RSS

Transportasi di Korea – Taksi

14 Oct

Oke, setelah kemaren kita berbicara tentang bus dan kereta, sekarang aku akan membahas mengenai taksi di Korea. Meskipun moda transportasi umum sangat nyaman di Korea (seperti aku sudah singgung bahwa hampir semua spot di Seoul sudah terhubung dengan Subway, kalau enggak masih ada bus), keberadaan taksi masih tetap diperlukan, terutama ketika kita tidak tahu lokasi yang kita tuju secara tepat, atau ingin menuju ke lokasi secara langsung tanpa berjalan kaki (atau menghindari repotnya transfer ketika menggunakan transportasi umum). Namun dari itu semua, aku menggunakan taksi kalau sedang pulang pagi, alias sudah tidak ada bus atau kereta kkk. Kereta dan bus berhenti beroperasi pada sekitar pukul 12 malam (ada bus yang masih berkeliaran sampai jam 1 pagi, bus merah dan pas weekend). So,ketika aku lagi ada keperluan dan mengharuskan pulang pagi (harap dicatat keperluan sama dengan maen, wkwkwk) taksi lah satu-satunya harapanku untuk pulang.

Tenang saja, insha Allah taksi di sini aman. Maklum kalau kita mengkhawatirkan keselamatan diri ketika naik taksi, tertama kalau pulang pagi dan sepi. Melihat banyak modus kejahatan di taksi (profil Jakarta), pastilah kita was-was, apalagi ini di negara orang. Tapi sepengalamanku pulang pagi di sini belum pernah menemui kejadian macam-macam (dan semoga terus berlanjut dan memang tidak ada apa-apa). Kemudian harga, kalau kita hidup di Jakarta misalnya, banyak taksi-taksi nakal yang tidak memasang argo misalnya, atau memilih jalan memutar (apalagi kalau tampang kita keliyatan bloon dan bukan warga asli sono) agar argo bisa full dan kita bayarnya lebih dari yang seharusnya (kata orang Semarang: dikepruk). Namun insha Allah di sini tidak begitu, sekali lagi aku belum menemui kasus semacam ini. Para sopir biasanya menggunakan yang namanya navigasi petunjuk arah GPS yang sudah ter-install di mobilnya, dan dia akan mengikuti petunjuk itu (yang memberikan alternatif terpendek dan tercepat). Kita bisa memonitor laju kendaraan dari situ.

Macam-macam Taksi
Taksi di Korea ada berbagai macam, antara lain: standard taxi, deluxe taxi, dan jumbo taxi. Berikut adalah info taksi sekaligus tarifnya.

Standard Taxi (일반 택시)
ㅅ마냐Taksi ini biasanya berwarna silver, atau putih, atau oranye (di wilayah Seoul, yang baru diperkenalkan pada Mei 2009 sebagai icon kota Seoul). Taksi ini dibagi dua jenis: taksi yang dimiliki pribadi (개인 택시) dan taksi yang dimiliki perusahaan pengelola jasa taksi (회사 택시). Perbedaannya adalah untuk memiliki taksi sendiri, atau 개인 택시 sopirnya harus mempunyai pengalaman minimal 5 tahun bekerja sebagai sopir taksi 회사 택시 dan bebas kecelakaan (accident-free) selama menjadi sopir taksi di 회사 택시. Dengan alasan ini, 개인 택시 dianggap lebih aman daripada 회사 택시. Untuk 회사 택시, karena dimiliki oleh perusahaan, maka ada yang menyebut call taxi. Kita bisa memesan taksi dengan menelepon perusahaan mengelola jasa taksi. Tarif tambahan akan diberlakukan sebesar 1.000 Won kalau destinasinya kurang dari 10.000 Won. Untuk tarif argo, dua-duanya sama si setahuku, g ada bedanya. Untuk wilayah Seoul, Gyeonggi, dan Incheon, tarif awal adalah 3.000 Won, dan provinsi/kota lainnya adalah 2.800 Won (menurut http://english.visitkorea.or.kr/, tapi aku seringnya menjumpai tarif awal adalah 2.800 Won dan itu ada di region Gyeonggi), dan akan bertambah 100 Won setiap 140-150 meter (dalam keadaan berjalan) atau 30-40 detik (bila kecepatannya di bawah 1 mil/jam). Biaya tambahan 20% akan dikenakan pada waktu tengah malam sampai pukul 4 pagi (hanya berlaku di Seoul, Gyeonggi, Incheon, dan Busan).

Deluxe Taxi (모범 택시)
3051Taksi ini berwarna hitam dengan strip kuning. Bedanya adalah taksi ini menawarkan kenyamanan yang “lebih” daripada taksi standar (lebih luas dan lebih adem) dan dianggap paling aman, karena sopirnya harus mempunya accideng-free experience selama minimal 10 tahun sebagai sopir standard taxi. Tentu saja tarifnya lebih mahal dari taksi standar. Untuk wilayah Seoul, Incheon, dan Gyeonggi tarif awal (untuk tiga kilometer pertama) adalan 5.000 Won; Busan 4.500; Jeollanam-do 4.200; Daegu, Chungcheongbuk-do, Gyeongsangbuk-do 4.000; Jeollabuk-do & Jeju-do 3.800; Chungcheongnam-do & Gyeongsangnam-do 3.500; dan Gwangju 3.200 Won. Tarif akan bertambah 200 Won setiap 150-170 meter (dalam keadaan berjalan) atau 30-40 detik (dalam keadaan berhenti) dan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan. So, kalau mau murah, mending jangan pilih taksi ini, hahaha.

Jumbo Taxi (대형 택시)
내가_제일사랑하은_마이카
Taksi jumbo ini mampu memuat delapan penumpang (dua taksi di atas hanya bisa memuat 4 penumpang, kalau kita memaksakan 5, maka biasanya sopir g akan ngasih). Tarifnya sama dengan deluxe taxi. Kalau kita berada dalam jumlah besar, jumbo taxi dianggap lebih murah daripada memesan dua taksi standar. Hati-hati jangan sampai salah antara jumbo taxi dengan call vans, dikarenakan bentuknya yang mirip. Call vans tarifnya tidak berdasarkan argo (meter) namun berdasarkan jumlah penumpang dan jumlah barang bawaan, selain itu juga ada proses tawar-menawar dengan sopirnya mengenai tarifnya, dan ini cenderung lebih mahal daripada taksi jumbo. Call van dengan jelas ada tulisan “VAN”, atau “CALL VAN”, atau “‘용달화물”, atau “‘콜밴” di bagian atas mobil. Perbedaannya lagi adalah untuk Jumbo Taxi plat nomornya dimulai dengan 3 (misal 서울 35 아 5847), sedang call van dimulai dengan 8 (misal 서울 84 자 4567).

International Taxi (국제 택시)
20130508171022Pada tanggal 1 Mei 2009, Korea meluncurkan taksi internasional, di mana sopirnya mampu berbahasa Inggris atau Jepang dan dibekali kemampuan untuk menjadi guide, seperti bisa menceritakan sejarah korea, memperkenalkan spot-spot khusus ketika sedang dilewati, dan lain-sebagainya. Tarif taksi ini berdasarkan argo atau waktu (misalnya kita bisa menyewa taksi selama 3 jam dengan biaya 50.000 Won atau sehari dengan 120.000 Won). Taksi ini juga ada bermacam-macam, sama seperti di atas, ada standard international taxi (orange), deluxe international taxi, dan jumbo international taxi (hitam). Biasanya taksi ini ada di bandara dan tentu saja tarifnya lebih mahal dari biasanya.

How to take a cab
Tempat pemberhentian taksi ada di beberapa tempat, biasanya dekat dengan halte bus atau stasiun kereta. Kalau tidak mau repot ke taxi stand, kita tinggal melambaikan tangan (persis seperti di Indonesia) pada taksi yang sedang lewat. Hanya lambaikan tangan pada taksi dengan label 빈차 (empty car) yang ada di atas mobil. Ketika tanda itu mati, maka taksi tersebut ada penumpangnya. Sopir taksi di sini terkenal cuek dan tidak “menghormati” penumpang. Mengapa bisa demikian? Contoh kasus adalah ketika kita membawa barang bawaan (koper) dan minta ditaruh di bagasi. Sopir hanya akan membuka pintu bagasi tanpa turun dari taksi. Kita sendiri yang harus menaruh barang kita di bagasi, beda dengan di Indonesia yang sopirnya mau membantu mengangkat barang bawaan kita. Namun tentu saja kadang ada beberapa sopir yang baik hatinya hehehe (cuma jarang sekali). Kalau kita tidak punya uang cash, sebelum naik, tanya dulu ke sopir bisa g bayar pake kartu, bahasa gampangnya 카드로 돼요? [kadeuro dwaeyo?] atau literally bisa pakai kartu? Ada beberapa taksi yang tidak menerima pembayaran nontunai.

Kadang pula ada sopir yang menolak penumpang dengan berbagai alasan. Yang pertama adalah destinasi yang terlampau jauh atau terlampau dekat. Kalau melewati luar kota misalnya, kadang ia tidak mau (aku lupa kayaknya ada peraturan harus bawa penumpang kalau ke luar kota, maksudnya ketika kita naik taksi keluar kota, maka kalau si sopir ingin balik lagi, ia harus bawa penumpang dari kota tersebut, so susah kan mencari penumpang luar kota yang bolak-balik hehehe). Selanjutnya adalah ketika kita salah arah, sang sopir tidak mau membalik arah ketika destinasi kita berlawanan arah dengan taksi yang ia bawa (rese ya). Dan yang terakhir adalah kadang sopir takut dengan foreigner, hahaha. Kalau ini aku punya pengalaman dan memang iya, ini hal yang common terjadi. Sopir takut g bisa berkomunikasi terutama kalau si penumpang tidak bisa mendeskripsikan tujuan dengan jelas, sehingga akan timbul kesulitan nantinya.

 
Leave a comment

Posted by on 14 October 2012 in Diary, Korea, Korean's Life, Travelling

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: