RSS

Jajan Pasar yang Dirindukan [1]

15 Feb
0919373p

sumber gambar: female.kompas.com

Setelah posting pertama tentang kuliner, sekali lagi aku mencoba posting yang ada hubungannya dengan makanan. Namun aku g akan berbagi mengenai resep atau pun cara membuatnya. Ya … gw akui klo g bisa masak, so postingan macem itu cuma akan jadi pembohongan publik, kkk. Alasan aku nulis ini adalah karena pada suatu malam yang dingin, ketika kumpul dengan Agawon, tetiba kami membicarakan jajan pasar, aneka kue-kue tradisional yang biasanya dijual di pasar. Oh, I miss it, saat-saat ke pasar membeli jajan yang beraneka macam dan rasa. Dan ternyata, di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa, banyak aneka jajan pasar tersebut yang sama macam dan bentuknya, namun memiliki nama yang berbeda. Hmm, menarik. Ini salah satu alasanku menulis postingan ini, selain untuk mengenang kembali memori masa lalu sekaligus sebagai media perkenalan bagi yang tidak tahu tentang jajan pasar, aduh, dulu ke mana aja cuy…kkk.

Karena banyaknya jenis jajan pasar di sekitar kita, akan ada banyak sekuel dari postingan ini, kkk. Kalau misalkan ada beberapa jajan pasar yang belum terrekam, mohon usulan sarannya, hahaha. Oh ya, aneka gambar di bawah aku kutip dari beberapa sumber di internet dengan tetap menampilkan sumber gambarnya. Kalau misalkan ada yang kurang berkenan gambarnya aku catut, please tell me, I’ll remove it. Thanks ^_^

AMPYANG-KACANG-TANAH

Ampyang

1. Ampyang [Sumber Gambar di sini]
Ampyang di berbagai daerah lebih dikenal sebagai Gula Kacang (termasuk di daerahku juga). Jajan pasar yang katanya berasal dari Solo ini terbuat dari kacang tanah dan gula Jawa. Karena terbuat dari gula Jawa, so pasti rasanya manis. Bentuk lazimnya adalah bundar gepeng, namun ada juga yang membuat ampyang dengan bentuk bulat dan langsung mematenkannya. Perkembangan saat ini ada ampyang rasa jahe, dengan menambahkan jahe di adonannya, sehingga muncul sensasi semriwing ketika memakan-nya kkk. Ada-ada saja. Anyway, ini adalah salah satu jajan pasar favoritku karena rasanya manis, kkk (gw pcinta rasa manis). Ada yang belum pernah makan? or mungkin g tahu ada model kue macam ini?

Ampyang Kepala

Ampyang Kepala

2. Ampyang Kelapa [Sumber Gambar di sini]
Ampyang ini adalah varian dari Ampyang kacang di atas. Bahan utamanya bukan lagi kacang dan gula Jawa, namun adalah daging kelapa yang diparut. kalau Ampyang Kacang populer di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Ampyang Kelapa populer di Jawa Barat, semacam di Sumedang, Garut, dan Cianjur. Biar menarik, daging kelapa itu diberi pewarna merah, hijau, kuning (seperti di gambar). Rasa manis tetap mendominasi karena gula masih digunakan sebagai perasa, namun bukan gula Jawa melainkan gula pasir. Ada yang bilang kalau Ampyang Kelapa tidak setahan lama Ampyang Kacang, ia lebih cepat melempem dan tengik. Aku terus terang tidak begitu suka karena g begitu suka dengan kelapa, kkk.

apem-2

Kue Apem

3. Apem [Sumber Gambar di sini]
Kalau yang satu ini pasti sudah pada tahu kan ya, namanya Kue Apem. Ada beberapa cerita menarik dari Kue Apem ini. Katanya dulu di Klaten ada tokoh agama bernama Ki Ageng Gribig yang baru pulang dari tanah suci. Setibanya, ia hanya membawa 3 kue yang tentu saja tidak cukup dibagikan kepada warga. Akhirnya ia dan istrinya membuat kue yang sejenis dan dibagikanlah. Warga pada berebutan mengambil kue ini dan Ki Ageng Gribing kemudian meneriakkan yaqowiyu yang artinya Tuhan berilah kekuatan. Sampai sekarang perayaan yaqowiyu masih diperingati setiap bulan Jawa Sapar di Jatinom, Klaten. Selain itu, ada yang mengatakan kalau nama Kue Apem berasal dari kata affan dalam bahasa Arab yang artinya maaf. Maksudnya agar umat Islam senantiasa memohon ampunan kepada Allah. Bentuk kue apem yang menyerupai payung juga dimaksudkan agar kelak di akhirat umat Islam mendapatkan “payung” agar tidak kepanasan. Hmm… filosofis. Ada satu lagi cerita, Kue Apem yang berati maaf, sering disajikan pada acara selamatan (kenduren) orang meninggal. Katanya, kue ini sebagai isyarat bahwa keluarga si meninggal meminta maaf dan meminta doa kepada tamu yang datang agar dosa si meninggal diampuni.

4089__cerita_tersembunyi_di_balik_lemper

Lemper

4. Lemper [Sumber Gambar di sini]
Wah, ini juga, lemper, kue yang sering keluar saat khajatan kkk. Lemper terbuat dari ketan yang biasanya diisi dengan daging ayam atau abon dan dibungkus dengan daun pisang. Dulu katanya karena harga daging mahal, mulanya lemper berisi daging kelapa muda yang dimasak layaknya serundeng. Nah, seiring perkembangan zaman, maka isinya pun diganti, ada yang daging ayam cincang, abon sapi, bahkan tuna cincang. Lemper yang terbuat dari ketan memiliki arti filosofis sebagai simbol persaudaraan. Hal ini didasari dari sifat ketan yang lengket (mencerminkan persaudaraan antar individu yang saling menyatu). Dalam acara khajatan, adanya lemper menunjukkan harapan akan datangnya rejeki. Lagi-lagi karena sifat ketan yang lengket, orang yang memiliki hajatan berharap akan datangnya rejeki yang akan menempel selama menggelar acara tersebut. Di daerah Wonokromo, Bantul, lemper hadir dalam upacara adat Rebo Pungkasan, setiap bulan Jawa Suro, di mana uniknya, menghadirkan lemper dengan ukuran raksasa 2 x 2,5 meter. Ada beberapa variasi lemper yang sudah dikenal banyak orang, yaitu semar mendem dan arem-arem.

semar-mendem

Semar Mendem

5. Semar Mendem [Sumber Gambar di sini]
Seperti sudah aku singgung di atas bahwa Semar Mendem adalah varian dari Lemper yang berasal dari Solo. Tidak seperti Lemper yang dibungkus daun pisang, Semar Mendem dibungkus dengan semacam dadar (crepe) yang terbuat dari campuran telur dan tepung terigu yang dipanaskan sehingga bentuknya memadat. Bahan dasarnya masih sama yaitu ketan dan isianya berragam, biasanya ayam cincang. Mengenai asal usul penamaan, terus terang aku g tahu mengapa dinamakan Semar, yang merupakan satu dari empat punakawan; plus Mendem yang artinya mabuk. Semacam antitesis, di mana Semar yang digambarkan sosok yang bijaksana namun mabuk.. kkk. G tahu ah. Ada yang tahu?

AREM-AREM

Arem-Arem

6. Arem-Arem [Sumber Gambar di sini]
Oke, varian lain dari Lemper adalah Arem-Arem. Berbeda dengan Lemper yang pake ketan, arem-arem menggunakan nasi, sehingga sering dibawa ketika bepergian sebagai pengganti nasi. Dengan dibalut daun pisang, arem-arem diisi dengan tahu, kadang sambel goreng ati, macem-macem lah, ibaratnya lauk dari “si nasi” ini. Selain nasi, ada juga yang membuat arem-arem dari bahan dasar mi. Namanya Arem-arem mi kkk. Tidak jelas mengenai penamaan arem-arem ini. Yang paling masuk akal adalah arem-arem berasal dari kata marem dalam bahasa Jawa yang artinya… apa ya mungkin mantap kali ya kkk, sehingga kata arem-arem yang diulang memberi makna rasanya benar-benar mantap kkk (ngawur).

To be Continued…

 
4 Comments

Posted by on 15 February 2014 in Diary, Kuliner

 

Tags: , , , , , , , , , ,

4 responses to “Jajan Pasar yang Dirindukan [1]

  1. diana

    4 June 2014 at 13:39

    kue yg enak…makasih..kunjungi web saya http://usahausaha.com/kueapem/

     
  2. budi

    2 November 2015 at 11:35

    sedap banget itu kayaknya😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: