RSS

Transportasi di Korea – Seoul Bus

10 Oct

Masih seputar transportasi di Korea, setelah kemaren aku posting tentang T-Money, sekarang aku akan posting tentang bus dan macem-macemnya. Bus di Korea ada macem-macem, mulai dari bus express antar kota (yang disebut 고속 버스 atau express bus), sampai bus dalam kota. Karena masing-masing kota mempunyai sistem per-bus-an masing-masing, so di sini aku hanya akan posting tentang sistem bus di Seoul.

Untuk newcomers, menghafalkan rute bus (dan nomor bus) mungkin adalah hal yang susah daripada menghafalkan rute subway (kereta bawah tanah). Namun, percayalah sekali kalian bisa mengatasi ini, akan lebih nyaman menggunakan bus daripada subway. Terus terang aku lebih prefer bus daripada subway, karena selain bus bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau subway, dengan naik bus you can enjoy the sights and sounds of the various neighborhoods, hehehe. Oh ya, selain itu, dengan naik bus, kemungkinan untuk duduk lebih besar. Misal kita lagi capek,mending naik bus saja, soalnya kalau di subway, biasanya berdiri, kecuali emang lagi sepi, hehehe. Oh ya satu lagi, bus biasanya melayani dari jam setengah lima pagi sampai jam 1 malam (kadang ada beberapa bus yang hanya sampai jam 11 malam).

sumber gambar: lifeinkorea.com

sumber gambar: lifeinkorea.com

Di Seoul, ada empat tipe bus semacam ini (dibedakan dengan warna). Sistem pembedaan empat warna ini mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2004 dan diperuntukkan agar penumpang mudah dalam mengidentifikasi tujuan dan rute bus.

Area di Seoul dibagi menjadi delapan zona sebagai berikut:
0: Jongno-gu, Jung-gu, Yongsan-gu;
1: Dobong-gu, Gangbuk-gu, Seongbuk-gu, Nowon-gu;
2: Dongdaemun-gu, Jungnang-gu, Seongdong-gu, Gwangjin-gu;
3: Gangdong-gu, Songpa-gu;
4: Seocho-gu, Gangnam-gu;
5: Dongjak-gu, Gwanak-gu, Geumcheon-gu;
6: Gangseo-gu, Yangcheon-gu, Guro-gu, Yeongdeungpo-gu;
7: Eunpyeong-gu, Mapo-gu, Seodaemun-gu.

Bus Biru (Main Line) melayani rute utama di Seoul dan kadang sampai ke “kota tetangga”. Bus ini mempunyai tiga digit angka. Digit pertama menunjukkan departure zone number, digit kedua adalah destination zone number, dan yang ketiga adalah nomor rute. Bus Hijau (Branch Line) melayani rute dari subway ke residetial area. Ada empat digit angka, yang pertama dan kedua sama dengan bus biru, sedang ketiga dan keempat menunjukkan nomor rute.

Bus Kuning (Circular Line) serve circular belt roads in the downtown and major metropolitan area. Ada dua digit angka, di mana digit pertama menunjukkan nomor zona dan digit kedua adalah nomor rute. Yang terakhir adalah bus merah (Wide Area Line) yang melayani major area seperti Gangnam, Yeongdeungpo, sampai ke kota lain, seperti Ilsan, Bundang, dan Uijeongbu. Ada empat digit, di mana penomerannya sama dengan bus hijau.

Tarif
sss Mengenai tarif, tiap-tiap jenis bus menerapkan tarif yang berbeda-beda (lihat tabel di samping). Oh iya, ada diskon bagi yang menggunakan T-Money (lihat posting sebelumnya). Ada satu informasi lagi bagi pengguna bus merah, tidak ada diskon untuk transfer (dari atau ke bus/subway). Sayang sekali.
*Kalau gambarnya kurang jelas, di-klik aja ya biar tuh gambar membesar, hehehe.

Naik Bus
Oke, ketika mau naik bus, pastikan Anda ada di halte bus yang tepat. Hal ini bisa diketahui di setiap “papan” yang ada di halte. Kalau haltenya cuma tiang, maka di tiang tersebut biasanya tertulis bus yang mampir ke halte itu dan ada rute nya juga. Selain itu, kadang ada halte yang menyediakan live time waktu kedatangan bus. Jadi kita tahu bus mana yang akan nyampai, sudah sampai mana, dan berapa menit lagi dia akan sampai di halte tersebut. Wah asyik. Kemudian, kalau sudah banyak orang yang antre, jangan asal maen serobot, ntar dimaki-maki ajumma or ajossi lho, kkk. Kalau di Indonesia ada istilah budayakan antre, di sini juga sama.

Saat naik bus, dahulukan kaki kanan, kkk, oke, kemudian sapa tuh supir, kasihan kan dia seharian kerja, plus dia yang bertanggung jawab atas keselamatan para penumpang. Ucapan 안녕하세요 /annyeonghaseyo/ akan terdengar sangat bagus. Jangan lupa bayar ya cuy, kalau misal pakai T-Money, tap di sensor yang ada di samping supir, kalau pake uang, cemplungin ke tempat yang sudah disediakan.

Oh ya, di sini kalau mau berhenti, kamu harus mencet tombol merah yang ada di samping kanan-kiri bus. Karena di sini g ada kernet alias kondektur, jadi g bisa bilang “Kiri bang”. Plus bus di sini tidak berhenti sembarangan tempat, hanya di HALTE, ingat hanya di HALTE, g kaya di Indonesia yang bisa berhenti semaunya. Ketika akan mendekati halte pemberhentian, ada mbak-mbak yang akan memberi tahu lewat pengeras suara, 이번 정류장은 삼성 프라자입니다. 다음 정류장은 을지로 입구입니다 /ibeon jeongnyujangeun Samsung Plaza imnida. daem jeongnyujangeun euljiro ipgu imnida/. Maksudnya sebentar lagi akan sampe di halte Samsung Plaza, dan halte berikutnya adalah Euljiro Ipgu. Kalau misal kita mau berhenti di halte Samsung Plaza, kita harus pencet si tombol merah. Kalau enggak si pak sopir akan bablas tanpa berhenti (kecuali ada penumpang di halte tersebut yang mau naik). Oke sudah paham kan ya, hehehe.

Setelah itu, kalau pas turun, jangan lupa tap (kalau pake T-Money) di sensor yang ada di pintu keluar. Ini sangat berguna kalau kita mau transfer (ke Subway misalnya), soalnya kan ada diskon, hehehe. Dan, dahulukan kaki kiri ketika keluar, hehehe.

Selamat traveling ^_^

 
1 Comment

Posted by on 10 October 2012 in Diary, Korea, Korean's Life, Travelling

 

Tags: , , , , , , ,

One response to “Transportasi di Korea – Seoul Bus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: