RSS

Silaturahmi vs. Silaturahim

21 Jul

Postingan kali ini gw ambil dari status Facebook (tanpa proses edit) tertanggal 21 Juli 2015.
Berikut tautan link-nya: https://goo.gl/8Tlaj9.

10671243_10206256172834607_3709077301395446084_n

Ketika halal-bi-halal keluarga yg lalu, saudara MC berkata seperti ini, “…menyambung sila…turahim, hampir salah ucap dengan silaturahmi. Jangan sampe salah ya…” spontan gw dicolek sebelah gw, “Mas emang yg bener mana, silaturahim apa silaturahmi?” Gw jawab, “Bener semua, tapi kalau menurut kaidah bahasa Indonesia yg benar, yang tepat adalah SILATURAHMI.” Yang nanya juga g bego, “Lha mas aku pernah baca katanya rahmi artinya rasa sakit yg dirasakan ibu-ibu sebelum melahirkan.”

Iya, ia tidak salah. Kalau kita googling mengenai apa yg benar, silaturahim atau silaturahmi, maka banyak blog2 yg menuliskan yg benar adalah silaturaHIM karena ditinjau dari bahasa Arab yg artinya menyambungkan kekerabatan (silah artinya menyambung dan rahim artinya kekerabatan), sedangkan silaturaHMI salah karena rahmi artinya seperti sudah dikatakan yg nyolek gw di atas. Bahkan lebay-nya ada tambahan seperti ini, “Makanya, tidak heran ya sob, kalau bnyak orang saling menyakiti karena selama ini pun salah menggunakan istilah silaturahmi.” WHAAAAT logika macam apa itu. Banyak yg saling menyakiti gara2 salah pakai istilah rahmi yg artinya rasa sakit/nyeri.#hanyageleng2kepala.

Begini sob, gw mau bahas hal sepele ini tapi gw g meninjau pake hadist dari Abu Hurairah atau pun dari kitab2 macam shahih/sunan Bukhori, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi (ada bab ttg ini). However, gw mau meninjau dari istilah etimologi dan serapannya dalam bahasa Indonesia. Jadi maaf kalau bahasan kali ini agak panjang.
Dalam KBBI, bisa dilihat kalau kata yg baku adalah SILATURAHMI, yang artinya tali persahabatan (persaudaraan). Apakah KBBI salah? si ahli bahasa Indonesia g tahu bahasa Arab? kurang paham ilmu agama? Weleh2 jangan buru2 dulu sob.

Dilihat dari sumber bahasanya, jelas kedua kata itu dari bahasa Arab: صلة الرحم. Dalam kamus Alkalali (hal. 469) (as)shilatu berarti sambungan dan (ar)rohmu (hal. 432) berarti rahim (peranakan) dan jamaknya (al)arhaam. Sumber berikutnya: Dalam kamus Almunawir (hal. 518-519), Mahmud Yunus (hal. 139), dan An-Nur (hal. 69) terdapat kata (1) rohima-(y)arhamu-rohmat(an) yang berarti mengasihi, menaruh kasihan; (2) rohim(un) dan jamaknya arhaam yang berarti peranakan, rahim ibu, tali perkauman, persaudaraan.
Dari ketiga kamus tersebut tampak terdapat titik temu dengan kata (ar)rohmu yang terdapat dalam kamus Alkalali. Simpulannya bahwa kata rohim(un) yang diserap menjadi rahim dan rohmi (kemudian diserap menjadi rahmi), keduanya bisa berarti rahim. So, kata silaturahmi ataupun silaturahim mempunyai arti sama, yaitu sambungan rahim, tali perkauman, dan tali persaudaraan.
Sekali lagi (kalau masih kurang manteb), dalam kamus Al-Mu’jam al-Wasith—kamus ekabasaha modern yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Arab Pemerintah Republik Mesir—disebutkan bahwa entri: rahim, rahmi, dan rihmi, ketiganya mempunyai makna: (1) tempat pembentukan janin atau kantung di dalam perut, (2) kerabat beserta penyebabnya. Ketiganya merupakan kata yang bersinonim yang kedudukannya ditempati oleh yang lainnya.

Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata silaturahmi sudah tepat menurut tata bahasa dan etimologi. Sementara silaturahim (dan–bisa jadi–silaturihmi) juga bisa dipakai–tentunya untuk konteks nonformal yang tidak mengharuskan penggunaan kata sesuai dengan EYD.

Tapi jangan pergunakan kata Silaturahmi kepada orang Arab, mereka g bakal paham, karena kata ini tidak pernah digunakan oleh orang Arab sendiri. Namun “Silaturahim” mungkin dapat dimengerti oleh sebagian orang Arab (yang tahu hadist dari Abu Hurairah). Mereka lebih sering menggunakan kata “ziarah” yang artinya berkunjung. Tuh kan beda lagi, di Indonesia kata itu dikhususkan untuk ke kuburan.

Bisa gw ambil kesimpulan bahwa Bahasa Indonesia mengadopsi kalimat “Shilaturrahim” menjadi “Silaturahmi” (mengubah ortografi baku “shad” yg seharusnya “sh” menjadi “s” saja serta huruf “r” ditulis satu saja, bukan dua). Silaturahmi dalam konteks Bahasa Indonesia tetap bermakna shilaturrahim karena sudah dibakukan oleh leksikografi Bahasa Indonesia.

==Silaturahmi merupakan korban dari fenomena fonetis (qadhiah sima’iyah) orang Indonesia belaka==

*MU

 

 
Leave a comment

Posted by on 21 July 2015 in Diary, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: