalkan 나무닢 /namunip/ dan 깻잎 dilafalkan 꺠닢 /kkaenip/.

 
Leave a comment

Posted by on 27 September 2012 in Bahasa Korea, Diary, Korea

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: