RSS

Jajan Pasar yang Dirindukan [2]

16 Feb

Oke, Chapter 2, menyambung dari posting sebelumnya, aku masih akan meneruskan pembahasan mengenai macam-macam jajan pasar atau kue tradisional. Setelah sebelumnya ada Ampyang, Ampyang Kelapa, Apem, Lemper, Semar Mendem, dan Arem-Arem, kali ini akan ada Bakwan (Sayur, Jagung, Tahu), Vespa/Bakwan Udang, Bika Ambon, Bikang atau Carabikang, dan Bolu Kukus.

Picture2

Bakwan Sayur; Jagung; dan Tahu

7. Bakwan [Sumber Gambar (1) (2) (3)]
Jajanan ini sangat populer. Siapa si yang tidak kenal dengan Bakwan, si raja gorengan kkk. Bakwan tidak hanya dapat ditemukan di pasar, namun juga di pinggir-pinggir jalan, di sekolah, dan di depan kantor banyak ditemukan penjual gorengan yang pasti menjual bakwan. Karena isinya adalah sayur (kol, wortel, dan tauge), maka ada yang menyebut Bakwan Sayur. Bakwan sendiri mempunyai nama yang berragam. Di Jawa Barat dikenal dengan nama Bala-Bala, di Jawa Timur dengan Ote-Ote (kata Bakwan di Jawa Timur identik dengan pangsit goreng), ada juga yang mengatakan Hongkong (mungkin di daerah Bojonegoro), kemudian ada Heci atau Weci, tapi g tahu di daerah mana kkk.
Variasi dari Bakwan juga berragam, selain isi sayur yang digoreng dengan tepung, ada Bakwan Jagung yang isinya jagung, Bakwan Tahu, yang isinya Tahu, dan Bakwan Udang, yang isinya tentu saja udang, masak ayam kremes. Anehnya, ada yang mengatakan kalau kata Bakwan berasal dari bahasa Cina, yakni dari kata Bak (肉) yang artinya daging, serupa dengan makanan lain yang berbahan dasar sama: Bakpao (roti isi daging), Bakso (bola daging), Bakmi (mie dengan daging), Bakcang (makanan dengan daging cacah). Kemudian pada saat terjadi perdagangan dan pertukaran budaya di Indonesia, resep makanan pun saling berbaur sehingga mempengaruhi masakan tradisional saat itu. Penggunaan kata “bak” sendiri sampai sekarang masih digunkan meskipun Bakwan tidak lagi berisi daging. Namun bagi yang tidak begitu suka makanan berminyak karena dianggap kurang sehat, Bakwan tidak begitu disarankan, meski ada yang mengatakan kalau Bakwan ini enak kalau dimakan pas dingin plus hujan, wuih, sedap kkk.

Bakwan-Udang

Vespa/Bakwan Udang

8. Vespa [Sumber Gambar di sini]
Kkkk.. mungkin pada ketawa kali ya membaca namanya. Kemudian setelah melihat gambarnya, ini kan Bakwan Udang, atau ini kan Ote-Ote, kkk. Ya, nama boleh berragam namun makanannya tetep satu (apa si). Kalau di daerahku, ini disebut dengan Vespa karena bentuknya yang mirip mesin motor vespa yang ada di kanan-kiri nya. Merupakan varian dari Bakwan namun dengan ciri khas ada udangnya dan juga agak kenyal gitu kalau dimakan, apa tepungnya kebanyakan kali y.. kkk g tahu. Kalau di Jawa Timur ini disebut Ote-Ote (g tahu bedanya apa dengan Bakwan Sayur di atas). Satu yang masih aku g paham dengan nama Ote-Ote karena artinya adalah telanjang kkk.

Bika Ambon

Bika Ambon

9. Bika Ambon [Sumber Gambar di sini]
Kue Bika Ambon ini sangat terkenal sampai ke penjuru nusantara. Barang siapa yang mampir ke Medan, Bika Ambon adalah oleh-oleh wajib. Nah loh, mengapa ke Medan? Koq namanya bukan Bika Medan malah Bika Ambon? Ada beberapa cerita menarik dari penamaan Bika Ambon ini. Ada yang bilang bahwa dulu saat masih masa penjajahan Belanda, di Tanah Deli, seorang warga Tionghoa bereksperimen membuat kue di rumahnya, tak jauh dari kawasan Majapahit. Setelah matang, kue tersebut kemudian dicobakan pada pembantunya, seorang pria asal Ambon. Pria tersebut sangat menyukai kue itu, hingga memakannya dengan lahap. Kemudian dinamakanlah Bika Ambon. Namun sanad cerita ini sangat lemah. 
Dalam sebuah buku berjudul Bunga Angin Portugis di Nusantara, Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara (2008) karya Paramita R. Abdurrahman, disebutkan salah satu peninggalan Portugis di Maluku adalah tradisi kuliner. Di antara berbagai jenis kuliner yang diperkenalkan kepada penduduk setempat, satu di antaranya adalah bika. Namun tak ada yang bisa menjelaskan bagaimana kue tersebut dibawa atau diperkenalkan orang Ambon ke Medan. Dan anehnya, di Ambon sendiri juga tidak populer kue ini. Agaknya penjelasan dari M Muhar Omtatok, seorang seorang budayawan dan sejarawan yang paling kuat. Kue Bika Ambon terilhami dari Kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa Nira/Tuak Enau hingga berongga & berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu itu. Selanjutnya kue ini disebut Bika Ambon karena pertama sekali dijual & popular di simpang Jl. Ambon – Sei Kera Medan.

CaraBikang

Bikang

10. Bikang [Sumber Gambar di sini]
Ada yang menyebut Bikang, ada juga yang mengatakan Carabikang (setelah aku cari di KBBI, kata Carabikang tidak ada, yang ada Calabikang, dengan arti sama dengan bikang. Koq aneh ya, kkk). Terus terang aku g tahu mengenai asal usul dari kue Bikang ini, mungkin merupakan varian dari Bika Ambon. Apakah orang Jawa mau meniru Bika Ambon kemudian dimodifikasi sedemikain rupa? kkk, g tahu, ngasal aja. Yang jelas rasanya sama dengan Bika Ambon, tekstur kenyal-nya juga hampir sama, bolong-bolong juga, kkk. Kue yang konon susah-susah gampang membuatnya ini sekarang sudah banyak varian warnyanya, mulai dari yang hijau, merah, polosan, cokelat, bahkan satu bikang bisa berwarna-warni (lihat gambar di samping).

Picture3

Bolu Kukus Mekar; Gula Jawa; dan Pelangi

11. Bolu Kukus [Sumber Gambar (1) (2) (3)]
Hiya, ini salah satu jajan pasar favoritku, Bolu kukus. Pasti semua pada tahu, kue ini cukup populer di nusantara. Di toko-toko banyak yang menjual bolu kukus dengan segala macam variannya. Kalau zaman aku kecil dulu bolu kukus bentuknya lebih panjang dari yang digambar, plus juga g mekar gitu, jadi masih kuncup, kkk (aku dah nyari2 tapi g ketemu gambar yang aku pengenkan). Sekarang bolu kukus sudah banyak variannya seiring dengan perkembangan zaman, mulai dari yang bolu kukus mekar, bolu kukus gula Jawa (karena dicampur dengan gula Jawa), bolu kukus pandan, sampai bolu kukus pelangi (dicampur dengan pewarna merah, kuning, dan hijau sehingga membuat warnanya menjadi macam-macam bak pelangi). Macam-macam dan beraneka ragam makanan ini namun namanya universal: Bolu kukus. Eh aku g tahu ya kalo misalkan di daerah lain ada panganan semacam ini yang mempunyai nama lain, selain dari Bolu Kukus.
Selain dari varian tersebut di atas yang aku sebutkan, sebenarnya masih banyak lagi varian lain, kalau misalkan mau searching. Ada bolu kukus mingkem kkk (aku terus terang ketawa mendengar ini), karena kuenya g mekar, tapi mingkem alias mulutnya g terbuka (bahasa Jawa). Jadi bagian atas dari bolu tidak mekar sama sekali. Terus karena tidak mekar, jadi biasanya digambari dengan aneka karakter yang lucu-lucu sehingga anak-anak pada suka. Misal karakter angry bird, pororo, minion, sampe yang digambari hewan, semacam serangga. Kemudian juga ada bolu kukus cokelat, yang tentu saja dibuat dengan campuran cokelat, dan juga bolu kukus ketan hitam (g pak ketan hitam asli, hanya menggunakan tepung ketan hitam).

To be Continued…

 
2 Comments

Posted by on 16 February 2014 in Diary, Kuliner

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Jajan Pasar yang Dirindukan [2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: