RSS

Belajar Sejarah di National Museum of Korea

06 Jun
sumber gambar: museum.go.kr

sumber gambar: museum.go.kr

Ada yang suka belajar sejarah? Kali ini aku akan bercerita mengenai pengalamanku pergi ke museum terbesar di Korea: National Museum of Korea. Museum ini terletak di pusat kota, di daerah Yongsan, Seoul, dengan luas area 295.550,69㎡ dan luas bangunan 49.468,97㎡. Museum ini juga pernah menjadi the highest attendance figure in Asia dan ranking 10 di dunia pada tahun 2009 dengan pencapaian 2.730.204 penjunjung! Data terbaru menunjukkan pada 2012, pengunjung Museum ini sudah mencapai 20 jura pengunjung!

History
Sejarahnya, Museum ini didirikan di Gyeongbokgung Palace pada tahun 1945 dengan nama “National Museum” (國立博物館). Pada saat Perang Korea, sebanyak 20.000 koleksi Museum dipindahkan ke Busan (“ibu kota sementara” saat itu) untuk menghindari adanya kerusakan yang mungkin terjadi akibat perang, dan kemudian dipindahkan kembali ke Seoul, pada tahun 1953, tepatnya di Namsan dan digabungkan dengan National Museum of Anthropology (saat itu di Namsan sudah berdiri National Museum of Anthropology). Selanjutnya, Kim Chaewon, Direktur Museum saat itu, meminta Presiden Syngman Rhee untuk menyediakan ruang yang lebih pantas, dan kemudian berpindahlah Museum ke Doksugung Palace pada Juni 1955. Pada tahun 1972, Museum kembali dipindahkan, kali ini ke bagian dalam Gyeongbokgung Palace. Kemudian pada 21 Agustus 1986, Museum kembali dipindahkan ke Jungangcheong, yang merupakan bekas gedung pemerintahan di era pendudukan Jepang. Selanjutnya pada Desember 1996, Museum kembali dipindahkan ke Social Education Center di Gyeongbokgung Palace karena saat itu masyarakat ramai memprotes digunakannya Gedung Pemerintah Jepang sebagai Museum yang merupakan simbol kolonialisme. Museum kembali direlokasi untuk terakhir kalinya ke daerah Yongsan, pada 28 Oktober 2005. Selama tiga hari pembukaan pertama, Museum mampu menyedot 100.000 pengunjung dan mencapai 1 juta pada hari ke-44.

Collection
Galeri di museum ini terbagi ke dalam 3 lantai, dengan koleksi sebagai berikut:

  1. 1st Floor terdapat koleksi sekitar 4.500 benda-benda prasejarah dan sejarah kuno, yang meliputi era Paleolitikum, Neolitikum, Zaman Perunggu, Early Iron Age, dan Era Tiga Kerajaan Proto: Goguryeo, Baekje, dan Silla (juga ada Era Gaya, Unified Silla, dan Balhae).
    Selanjutnya juga ada koleksi Abad Pertengahan dan Early Modern History Gallery, yang meliputi: Hangeul, Prasasti, Dokumen kerajaan, Kehidupan Sosial Ekonomi, serta Sejarah Raja dan Keturunannya.
  2. 2nd Floor terdapat koleksi kaligrafi, lukisan, dan pahatan kayu. Selain itu juga terdapat galeri yang merupakan sumbangan dari beberapa tokoh, semisal Iuchi Isao Collection, Hachiuma Tadasu Collection, Yoo Chang-jong Collection, Kaneko Kazushige Collection, Choi Young-do & Park Byong-rae Collection, Yu Kang-yul & Park Young-sook Collection, Kim Chong-hak Collection, Other Collections, dan Lee Hong-kun Collection.
  3. 3rd Floor meliputi Arca Budha, Crafts Gallery, Metal Arts, Celadon, Buncheong Ware, dan White Porcelain. Selain itu juga ada Asia Gallery, yang meliputi koleksi benda-benda dari negara di Asia, semacam China, Jepang, dan juga Indonesia.

Admission
Untuk masuk ke Museum ini tidak dipungut biaya alias Gratis, kecuali untuk masuk ke event tertentu yang kadang diselenggarakan di gedung yang terletak di samping gedung utama. Untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan, jumlah pengunjung yang masuk ke Museum dibatasi, ketika jumlah pengunjung melebihi batas, maka akan dipasang warning sign dan pengunjung diminta menunggu di luar, dan dipersilakan masuk ketika ada penjungjung yang keluar dari Museum.

How to Get Here?
Sangat mudah, via Seoul Subway kamu tinggal berhenti di Ichon Station (yang merupakan pertemuan antara Line 4 dan Jungang Line) keluar di Exit 2. Subway sudah terhubung dengan Museum via underpass yang bernama 박물관 나들길 (Moving Museum). Gampang lah pokoknya keluar Stasiun sudah ada petunjuk arahnya. Kalau mau naik bus (Seoul Bus), ada dua alternatif:

  • Blue Bus Nomor 400, dengan rute: Seobinggo-dong Community Service Center → Seobinggo Station → National Museum of Korea (or Yongsan Family Park) → Ichon Station → Yongsan District Tax Office → Yongsan Technical High School;
  • Blue Bus Nomor 502, dengan rute: Isu Bridge → Seobinggo Station → National Museum of Korea (or Yongsan Family Park) → Ichon Station → Yongsan District Tax Office → Yongsan Technical High School.

Operating Hours
Museum tutup pada Hari Senin, kecuali kalau Hari Senin merupakan Hari Libur Nasional. Selain itu, pada tanggal 1 Januari juga tutup. Jadi, jangan pergi ke sini di hari itu, akan sia-sialah perjalananmu. Pada Hari Selasa, Kamis, dan Jumat, Museum bukan mulai dari pukul 09.00 sampai 18.00. Pada hari Rabu dan Sabtu buka dari pukul 09.00 sampai 21.00. Sedangkan pada Hari Minggu dan Hari Libur, Museum buka dari pukul 09.00 – 19.00.

And wait, pemandangan di luar Museum juga tak bisa untuk dilewatkan.
#thanks to Mas Favian for the photos

10474308_10202676718572344_8102935918535248974_n

10455846_10202676719212360_611115348802697697_n

 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: