RSS

The Garden of Morning Calm (아침고요수목원) – Winter Adventure

02 Mar
sumber gambar: www.morningcalm.co.kr

sumber gambar: morningcalm.co.kr

Bagaimana perasaanmu ketika melihat gambar di atas? Hahaha, kalau kamu orangnya suka traveling, adventuring, exploring, beautiful scenery, dan foto-foto tentunya, tempat di atas recommended banget, hehe. Sesuai dengan judul dari posting ini, nama tempat itu adalah The Garden of Morning Calm, atau dalam bahasa Korea 아침고요수목원 /achimgoyosumokwon/. Dan kali ini aku akan sharing mengenai pengalamanku bepergian jauh ke wilayah Utara Korea Selatan, tepatnya ke Gapyeong-gun, masih di provinsi Gyeonggi-do.

Hari ini adalah penghujung musim dingin, di mana salju seharusnya sudah mencair, tapi tidak kali ini. Salju masih saja betah berlama-lama di Korea. Memanfaatkan kesempatan ini, kami rombongan Agawon, yang terdiri dari aku, Bang Fikar, Teh Dina, Bang Mike, Teh Qonith, Teh Arin, dan There berwacana ke tempat ini. Dingin-dingin yang penting semangat, hahaha. The garden of morning calm, yang luasnya sekitar 30.000 meter persegi menawarkan keindahan yang tidak hanya bisa dinikmati pada musim dingin saja, tapi di semua musim. Karena tempat ini aslinya adalah botanical garden yang isinya pohon-pohon, maka seharusnya bagus dikunjungi saat musim semi di mana bunga-bunga pada bersemi dan musim gugur di mana bunga-bunga pada rontok. Namun, pada musim dingin, mereka mengubah tempat ini menjadi wahana festival lampu, di mana mereka memasang lampu nan indah pada helai dan batang pohon-pohon, lihat saja foto di atas kamu akan tahu bagaimana, hehehe.

Tempat ini awalnya digagas oleh Prof. Han Sang-kyung dari Gardening Department, Sahmyook University, saat beliau sedang menjadi seorang exchange professor di Amerika Serikat, dan resmi dibuka pada Mei 1996. Visinya adalah untuk menciptakan suatu garden that would become world-famous and spread the concept of Korean beauty throughout the world (kkk bahasanya campur-campur). Inspirasi dari taman ini adalah dari puisi yang ditulis Sir Tagore, seorang penyair India, yang menggambarkan Korea pada era Dinasti Joseon sebagai “The Land of the Morning Calm.” 

Taman yang merupakan taman tertua di antara private garden di Korea ini mampu memikat 600.000 wisatawan setiap tahunnya. Wow. Scenic walkways, beautifully manicured grass, and flower beds connect the garden’s 20 different theme sections. Taman ini berbentuk seperti semenanjung Korea dan merepresentasikan harapan akan bersatunya Korea Utara dan Selatan. Sungguh harapan yang mulia. Di taman ini ada sekitar 5.000 jenis tanaman, termasuk 300 varietas asli Gunung Baeduksan, yang dikenal sebagai gunung spiritual rakyat Korea. Seperti aku ceritakan di atas, meski bunga-bunga mekar di sumim semi, namun taman ini menyajikan atraksi sepanjang tahun.

  • Spring: Spring Garden Festival
  • Summer: Festival of Roses, Hydrangea and Roses of Sharon
  • Autumn: Festival of Chrysanthemums and Autumnal Tints
  • Winter: Lighting Festival

Garden mulai dibuka mulai pukul 08:30 sampai 17:20 (terakhir masuk 1 jam sebelum penutupan. Namun santai saja karena saat musim dingin, di mana lighting festival diadakan, garden dibuka sampai pukul sepuluh malam! Harga tiket masuk selain winter untuk dewasa adalah 8.000 won dan 6.000 untuk grup (lebih dari 30 orang); kemudian untuk remaja 5.000 won dan 4.000 (grup). Anak-anak seharga 4.000 won dan 3.500 untuk grup. Nah, untuk winter, dapat diskonan, di mana dewasa seharga 7.000 won, remaja 4.500 dan anak-anak 3.500 won. Grup diskon hanya berlaku saat weekend.

How to go there?

  • By Bus:
    • Dari Sangbong Bus Terminal (for Chuncheon) go to Cheongpyeong Bus Terminal. Kemudian naik taksi atau local bus;
    • Dari Dong Seoul Bus Terminal (for Chuncheon) go to Cheongpyeong Bus Terminal. Kemudian naik taksi atau local bus.
  • By Train or Subway:
    • Naik Subway line Gyeongchun dan turun di Cheongpyeong Station. Kemudian jalan kaki ke Cheongpyeong Terminal (sekitar 10 menit) terus naik taksi atau local bus.

*Local bus disediakan ke Garden of Morning Calm (아침고요수목원). Jam operasi dari jam 09.10 – 19.40 dengan interval 30 menit-1 jam (sehari ada 15 kali bolak-balik). Kalau naik taksi sekitar 16.000 won.

Jalur yang aku pilih saat itu adalah naik subway ke Cheongpyeong station, dan kemudian langsung naik taksi, hehehe. Ingat kalau weekend sangat padat (pengalaman ku dulu rame banget) sehingga macet dan berburu waktu takut telat sampe sana sehingga dah tutup. Parahnya adalah karena saking macetnya, kami berhentiin taksi di tengah jalan (belum sampai) dan jalan kaki sampe tujuan. Meski capek tapi senang, hahaha.

Jangan lupa lihat galeri foto-foto di sini. (Terima kasih Bang Mike atas foto-fotonya. Keren banget).

 
Leave a comment

Posted by on 2 March 2013 in Diary, Korea, Travelling

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: