RSS

Another Healing at 포천 허브아일랜드 (Pocheon Herb Island)

18 Aug

20140816_170259

Setelah merasakan capeknya berjalan dari Pocheon Art Valley ke pertigaan entah apa namanya, kami berdua (aku dan Mas Favian) kembali melanjutkan petualangan masih di Kota Pocheon dengan mengunjungi Pocheon Herb Island (PHI). Perjalanan ke sana bisa ditempuh dari Halte 신북온천 (Sinbuk Oncheon) dekat dengan Terminal Pocheon menggunakan Bus Hijau No. 57 lalu turun di 삼정리 (Samjeong-ri), lalu jalan lurus ke arah Jalan Samcheongol-gil then sampai deh di Herb Island. Itu yang tertulis di situs travel Korea. Namun kami tidak percaya lagi. Setelah nunggu luama banget di halte tsb, akhirnya kami memutuskan naik taksi ke sananya. Mahal gila cuy, 16,000 Won sekali jalan dan lama perjalanannya sekitar 20-30 menit itupun kalau cepet. Untuk berjaga-jaga pun kami nanya telp. sopir taksinya dan minta jemput nanti kalau sudah selesai main-mainnya, hehehe. Kalau di resume di awal, sungguh perjalanan yang melelahkan di Kota Pocheon, seriously. Dan ternyata bukan aku saja, hampir semua foreigner yg ke sini tanpa kendaraan pribadi juga merasakan hal yang sama T_T.

PHI didirikan pada tahun 1998 dan awalnya didirikan untuk mengembang biakkan Mediterranean herbs.Terdapat sekitar 180 lebih jenis herba yang berbeda di Indoor Botanical Garden-nya dan Outdoor-nya. Di sini ada Herb Museum, Living & Herb Exhibition Hall, Herb Restaurant, Herb Barbecue Restaurant, café, bakery, toko cindera mata, Aroma Therapy Center, Venezia Village, Herb Studio, Mini Zoo, dan outdoor performance hall. Biaya masuk tergolong murah hanya 3,000 Won. Jam bukanya tidak bergantung pada musim, baik musim panas (Mei – Oktober) maupun dingin (November – April), tiap weekday dan hari Minggu buka dari pukul 10.00 sampai pukul 10 malam, sedangkan untuk hari sabtu dan hari libur nasional, buka dari pukul 10 sampai pukul 11 malam.

Sebenarnya, kalau menurut pendapat gw yang jujur, tidak begitu menarik. Hampir semacam Venesia kecil. Ada kanal atau sungai kecil yang bisa dipakai untuk mainan bola plastik yg diisi manusia (gw g tahu itu nama permainannya apa), bisa juga dipakai untuk main perahu2an bareng keluarga (tapi ya cuman muter aja di sono, g gedhe2 amat). Menurut gw lebih bagus dan lebih gedhe PAV deh, hehehe, apa gara2 kita udah capek ya ke sininya jadi tidak begitu menikmati liburan di sini.

Dan bisa dibayangkan pulangnya, wedew, g ada kendaraan umum dong cuy. Untung tadi gw nyimpen no.telp nya sopir taksi tadi. Dengan pengetahuan bahasa Korea yang terbatas, bisalah manggil tuh sopir ke sini buat jemput, dan Alhamdulillah argonya tidak muter dari di mana dia mulai jemput kami, ya keleus, mahal banget pasti. Tapi kasihan juga soalnya jauh dari perkotaan, tapi g papalah pak sopir yang baik hatinya. Terima kasih atas jemputannya dan argonya hehehe.

Seperti biasa, foto-foto dari Pochen Herb Island bisa disaksikan di sini.

 
Leave a comment

Posted by on 18 August 2014 in Diary, Korea, Travelling

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: