RSS

Pembagian Daerah Administratif di Korea

05 Oct
sumber gambar: wikipedia.com

sumber gambar: wikipedia.com

Untuk lebih mengenal Korea, kali ini gw akan memberikan informasi mengenai pembagian daerah administratif dari negeri ginseng ini. Maklum, gw dulu suka banget dengan pelajaran geografi, hehehe. So, bagi yang suka geografi, mungkin informasi ini akan berguna. Oke, kalau di Indonesia, negeri kita dibagi menjadi provinsi (DATI I), kemudian kota madya/kabupaten (DATI II), kecamatan, kelurahan/desa, RW, dan RT. Nah, bagaimana dengan di Korea? Tentu saja berbeda lah ya dengan yang di Indonesia. Korea dibagi menjadi Upper level local autonomy (Hangul: 광역자치단체; Hanja: 廣域自治團體) atau DATI I di Indonesia, dan Lower level local autonomy (Hangul: 기초자치단체; Hanja: 基礎自治團體) atau DATI II di Indonesia.

Dalam Upper level local autonomy ada 8 provinsi (Hangul: 도; Hanja: 道), 1 special autonomous province (Hangul: 특별 자치도; Hanja: 特別自治道), 1 special city (Hangul: 특별시; Hanja: 特別市), 1 special autonomous city (Hangul: 특별 자치시; Hanja: 特別自治市), dan 6 metropolitan cities (Hangul: 광역시; Hanja: 廣域市). Kedudukannya setara satu sama lain. Provinsi kedelapan itu adalah:

  1. Gyenggi-do (Hangul: 경기도; Hanja: 京畿道), ibukota: Suwon;
  2. Gangwon-do (Hangul: 강원도; Hanja: 江原道), ibukota: Chuncheon;
  3. Chungcheongbuk-do (Hangul: 충청북도; Hanja: 忠清北道), ibukota: Cheongju;
  4. Chungcheongnam-do (Hangul: 충청남도; Hanja:忠清南道), ibukota: Hongseong;
  5. Jeollabuk-do (Hangul: 전라북도; Hanja: 全羅北道), ibukota: Jeonju;
  6. Jeollanam-do (Hangul: 전라남도; Hanja: 全羅南道), ibukota: Muan;
  7. Gyeongsangbuk-do (Hangul: 경상북도; Hanja: 慶尙北道), ibukota: Daegu;
  8. Gyeongsangnam-do (Hangul: 경상남도; Hanja: 慶尙南道), ibukota: Changwon.

Special autonomous province adalah Jeju-do (Hangul: 제주특별자치도; Hanja: 濟州特別自治道), dengan ibukota: Jeju.
Special city adalah Seoul (Hangul: 서울특별시; Hanja: 서울特別市).
Special autonomous city adalah Sejong (Hangul: 세종특별자치시; Hanja: 世宗特別自治市), yang merupakan kediaman Perdana Menteri Korea.

Sedangkan keenam metropolitan cities di Korea adalah:

  1. Busan (Hangul: 부산광역시; Hanja: 釜山廣域市);
  2. Daegu (Hangul: 대구광역시; Hanja: 大邱廣域市);
  3. Incheon (Hangul: 인천광역시; Hanja: 仁川廣域市);
  4. Gwangju (Hangul: 광주광역시; Hanja: 光州廣域市);
  5. Daejeon (Hangul: 대전광역시; Hanja: 大田廣域市);
  6. Ulsan (Hangul: 울산광역시; Hanja: 蔚山廣域市).

Kedelapan provinsi plus satu special autonomous province dibagi ke dalam beberapa “gun” (Hangul: 군; Hanja: 郡, setara dengan county) atau “si” (Hangul: 시, Hanja: 市, setara dengan city). Sedangkan special city, special autonomous city, dan 2 metropolitan cities (Gwangju & Daejeon) sudah “dianggap” sebagai “si”. Nah, ada bedanya “si” dengan “gun”? Kalau populasi dari “gun” sudah di atas 150.000 jiwa, maka “gun” akan menjadi “si”, hahaha unik ya (pengecualian adalah Gijang-gun di Busan). Jadi paham ya, ke-8 provinsi (도) plus Busan, Daegu, Incheon, dan Ulsan dibagi ke dalam “si” dan “gun”. Contoh “si” adalah Ansan-si, Anyang-si, dan Anseong-si di Gyeonggi-do, sedangkan contoh “gun” adalah Yangpyeong-gun, Yeoncheon-gun, dan Gapyeong-gun yang juga di Gyeonggi-do.

Kemudian, “si” yang mempunyai jumlah populasi di atas 500.000 jiwa, seperti Suwon-si, Cheongju-si, dan Jeonju-si (perkecualian Gimhae-si, Hwaseong-si, dan Namyangju-si) dibagi ke dalam “gu” (Hangul: 구; Hanja: 區, setara dengan district). Nah, “gun” ini kemudian dibagi ke dalam beberapa “dong” (Hangul: 동; Hanja: ). Bagaimana dengan “si” yang populasinya di bawah 500.000 jiwa? Mereka akan langsung terbagi ke dalam “dong”. Wah ribet ya, kalau daerah tidak mempunyai data akurat tentang jumlah penduduk bakalan susah nerapin model kaya gini kkk. Si “dong” ini masih terbagi lagi menjadi “tong” (Hangul: 통; Hanja: 統), atau “dong” yang mempunyai populasi yang besar terbagi dalam “ga” (Hangul: 가; Hanja: 街).

Next, “gun” terbagi ke dalam “eup” (Hangul: 읍; Hanja: ) atau “myeon” (Hangul: 면; Hanja: 面). “Eup” bisa dikatakan daerah perkotaan, sedangkan “myeon” adalah daerah pedesaan dari suatu “gun”. Oleh karena itu, suatu daerah akan menjadi “eup” bila minimal mempunyai 20.000 populasi, sedangkan “myeon” hanya 6.000 jiwa. “Eup” terbagi ke dalam “ri” (Hangul: 리; Hanja: 里), dan merupakan pembagian administrasi terkecil di Korea.

Nah, sudah cukup ruwet kan? Mumet ya? Kkk, Semoga postingan ini bermanfaat kalau kamu mau mengenal “lebih” tentang Korea, hehehe.
Oh ya, kalau mau menuliskan alamat di Korea, daerah administrasi terbesar di tulis dulu di depan, beda dengan Indonesia di mana daerah administratif terbesarnya di tulis di belakang. Di Indonesia misalnya: Desa Sukasuka, Kecamatan Sukajadi, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kalau di Korea contohnya: 경기도 수원시 영톹구 영통동 (Gyeonggi-do, Suwon-si, Yeongtong-gu, Yeongtong-dong).

 
Leave a comment

Posted by on 5 October 2012 in Diary, Korea

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: