RSS

Shalat Idul Fitri 1434 H di Korea Selatan

09 Aug

1150698_10151596687413391_1557802257_o Alhamdulillah, hari raya Idul Fitri sudah tiba. Dan ini adalah kali pertama aku merayakan Hari Raya Idul Fitri di negeri orang, terpisah dengan keluarga dan kerabat. Sedih memang, tapi itulah yang terjadi, hiks hiks, sok mendramatisir suasana. However, bagaimanapun kondisinya, semangat Hari Raya tetap tidak boleh luntur atau pun hilang.

Meskipun begitu, apa yang terjadi sungguh berbeda. Di Korea sini, karena mayoritas penduduknya bukan muslim, maka suasana hari raya Idul Fitri pun tidak semarak seperti di negara Islam pada umumnya, di mana gemuruh suara takbir membahana, masyarakat berbondong-bondong pergi ke masjid atau lapangan dengan muka yang cerah, menebar senyum ke mana-mana. Tapi di sini, seperti yang bisa dibayangkan, tidak ada suara takbir sama sekali (lewat pengeras suara), karena katanya masih belum mendapatkan ijin, berisik gitu. Plus masyarakat masih melaksanakan aktivitasnya seperti biasa, seolah tidak terjadi apa. I can say, hello, come on, ini Idul Fitri, but no one realized.

Untungnya KBRI memberikan surat ijin, baik kepada pabrik maupun institusi (universitas). Berbekal surat inilah aku meminta ijin ke Prof. dan Alhamdulillah diberikan. Tidak seperti di Indonesia di mana masjid ada di tiap-tiap kampung, di sini, boro-boro (sudah pernah aku singgung pada posting sebelumnya). Alternatif buat sholat Idul Fitri adalah di Itaewon yang merupakan masjid terbesar di Korea, dan di Kyung Hee, kampus sendiri yang tentunya lebih dekat. Karena di Kyung Hee ada lumayan banyak mahasiswa muslim, terutama orang Timur Tengah dan Bangladesh, so di sini ada asosiasi mahasiswa muslim, namanya MSA KHU (Muslim Students’ Association at Khung Hee University). Nah, merekalah pihak yang menyelenggarakan event keagamaan, seperti Sholat Jumat, Sholat Id, dan kajian (ceramah).

Memang, meski tidak akan semeriah di Itaewon yang notabene masjid terbesar di Korea, tapi di sini lebih deket, g perlu jauh-jauh ke Seoul, hahaha. Beberapa mahasiswa Indonesia di Korea banyak yang sudah balik ke Indonesia, envy them, kkk. So, mahasiswa Indonesia yang tersisa, terutama yang ada di Suwon, lebih memilih ke Itaewon, oke, hanya aku and Mbak Vita yang ke Kyung Hee. Sedih.

Sholat Idul Fitri di Kyung Hee dilaksanakan di Gedung College of Electronics Information and Applied Science, tempat biasanya melaksanakan sholat Jumat. Namun kali ini berbeda, tidak di Ruang Kelas 103 seperti biasanya, namun dilaksanakan di Atap Lantai 7. Wuih, lihat aja fotonya, di sebelahnya terlihat kemegahan “Collessium” Kyung Hee, hahaha. Sungguh indah pemandangan dari atas, hahaha. Sholat Idul Fitri dilaksanakan pukul 09.30 dan dihadiri oleh lebih dari 30 mahasiswa dan 1 mahasiswi (Mbak Vita, hahaha). Berlaku sebagai imam sekaligus khotib adalah Siddiqi Muhammad Hameed Al Hafiz, mahasiswa Ph.D. asal Pakistan.

Yang menarik adalah tata cara Sholat Idul Fitri yang berbeda dengan di Indonesia. Sebagian besar peserta berasal dari Pakistan sehingga mazhab yang digunakan adalah Hanafi, yang tentu saja berbeda dengan di Indonesia yang memakai mazhab Syafi’i. Apakah perbedaanya, insya Allah akan aku posting pada posting selanjutnya ^_^

 
2 Comments

Posted by on 9 August 2013 in Diary, Islam, Korea, Korean's Life

 

Tags: , , , ,

2 responses to “Shalat Idul Fitri 1434 H di Korea Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: