RSS

Inje Smelt Festival – An Ice-fishing Experience

25 Jan

1487915_10152171688263826_391510781_oSudah lama sebenarnya aku berkeinginan untuk melakukan aksi mancing di es, kkk. Melihat beberapa pilihan aktivitas yang dilalukan ketika winter, memancing di es merupakan opsi yang menarik ketika ski dan snow board dipandang sebagai ke-mainstream-an, kkk (bahasa macam apa itu). Isu ini di Agawon sebenarnya sudah berkembang sejak awal Nopember tahun lalu, tapi baru kesampaian sekarang, itupun hanya empat orang saja yang ikutan. Hedeh. Mungkin dikarenakan kesibukan masing-masing kali ya, sehingga hanya aku, Johan, Mbak Vita, dan pendatang dari Busan, Mbak Rere yang ikut andil.

Ada dua opsi buat mancing di es: Inje Smelt Festival dan Hwacheon Ice Festival, dua-duanya terletak di Provinsi Gangwon. Kemudian setelah melalui proses voting, pilihan pertama yang terpilih. Hal ini dikarenakan di Inje lebih banyak wahana daripada di Hwacheon, meski ukuran ikannya lebih besar di Hwacheon. Okelah tak mengapa. Oh ya, event ini dibatasi waktu, kalau tahun ini hanya diadakan dari 18 – 26 Januari 2014 (hanya 2 minggu doang).

Inje Smelt Festival diadakan di Inje-eup, Inje-gun, Provinsi Gangwon, yang merupakan provinsi paling utara di Korea. Cukup memakan waktu untuk sampai ke sana, sekitar 3.5 jam by bus! Lama juga ya. Untuk sampai ke sana, ada dua opsi: yang pertama adalah ngeteng kata orang Jakarta. Naik Bus Gosok (express) dari Dong Seoul Bus Terminal ke Inje Bus Terminal, di mana perjalanan memakan waktu 1.5 jam dengan biaya sekitar 6.100 – 12.200 Won. Kemudian dari Inje Bus Terminal kita harus naik bus lagi menuju Sinnam and Hongcheon (sekitar 10 menit) atau kita bisa naik taxi seharga sekitar 4.000 -5.000 Won dengan perkiraan waktu 5 menit. Namun alih-alih ngeteng, kita memilih untuk naik shuttle bus yang disediakan oleh travel agency ke Gangwon. Cukup praktis, tinggal pesen online di homepage kemudian kita akan mendapatkan konfirmasi via email dan akan ditelepon sehari sebelum keberangkatan. Biaya adalah 10.000 Won dan dibayar saat kita sudah di atas bus. Namun sayangnya busnya menunggu di Seoul, so kita harus ke sana (g bisa di Suwon aja ya busnya, hehehe). Bus menunggu di Donghwa Duty Free Shop. Ke sana kita bisa naik subway Line 5 dan turun di Gwanghwamun kemudian keluar melalui Exit 6 dan jalan sekitar 1-2 menit. Busnya ada sudah menunggu di samping Donghwa Duty Free Shop. Dan…busnya berangkat pukul 08.00! So paling enggak kita harus berangkat jam setengah 7 dari Yeongtong for catching the bus. Padahal waktu winter shubuh itu baru sekitar pukul 6.15-an,so bisa dibayangkan kita berangkat masih dalam keadaan gelap. And ingat jangan sampai telat, ntar ditinggal, kkk.

Terus terang kami takut kalau sampai ditinggal bus, kkk. Soalnya kita berangkat sudah mepet banget, dan perkiraan ketika naik subway dari Euljiro Ipgu sampai ke Gwanghwamun adalah 08.05! (FYI kami berangkat dari Yeongtong sekitar pukul 06.40 dan sampai pukul 07.20 di Euljiro Ipgu, kemudian kami naik subway dari sini). Ternyata waktu masih bersahabat, perkiraan tersebut tidaklah tepat, kami sampai di Gwanghwamun sebelym jam 8.. Dan hiya… sesampainya kami langsung lari menuju exit 6. Parahnya, cukup memakan waktu sebelum benar-benar keluar dari bawah tanah. Setelah keluar ke permukaan bumi, kami melihat busnya masih terparkir dengan beberapa orang sudah pada naik dan yang lain masih menunggu rombongannya. Aku tanya petugas bahwa sudah reservasi bus untuk empat orang atas namaku ke Inje Smelt Festival. Dia melihat secarik kertas berisi daftar nama beserta tempat duduk, dan tada… ada namaku menguasai empat tempat duduk. Dia bilang naik bus yang ini. Oke, dengan masih terrengah-engah akhirnya kami naik dan duduk dengan nyaman. We made it, hahaha.

Bus sampai di TKP sekitar pukul 10.30 (berhenti di Gapyeong rest area sekitar 15 menit) dan akan leaving sekitar pukul 16.00. Oke, akhirnya kita sampai di 인제빙어축제 (Inje Smelt Festival). Daerahnya seperti lembah cekung gedhe yang dikelilingi oleh gunung-gunung di luarnya. Sesampai di sana, kami langsung disambut dengan bau amis dan asin khas bau ikan, kkk. Oke saatnya berpetualang, hahaha.

1511563_10152171693143826_1089123759_oSelain aktivitas mancing di es, ada banyak wahana di sini, seperti sudah aku singgung di atas. Namun konsekuensinya setiap wahana ada charge-nya alias tidak gratis. Namun untuk masuk ke sini tidak bayar (free). Untuk memancing sendiri sebenernya kita tidak perlu bayar kalau kita sudah membawa semua peralatannya sendiri, seperti kail, umpat (bait), tempat ikan (kalau dapet) serta kursi agar g capek, kkk. Sedangkan lubangnya kita tinggal cari aja lubang yang available, kkk. Harganya berapaan ya, kayaknya sepaket 20.000 Won, aku g tahu soalnya kita g jadi mancing kkk.

Wahana yang lain ada ice climbing, memanjat di es, ada juga perosotan salju, kemudian naik Mobil Es yang diputer2in di dalam kapsul, atau naik andong atau dokar di atas es, terus ada kereta salju yang dikendarain sendiri, alias dikayuh sendiri, dan ice rafting (naik pelampung kemudian ditarik, semacam banana boat kali ya, kkk). Semua harganya sama, 5.000 Won. Yang lain, yang mahal ada Snow ATV seharga 10.000 Won.  Ada juga sepak bola es, seharga 30.000 per tim. Awalnya kami sepakat mau naik Snow ATV, kan keren gt ya offroad di salju gitu, plus mau ice climbing alias manjat di es. Itu juga keren kan kalao mau dipamerin, kkk. Namun harapan tinggallah harapan, kkk.

Karena cuaca yang tidak mendukung, jadi ceritanya tuh hujan turun.Lumayan deres. Sehingga setelah turun dari bus kemudian jalan-jalan lihat suasana dan mikirin mau naik wahana apa, tiba-tiba hujan turun. Yasudah tempat makan menjadi persinggahan yang ideal. Di sana dijual makanan khas, si smelt (nama ikan) yang memang menjadi daya tarik event ini. Ikannya kecil, kecil banget malah, seukuran apa ya, jari tengah kali ya, kkk. Di tempat makan ini, ikan smelt dimasak dengan segala rupa, ada 빙어튀김 (smelt crispy, kkk. digoreng gtu aja ceritanya), 빙어무침 (marinated smelt), 빙어돌이뱅뱅이 (g tahu padanan katanya, pokoknya semacam sup pedes gtu deh), 빙어매운탕 (sup pedes, maeuntang), 빙어탕수어 (semacam tangsuyuk dari smelt), 빙어양념구이 (ada yang bilang teriyaki smelt, kkk), 빙어회 (smelt mentah, benar-benar fresh, aku lihat sendiri ada pelanggan pesen ini dan dikasih satu mangkok ikan yang masih idup, waduh, g niat jualan banget, kkk. bener2 ikan idup dikasih gtu aja), dan menu-menu yang lainnya.

1658514_10152171700043826_953106757_oSelepas makan, kita nyoba maen kereta salju kaya anak-anak yang lain, kkk. Aduh ternyata, karena ini kita mengayuh sendiri, so capeknya keliyatan. Baru satu puteran sudah capek banget, ngos-ngosan (anak muda macam apa ini). Wahana panjat es tampaknya tidak ada yang mendekat dikarenakan hujan, maka arena menjadi licin sehingga menjadi tidak begitu safety. Yah sudahlah, kita cuman bisa melihat arenanya saja, yang sepi tanpa ada pengunjung. ATV? Selain hujan, suasana menjadi berkabut sehingga jarak pandang menjadi minimal, kkk. Alasan yang dbuat-buat, sebenernya karena kami capek aja si, hahaha.

Kami tutup dengan main seluncuran salju. Ternyata meski sederhana, asyik juga, kkk (kami maen bareng anak-anak cuy, kkk, gpp, namanya juga orang asing, hahaha). Sudah puas dengan semuanya, waktunya kami kembali ke bus yang membawa kami kemari. Sebenernya hujanlah yang membuat perjalanan kali ini tidak begitu mengasyikkan, kkk, padahal suhu sudah sangat bersahabat, tidak begitu dingin meski kami diselimuti es di sana-sini, hahaha. And finally, dokumentasi dari kegiatan ini akan aku posting di sini. Credit for Koh Johan atas foto-fotonya, kkk ^_^

 
Leave a comment

Posted by on 25 January 2014 in Diary, Korea, Korean's Life, Travelling

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: